Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Honda Brio Masih Jadi Raja LCGC Indonesia 2025, Avanza Tergeser karena Satu Hal Ini

Muhamad Ahsanul Wildan • Kamis, 14 Mei 2026 | 12:27 WIB
Honda Brio masih jadi mobil terlaris Indonesia 2025. Desain sporty dan irit jadi alasan utamanya. (Pinterest)
Honda Brio masih jadi mobil terlaris Indonesia 2025. Desain sporty dan irit jadi alasan utamanya. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Honda Brio kembali membuktikan diri sebagai salah satu mobil paling laris di Indonesia pada 2025.

Di tengah ketatnya persaingan pasar otomotif nasional, Honda Brio tetap mampu mempertahankan popularitasnya, bahkan menggeser dominasi Toyota Avanza yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai “mobil sejuta umat”.

Fenomena ini menarik perhatian banyak pecinta otomotif. Sebab, sebelumnya persaingan mobil terlaris di Indonesia identik dengan duel Toyota Avanza dan Honda Brio.

Namun kini, posisi Avanza mulai terancam karena semakin banyak pesaing di segmen Low MPV. Sementara Honda Brio justru masih unggul di kelas city car dan LCGC.

Salah satu alasan utama Honda Brio tetap laris adalah desainnya yang dianggap tidak murahan meskipun masuk kategori mobil rakyat.

Tampilan depan, samping, hingga belakang dinilai lebih modern dan sporty dibanding rival terdekatnya seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Baca Juga: Luncurkan Event Aku dan Bus Sekolah: Satukan Tekad Perhubungan Hebat Periode Mei-Juni 2026, Kolaborasi Dishub Kabupaten Blitar dengan Jawa Pos Radar Blitar

Desain Honda Brio Dinilai Lebih Mahal

Perubahan besar pada desain belakang Honda Brio menjadi salah satu faktor penting yang membuat mobil ini semakin diminati masyarakat.

Model generasi terbaru meninggalkan desain pintu belakang full kaca yang sebelumnya dianggap kurang premium.

Kini, tampilan belakang Honda Brio terlihat lebih mewah dan modern. Bahkan banyak penggemar otomotif menilai aura mahal pada Brio masih terasa lebih kuat dibanding Agya facelift terbaru.

Honda Brio sendiri hadir dalam dua varian utama, yakni Brio RS dan Brio Satya. Perbedaannya cukup terlihat pada desain velg, tampilan eksterior, hingga interior. Brio Satya masuk kategori LCGC sehingga memiliki harga lebih murah, sedangkan Brio RS tampil lebih sporty dan premium.

Meski usianya sudah cukup tua karena pertama kali hadir pada 2011, Honda Brio masih mampu bersaing dengan model-model baru. Honda terus melakukan facelift sehingga tampilannya tetap relevan dengan selera konsumen saat ini.

Mesin Sederhana Tapi Terbukti Awet

Di balik popularitasnya, Honda Brio ternyata mengusung konsep yang sangat sederhana.

Mobil ini memakai mesin 1.200 cc dengan teknologi i-VTEC dan transmisi CVT khas Honda.

Menariknya, meski transmisi CVT Honda beberapa kali mendapat sorotan pada model lain seperti HR-V atau Mobilio, masalah serupa jarang ditemukan pada Brio. Hal itu disebabkan tenaga Brio lebih kecil dan bobot mobil jauh lebih ringan.

Honda Brio hanya menghasilkan tenaga sekitar 88 PS, berbeda dengan mobil Honda bermesin 1.500 cc yang mencapai 120 PS. Kombinasi tenaga kecil dan bodi ringan membuat transmisi CVT Brio bekerja lebih santai sehingga lebih awet.

Selain itu, biaya perawatan Honda Brio juga relatif murah. Spare part melimpah dan aftermarket sangat besar karena populasi mobil ini sangat banyak di Indonesia.

Jadi Mobil Favorit Modifikasi

Keunggulan lain Honda Brio adalah sangat ramah untuk modifikasi. Banyak pemilik Brio melakukan ubahan mulai dari body kit, velg, audio, hingga upgrade mesin.

Bahkan, Honda Brio juga populer di dunia balap nasional. Mobil ini sering digunakan dalam ajang one make race karena handling nya dinilai lincah dan performanya cukup baik untuk ukuran city car.

Pilihan part modifikasi yang melimpah membuat biaya ubahan Brio relatif terjangkau.

Tidak sedikit pengguna yang mengganti mesin standar 1.200 cc dengan mesin 1.500 cc milik Honda Jazz demi mendapatkan performa lebih buas.

Selain itu, transmisi manual Honda Brio juga terkenal presisi dan nyaman digunakan. Karakter “clek- clek” khas Honda masih menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta mobil manual.

Kekurangan Honda Brio Masih Terasa

Meski punya banyak kelebihan, Honda Brio bukan tanpa kekurangan. Salah satu keluhan paling sering muncul adalah kenyamanan kabin yang masih minim.

Suspensi belakang cenderung keras dan suara dari luar cukup mudah masuk ke kabin.

Peredaman kabin juga masih terasa tipis, terutama ketika melewati jalan kasar.

Namun, banyak pengguna Brio tampaknya tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Sebab, mobil ini memang lebih mengutamakan efisiensi, performa ringan, dan biaya operasional murah.

Konsumsi BBM Honda Brio juga menjadi nilai plus penting. Meski tidak seirit Toyota Agya terbaru, karakter mesin empat silinder Brio dianggap lebih halus dan minim getaran.

Harga Jual Bekas Tetap Tinggi

Hal lain yang membuat Honda Brio digemari adalah harga jual bekas yang masih stabil.

Bahkan unit Brio generasi awal tahun 2011 masih dihargai sekitar Rp80-90 jutaan di pasar mobil bekas.

Faktor populasi besar, konsumsi BBM irit, serta minim fitur elektronik menjadi alasan utama harga bekasnya tetap kuat. Banyak konsumen mobil second lebih memilih kendaraan sederhana dan awet dibanding mobil modern dengan fitur melimpah tetapi mahal perawatan.

Dengan semua keunggulan tersebut, tidak heran jika Honda Brio masih menjadi tulang punggung penjualan Honda di Indonesia hingga 2025.

Baca Juga: Luncurkan Event Aku dan Bus Sekolah: Satukan Tekad Perhubungan Hebat Periode Mei-Juni 2026, Kolaborasi Dishub Kabupaten Blitar dengan Jawa Pos Radar Blitar

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#LCGC #Honda Brio RS #Mobil Terlaris Indonesia #toyota avanza #honda brio