BLITAR - Motor listrik Gesit kembali jadi sorotan setelah dilakukan pengujian langsung oleh reviewer otomotif. Review motor listrik Gesit ini mengungkap berbagai fakta menarik, mulai dari performa, jarak tempuh, hingga biaya operasional yang jauh lebih murah dibanding motor bensin.
Sejak pertama kali diperkenalkan, motor listrik Gesit buatan Indonesia memang sudah lama dinantikan publik. Produksi dan distribusinya kini ditangani oleh WIKA Manufacturing, yang dikenal sebagai produsen komponen otomotif. Hal ini membuat kualitas finishing motor listrik Gesit terlihat lebih rapi dibanding versi prototipe sebelumnya.
Dalam review motor listrik Gesit kali ini, desain menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian. Secara tampilan, motor ini mengusung gaya modern dengan detail bodi yang cukup presisi. Lampu depan sudah menggunakan proyektor LED, dilengkapi DRL sekaligus lampu sein yang memberikan kesan futuristik.
Desain dan Fitur Modern
Motor listrik Gesit hadir dengan berbagai fitur menarik. Salah satunya adalah suara tambahan pada lampu sein, yang berfungsi sebagai peringatan bagi pengendara lain. Hal ini penting karena motor listrik cenderung senyap saat digunakan.
Di bagian kaki-kaki, motor ini menggunakan suspensi depan teleskopik dan rem cakram di kedua roda. Velg dan ban yang digunakan juga merupakan produk lokal. Sementara itu, posisi baterai berada di bawah jok, dengan bobot sekitar 8 kilogram.
Baterai yang digunakan berkapasitas 72 volt 19,4 Ah dan dapat diisi ulang dalam waktu sekitar 3 hingga 4 jam hingga penuh. Pengisian bisa dilakukan langsung di motor atau dengan melepas baterai dan mengisinya di dalam rumah.
Performa dan Jarak Tempuh
Salah satu fokus utama dalam review motor listrik Gesit adalah performa dan jarak tempuhnya. Motor ini menggunakan dinamo tipe BLDC dengan tenaga sekitar 2 kW dan mampu mencapai puncak hingga 5 kW dalam mode tertentu.
Torsi yang dihasilkan cukup besar, mencapai sekitar 30 Nm. Hal ini membuat akselerasi awal terasa responsif, terutama saat digunakan di kecepatan rendah. Meski begitu, tenaga akan terasa menurun saat baterai mulai melemah.
Motor ini memiliki tiga mode berkendara, yakni Eco, Urban, dan Sport. Pada mode Eco, kecepatan maksimal berkisar 40 km/jam dengan konsumsi baterai lebih hemat. Mode Urban dan Sport menawarkan kecepatan lebih tinggi, namun dengan konsumsi daya yang lebih besar.
Dalam pengujian, jarak tempuh motor listrik Gesit bervariasi tergantung gaya berkendara. Pada mode santai, motor ini mampu menempuh hingga 50–58 km. Namun, jika digunakan secara agresif di mode Sport, jarak tempuhnya bisa turun hingga sekitar 30 km saja.
Biaya Operasional Super Irit
Salah satu keunggulan utama dalam review motor listrik Gesit adalah biaya operasionalnya yang sangat murah. Dengan kapasitas baterai sekitar 1,4 kWh dan tarif listrik rumah tangga, biaya sekali pengisian penuh hanya sekitar Rp2.000 hingga Rp2.100.
Artinya, pengguna bisa menempuh jarak hingga 50 km hanya dengan biaya yang sangat minim. Ini tentu menjadi nilai tambah dibanding motor berbahan bakar bensin.
Kekurangan dan Catatan Penting
Meski memiliki banyak keunggulan, motor listrik Gesit juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah jarak tempuh yang masih terbatas dan waktu pengisian yang relatif lama dibanding mengisi bensin.
Selain itu, ruang penyimpanan di bawah jok cukup terbatas karena sebagian besar area digunakan untuk baterai dan komponen lainnya. Hal ini membuat pengguna perlu menyesuaikan kebutuhan saat berkendara.
Namun secara keseluruhan, motor listrik Gesit dinilai cukup nyaman digunakan, terutama untuk mobilitas harian di perkotaan. Suspensi yang empuk, suara mesin yang senyap, serta fitur modern menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: 7 Mobil Bekas Paling Layak Dibeli 2026, Honda Brio hingga Innova Reborn Masih Jadi Primadona
Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, motor listrik Gesit tetap menjadi salah satu opsi menarik di pasar kendaraan listrik Indonesia, terutama bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Editor : Axsha Zazhika