BLITAR KAWENTAR - Persaingan mobil LCGC di Indonesia masih berlangsung ketat hingga sekarang.
Di antara banyak pilihan yang tersedia, Honda Brio Satya 2015 menjadi salah satu model yang paling banyak diminati di pasar mobil bekas.
Mobil keluaran Honda ini bahkan sering disebut sebagai “raja LCGC” karena memiliki kombinasi desain modern, performa mesin bertenaga, dan harga jual yang tetap tinggi.
Dalam sebuah ulasan otomotif di YouTube, Honda Brio Satya dibandingkan dengan beberapa rival seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Suzuki Karimun, hingga Datsun GO. Hasilnya, Brio dianggap unggul di sejumlah sektor penting.
Meski begitu, mobil ini juga tidak luput dari kekurangan yang wajib diketahui calon pembeli sebelum memutuskan meminang unit bekasnya.
Tenaga Mesin Jadi Pembeda
Kelebihan utama Honda Brio Satya terletak pada performa mesin. Mobil ini menggunakan mesin 1.200 cc empat silinder yang dinilai lebih responsif dibanding beberapa rival di kelas LCGC.
Karakter mesin yang agresif membuat Brio terasa nyaman digunakan untuk akselerasi maupun perjalanan luar kota.
Banyak pengguna menyebut performa Brio berada di atas Agya, Ayla, hingga Karimun.
Selain tenaga, konsumsi BBM Honda Brio Satya juga menjadi sorotan. Meski memiliki kapasitas mesin lebih besar dibanding sebagian kompetitor, mobil ini tetap terkenal irit bahan bakar.
Efisiensi tersebut membuat Brio cocok digunakan untuk mobilitas harian dengan biaya operasional yang relatif ringan.
Harga Bekas Masih Tinggi
Salah satu alasan Honda Brio Satya tetap diburu adalah harga jual kembalinya yang stabil.
Di pasar mobil bekas, harga Brio tahun 2014 hingga 2015 umumnya masih lebih tinggi dibanding rival sesama LCGC.
Hal itu tidak lepas dari kuatnya citra merek Honda di Indonesia. Banyak konsumen menganggap Honda memiliki kualitas produk lebih baik dan lebih awet.
Tampilan desain Brio juga menjadi daya tarik tersendiri. Bagian depan dan samping mobil terlihat sporty serta modern. Tak sedikit pengguna menyebut mobil ini memiliki desain paling menarik di segmen LCGC.
Namun uniknya, bagian belakang Honda Brio generasi pertama justru menjadi titik kontroversial. Konsep full kaca di buritan dianggap terlalu nyentrik oleh sebagian orang.
Interior Dinilai Kurang Mewah
Selain desain belakang, kekurangan lain Honda Brio Satya terdapat pada bagian interior.
Material dashboard didominasi plastik keras sehingga terasa kurang premium.
Kursi jok mobil juga dianggap terlalu tipis dan kurang nyaman untuk perjalanan jauh. Walaupun begitu, banyak pengguna masih memaklumi kondisi tersebut karena Brio berada di kelas mobil murah ramah lingkungan.
Bagasi Honda Brio Satya pun tidak terlalu luas. Ruang penyimpanan belakang hanya cukup untuk kebutuhan harian dan kurang ideal untuk membawa barang besar.
Ground clearance rendah juga menjadi perhatian. Mobil ini memang terasa stabil saat dipacu dalam kecepatan tinggi, tetapi lebih rentan mentok ketika melewati jalan rusak atau polisi tidur tinggi.
Fitur Masih Kompetitif
Meski memiliki beberapa kekurangan, fitur Honda Brio Satya tetap tergolong kompetitif.
Mobil ini sudah dilengkapi dual airbag, electric mirror, dan power window elektrik.
Fitur tersebut bahkan dianggap lebih modern dibanding beberapa kompetitor LCGC lawas yang masih menggunakan sistem manual pada sejumlah bagian.
Dengan kombinasi desain sporty, mesin bertenaga, irit BBM, dan harga jual stabil, Honda Brio Satya 2015 masih menjadi pilihan menarik bagi pencari mobil LCGC bekas.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan