JAKARTA - Resale value mobil bekas menjadi salah satu faktor penting yang kini mulai diperhatikan calon pembeli kendaraan di Indonesia. Tidak sedikit konsumen yang mulai menghitung potensi depresiasi atau penurunan harga mobil sebelum memutuskan membeli kendaraan baru maupun bekas.
Dalam sebuah analisis otomotif yang membahas depresiasi berbagai jenis mobil, terungkap bahwa tidak semua kendaraan mengalami penurunan harga dengan pola yang sama. Ada mobil yang harganya langsung terjun bebas sejak tahun pertama, tetapi ada juga yang mampu mempertahankan harga jual hingga bertahun-tahun.
Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa mobil MPV dan SUV tertentu justru memiliki resale value mobil bekas yang sangat kuat, bahkan setelah digunakan hingga sembilan tahun. Sebaliknya, sedan mewah dan mobil luxury tercatat menjadi kendaraan dengan depresiasi paling besar.
Sedan Luxury Jadi Mobil Paling Boncos
Kategori sedan luxury seperti BMW dan Mercedes-Benz disebut mengalami penurunan harga paling drastis. Rata-rata resale value mobil sedan premium hanya tersisa sekitar 75 persen di tahun pertama, turun menjadi 59 persen di tahun keempat, dan tinggal sekitar 39 persen setelah sembilan tahun.
BMW Seri 7 bahkan disebut menjadi salah satu mobil paling boncos dalam riset tersebut. Setelah delapan tahun, harga jual kembali sedan mewah itu hanya tersisa sekitar 23 persen dari harga barunya.
Sementara Mercedes-Benz S Class memang mengalami penurunan besar di awal, tetapi dinilai masih lebih baik dibanding BMW Seri 7 dalam jangka panjang. Setelah sembilan tahun, resale value S Class masih berada di kisaran 31 persen.
Baca Juga: Indomobil e-Motor Sprinto Meluncur, Skutik Listrik Sporty Mirip Honda dengan Jarak Tempuh 110 Km
Untuk kategori sedan menengah, Honda Civic menjadi model yang paling stabil. Mobil ini mampu mempertahankan harga hingga 51 persen setelah sembilan tahun pemakaian. Angka tersebut lebih baik dibanding Toyota Camry dan Honda Accord.
SUV Luxury Lebih Stabil Dibanding Sedan
Berbeda dengan sedan premium, SUV luxury ternyata memiliki depresiasi yang sedikit lebih stabil. Mercedes-Benz GLC, GLE, dan GLS disebut lebih unggul dibanding rival-rival BMW dalam menjaga harga jual kembali.
BMW X3 misalnya, hanya mampu mempertahankan resale value sekitar 36 persen setelah sembilan tahun. Sedangkan Mercedes-Benz GLC masih bertahan di kisaran 42 persen.
Baca Juga: Polytron T-Rex Siap Meluncur, Motor Listrik Berkecepatan 130 Km/Jam dengan Jarak Tempuh 120 Km
Di kelas premium SUV, Mercedes-Benz GLS juga dinilai lebih baik dibanding BMW X7. Meski sama-sama mahal, penurunan harga GLS disebut tidak sedrastis rivalnya dalam empat tahun pertama.
Innova Diesel Jadi Raja Resale Value
Di kategori mobil sejuta umat, Toyota Innova Reborn diesel menjadi kendaraan dengan resale value mobil bekas terbaik. Mobil ini bahkan mampu mempertahankan harga hingga sekitar 86 persen setelah sembilan tahun pemakaian.
Angka tersebut membuat Innova diesel menjadi salah satu mobil paling stabil dari sisi depresiasi. Jika dihitung, pemilik hanya mengalami penurunan nilai sekitar 1,5 persen per tahun.
Toyota Innova diesel dianggap berhasil karena menawarkan kombinasi performa, efisiensi bahan bakar, dan biaya operasional yang masih masuk akal. Selain itu, mobil ini juga memiliki torsi besar yang cocok digunakan di perkotaan maupun daerah dengan kontur jalan ekstrem.
Keunggulan lain datang dari konsumsi BBM solar yang lebih ekonomis serta ketersediaan spare part yang melimpah. Faktor inilah yang membuat permintaan Innova diesel tetap tinggi hingga sekarang.
Honda Brio dan Pajero Juga Tahan Harga
Selain Innova diesel, Honda Brio juga menjadi salah satu mobil dengan resale value terbaik. Mobil hatchback ini mampu mempertahankan harga hingga di atas 80 persen dalam beberapa tahun pertama pemakaian.
Baca Juga: 5 Sepeda Motor Listrik Premium Terbaik , Jarak Tempuh Tembus 150 Km dan Harga Mulai Rp17 Jutaan
Mitsubishi Pajero Sport juga menunjukkan performa depresiasi yang cukup baik. Setelah sembilan tahun, SUV ladder frame tersebut masih memiliki nilai jual kembali sekitar 64 persen.
Toyota Land Cruiser bahkan mencatat angka luar biasa. Pada tahun pertama, SUV premium ini hanya mengalami depresiasi sekitar 1 persen dan masih memiliki resale value 90 persen di tahun keempat.
Mobil Listrik Mulai Jadi Tantangan Baru
Riset tersebut juga menyoroti perubahan pasar akibat kehadiran mobil listrik. Beberapa model kendaraan listrik disebut mengalami penurunan harga cukup cepat karena persaingan harga kendaraan baru yang semakin agresif.
Namun ada pengecualian pada BYD Seal. Mobil listrik asal China itu disebut masih mampu mempertahankan resale value hingga 97 persen di tahun pertama. Meski demikian, kondisi pasar dinilai masih sangat dinamis.
Analis otomotif menyebut faktor regulasi pemerintah, teknologi baru, dan persaingan merek akan sangat memengaruhi harga mobil bekas di masa mendatang.
Karena itu, calon pembeli disarankan memahami pola depresiasi sebelum membeli kendaraan. Bagi yang ingin memaksimalkan nilai investasi, mobil MPV dan SUV populer dianggap lebih aman dibanding sedan luxury yang depresiasinya sangat besar.
Editor : Novica Satya Nadianti