BLITAR - Kekurangan Alva Servo mulai banyak dibahas setelah pengguna merasakan langsung performanya dalam pemakaian harian. Motor listrik yang digadang-gadang sebagai salah satu produk unggulan dalam negeri ini ternyata menyimpan sejumlah catatan penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.
Dalam ulasan terbaru, seorang pengguna membagikan pengalaman pemakaian selama tiga bulan. Dengan jarak tempuh baru mencapai 478 kilometer, ia menyoroti berbagai kekurangan Alva Servo yang jarang diungkap secara detail dalam review umum.
Kekurangan Alva Servo yang paling mencolok adalah tidak adanya fitur kunci darurat untuk membuka jok. Hal ini menjadi masalah serius ketika baterai habis dan charger justru tersimpan di dalam bagasi. Situasi ini membuat pengguna tidak bisa mengakses charger maupun menyalakan motor, sehingga solusi terakhir yang diberikan adalah melakukan towing atau meminjam charger dari pengguna lain.
Baterai Cepat Berkurang Meski Tidak Digunakan
Kekurangan berikutnya terletak pada performa baterai. Meski motor tidak digunakan, daya baterai tetap mengalami penurunan sekitar 3 persen per hari. Dalam kondisi diam selama satu minggu, baterai bisa berkurang hingga 20 persen.
Hal ini cukup merugikan, terutama bagi pengguna yang jarang memakai kendaraan. Solusi sementara yang bisa dilakukan adalah mencabut baterai saat tidak digunakan, meski konsekuensinya fitur seperti GPS dan pemantauan jarak jauh menjadi tidak aktif.
Masalah Performa Saat Turunan
Kekurangan Alva Servo lainnya muncul saat melewati jalan menurun. Motor dilaporkan tiba-tiba kehilangan respons gas, sehingga tidak bisa dikendarai. Untuk mengatasinya, pengguna harus menghentikan motor sepenuhnya dan melakukan reset dengan menekan rem dua kali.
Masalah ini diduga berasal dari sistem perangkat lunak (software) dan bisa diatasi dengan pembaruan di bengkel resmi. Namun, tidak semua pengguna memiliki akses mudah ke layanan tersebut.
Jarak Tempuh Tak Sesuai Klaim
Secara spesifikasi, Alva Servo diklaim mampu menempuh jarak hingga 125 kilometer. Namun, dalam praktiknya, angka tersebut sulit dicapai. Bahkan untuk mencapai 100 kilometer saja dianggap cukup sulit.
Pengguna menyebut ada beberapa syarat agar jarak maksimal bisa tercapai, seperti berkendara sendiri tanpa boncengan, menggunakan mode eco, kecepatan di bawah 30 km/jam, serta kondisi jalan yang datar dan mulus. Jika salah satu kondisi tidak terpenuhi, maka jarak tempuh akan jauh berkurang.
Kenyamanan Berkendara Masih Kurang
Dari sisi kenyamanan, kekurangan Alva Servo juga terasa pada suspensi belakang yang cenderung keras, terutama saat dikendarai sendiri. Selain itu, posisi pijakan kaki penumpang dinilai kurang ergonomis, sehingga menimbulkan rasa pegal saat perjalanan jauh.
Beberapa bagian fisik juga menjadi sorotan, seperti engsel jok yang terasa kurang kokoh dan cover baterai yang tipis. Mengingat harga baterai yang cukup mahal, desain pelindung ini dinilai kurang aman dan berisiko.
Bagasi Kurang Fungsional
Meski terlihat cukup luas, bagasi Alva Servo memiliki tonjolan di bagian tengah yang mengurangi kapasitas penyimpanan. Akibatnya, barang berukuran besar seperti helm atau tas tidak dapat dimasukkan dengan leluasa.
Secara keseluruhan, kekurangan Alva Servo cukup beragam, mulai dari aspek fitur, baterai, hingga kenyamanan. Meski masih memiliki keunggulan di sisi desain dan performa, sejumlah catatan ini bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi calon pembeli.
Dengan semakin berkembangnya pasar motor listrik di Indonesia, evaluasi dari pengguna seperti ini menjadi penting agar produsen dapat terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas produknya di masa depan.
Editor : Axsha Zazhika