Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terungkap! Review Gesit Setelah 100 KM, Jarak Tempuh Jadi Sorotan Utama, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Axsha Zazhika • Rabu, 13 Mei 2026 | 20:45 WIB
Terungkap! Review Gesit Setelah 100 KM, Jarak Tempuh Jadi Sorotan Utama, Ini Kelebihan dan Kekurangannya (Gemini AI)
Terungkap! Review Gesit Setelah 100 KM, Jarak Tempuh Jadi Sorotan Utama, Ini Kelebihan dan Kekurangannya (Gemini AI)

BLITAR - Review Gesit setelah 100 KM pemakaian menjadi sorotan, terutama soal jarak tempuh yang dinilai masih terbatas. Motor listrik buatan dalam negeri ini kembali diuji secara jujur oleh pengguna, dengan hasil yang cukup mengejutkan.

Dalam review Gesit tersebut, pengguna mengungkapkan bahwa motor listrik ini awalnya diuji sejak kilometer rendah hingga mendekati 100 KM. Dari pengujian itu, ditemukan sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu menjadi perhatian calon pembeli.

Review Gesit ini menekankan pentingnya melihat produk secara objektif, tanpa fanatisme terhadap merek tertentu. Sebab, setiap motor listrik memiliki karakteristik masing-masing, termasuk Gesit yang diuji kali ini.

Baca Juga: Honda City GD Masih Jadi Primadona, Mesin i-DSI dan VTEC serta Transmisi CVT-nya Ternyata Punya Kelebihan Ini

Jarak Tempuh Jadi Sorotan Utama

Salah satu poin paling disorot dalam review Gesit adalah jarak tempuhnya. Dalam penggunaan nyata, motor ini hanya mampu menempuh sekitar 40 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Jika digunakan berboncengan, jarak tempuh bahkan menurun menjadi sekitar 35 kilometer. Angka ini dinilai cukup terbatas, terutama jika dibandingkan dengan ekspektasi pengguna terhadap motor listrik di kisaran harga Rp28 jutaan.

Kondisi ini membuat pengguna menyarankan agar Gesit sebaiknya dijual dalam paket dua baterai. Sebab, penggunaan satu baterai dinilai kurang optimal untuk kebutuhan harian.

Baca Juga: Toyota Avanza 2026 Dibekali Mesin Lebih Halus dan Kaki-Kaki Nyaman, MPV Keluarga Ini Makin Stabil di Jalan

Masalah Teknis yang Dirasakan Pengguna

Selain jarak tempuh, review Gesit juga mengungkap beberapa kekurangan teknis. Di antaranya adalah munculnya bunyi pada bagian depan motor, yang diduga berasal dari kabel atau komponen di area komstir.

Tak hanya itu, bagian dek bawah juga dilaporkan menimbulkan suara “glodak” saat diinjak. Meski bagi teknisi hal ini tergolong sederhana, bagi pengguna umum hal tersebut bisa menurunkan kenyamanan.

Kekurangan lain yang cukup disayangkan adalah tidak adanya fitur regenerative braking. Fitur ini seharusnya memungkinkan energi pengereman dikonversi menjadi daya untuk mengisi baterai.

Tanpa fitur tersebut, pengereman sepenuhnya bergantung pada kampas rem, yang berpotensi membuatnya lebih cepat aus.

Baca Juga: Toyota Avanza 2026 Tampil Makin Mewah, Desain Futuristis dan Interior Modernnya Bikin MPV Lain Ketar-Ketir

Performa dan Kelebihan Gesit

Meski memiliki sejumlah kekurangan, review Gesit juga mencatat beberapa kelebihan. Salah satunya adalah performa torsi yang dinilai cukup kuat, terutama saat digunakan di tanjakan atau berboncengan.

Motor ini menggunakan sistem mid-drive dengan belt, yang membuat tenaga terasa lebih responsif. Namun, sistem ini juga berpotensi membuat komponen belt lebih cepat aus dalam jangka panjang.

Selain itu, fitur charger menjadi nilai plus tersendiri. Gesit dilengkapi dengan opsi fast charging dan slow charging, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Fitur sederhana seperti suara pada lampu sein juga mendapat apresiasi. Hal ini dianggap penting karena motor listrik cenderung lebih senyap, sehingga membutuhkan indikator tambahan untuk keselamatan.

Baca Juga: Nissan Magnite 2026 Diam-Diam Jadi Incaran Anak Muda, SUV Murah Bermesin Turbo Ini Punya Fitur yang Bikin Rival Ketar-Ketir

Dukungan Komunitas Jadi Nilai Tambah

Hal menarik lainnya dalam review Gesit adalah adanya dukungan komunitas pengguna. Pengguna mengaku mendapat akses ke komunitas yang aktif berbagi informasi dan pengalaman.

Bagi pengguna awam, komunitas ini menjadi sumber pengetahuan penting dalam memahami dan merawat motor listrik.

Selain itu, controller pada Gesit juga bersifat programmable, yang memungkinkan pengaturan performa sesuai kebutuhan. Namun, hal ini tetap memerlukan pemahaman teknis agar tidak merusak komponen.

Baca Juga: Nissan Gravite 2026 Bikin Heboh, Mobil 7 Penumpang Harga Lebih Murah dari Avanza Siap Ubah Pasar Low MPV Indonesia

Evaluasi untuk Pengembangan Produk

Secara keseluruhan, review Gesit menunjukkan bahwa motor listrik ini memiliki potensi, namun masih membutuhkan penyempurnaan.

Beberapa catatan seperti jarak tempuh, fitur regenerative braking, dan kualitas perakitan menjadi pekerjaan rumah bagi produsen.

Meski demikian, sebagai produk lokal, Gesit tetap mendapat apresiasi karena terus berkembang dan berupaya bersaing di pasar kendaraan listrik nasional.

Editor : Axsha Zazhika
#motor listrik Indonesia #Review Gesit #Jarak tempuh Gesit #Kelebihan dan kekurangan Gesit #motor listrik gesit