BLITAR - Review Gesit setelah 100 KM pemakaian menjadi sorotan, terutama soal jarak tempuh yang dinilai masih terbatas. Motor listrik buatan dalam negeri ini kembali diuji secara jujur oleh pengguna, dengan hasil yang cukup mengejutkan.
Dalam review Gesit tersebut, pengguna mengungkapkan bahwa motor listrik ini awalnya diuji sejak kilometer rendah hingga mendekati 100 KM. Dari pengujian itu, ditemukan sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu menjadi perhatian calon pembeli.
Review Gesit ini menekankan pentingnya melihat produk secara objektif, tanpa fanatisme terhadap merek tertentu. Sebab, setiap motor listrik memiliki karakteristik masing-masing, termasuk Gesit yang diuji kali ini.
Jarak Tempuh Jadi Sorotan Utama
Salah satu poin paling disorot dalam review Gesit adalah jarak tempuhnya. Dalam penggunaan nyata, motor ini hanya mampu menempuh sekitar 40 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Jika digunakan berboncengan, jarak tempuh bahkan menurun menjadi sekitar 35 kilometer. Angka ini dinilai cukup terbatas, terutama jika dibandingkan dengan ekspektasi pengguna terhadap motor listrik di kisaran harga Rp28 jutaan.
Kondisi ini membuat pengguna menyarankan agar Gesit sebaiknya dijual dalam paket dua baterai. Sebab, penggunaan satu baterai dinilai kurang optimal untuk kebutuhan harian.
Masalah Teknis yang Dirasakan Pengguna
Selain jarak tempuh, review Gesit juga mengungkap beberapa kekurangan teknis. Di antaranya adalah munculnya bunyi pada bagian depan motor, yang diduga berasal dari kabel atau komponen di area komstir.
Tak hanya itu, bagian dek bawah juga dilaporkan menimbulkan suara “glodak” saat diinjak. Meski bagi teknisi hal ini tergolong sederhana, bagi pengguna umum hal tersebut bisa menurunkan kenyamanan.
Kekurangan lain yang cukup disayangkan adalah tidak adanya fitur regenerative braking. Fitur ini seharusnya memungkinkan energi pengereman dikonversi menjadi daya untuk mengisi baterai.
Tanpa fitur tersebut, pengereman sepenuhnya bergantung pada kampas rem, yang berpotensi membuatnya lebih cepat aus.
Performa dan Kelebihan Gesit
Meski memiliki sejumlah kekurangan, review Gesit juga mencatat beberapa kelebihan. Salah satunya adalah performa torsi yang dinilai cukup kuat, terutama saat digunakan di tanjakan atau berboncengan.
Motor ini menggunakan sistem mid-drive dengan belt, yang membuat tenaga terasa lebih responsif. Namun, sistem ini juga berpotensi membuat komponen belt lebih cepat aus dalam jangka panjang.
Selain itu, fitur charger menjadi nilai plus tersendiri. Gesit dilengkapi dengan opsi fast charging dan slow charging, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Fitur sederhana seperti suara pada lampu sein juga mendapat apresiasi. Hal ini dianggap penting karena motor listrik cenderung lebih senyap, sehingga membutuhkan indikator tambahan untuk keselamatan.
Dukungan Komunitas Jadi Nilai Tambah
Hal menarik lainnya dalam review Gesit adalah adanya dukungan komunitas pengguna. Pengguna mengaku mendapat akses ke komunitas yang aktif berbagi informasi dan pengalaman.
Bagi pengguna awam, komunitas ini menjadi sumber pengetahuan penting dalam memahami dan merawat motor listrik.
Selain itu, controller pada Gesit juga bersifat programmable, yang memungkinkan pengaturan performa sesuai kebutuhan. Namun, hal ini tetap memerlukan pemahaman teknis agar tidak merusak komponen.
Evaluasi untuk Pengembangan Produk
Secara keseluruhan, review Gesit menunjukkan bahwa motor listrik ini memiliki potensi, namun masih membutuhkan penyempurnaan.
Beberapa catatan seperti jarak tempuh, fitur regenerative braking, dan kualitas perakitan menjadi pekerjaan rumah bagi produsen.
Meski demikian, sebagai produk lokal, Gesit tetap mendapat apresiasi karena terus berkembang dan berupaya bersaing di pasar kendaraan listrik nasional.
Editor : Axsha Zazhika