Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Motor Listrik Yadea Osta Dipakai Harian Seminggu, Begini Kelebihan dan Kekurangannya, Biaya Cas Tak Sampai Rp5 Ribu

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 14 Mei 2026 | 20:57 WIB
Motor listrik Yadea Osta dipakai harian seminggu, ini kelebihan, kekurangan, hingga biaya cas yang tak sampai Rp5 ribu. (Pinterest)
Motor listrik Yadea Osta dipakai harian seminggu, ini kelebihan, kekurangan, hingga biaya cas yang tak sampai Rp5 ribu. (Pinterest)

Blitar Kawentar – Motor listrik semakin diminati masyarakat Indonesia karena dinilai lebih hemat dan praktis untuk mobilitas harian. Salah satu yang mulai mencuri perhatian adalah motor listrik Yadea Osta. Motor listrik bergaya futuristik ini diklaim punya fitur canggih, baterai besar, hingga biaya operasional yang sangat murah.

Seorang pengguna bernama Randi Walin Nugraha membagikan pengalaman memakai motor listrik Yadea Osta selama lebih dari satu minggu untuk kebutuhan pulang-pergi kerja. Dari pengalamannya, ada sejumlah kelebihan dan kekurangan yang cukup menarik untuk dibahas bagi calon pembeli motor listrik.

Motor listrik Yadea Osta sendiri hadir dengan desain modern dan fitur digital yang cukup lengkap. Namun, di balik tampilannya yang futuristik, pengguna tetap menemukan beberapa catatan penting selama pemakaian harian.

Top Speed dan Tenaga Jadi Sorotan

Salah satu kekurangan yang paling dirasakan pengguna adalah soal performa motor listrik Yadea Osta. Meski dibanderol di kisaran Rp24 jutaan, top speed motor ini dinilai masih kurang maksimal.

Dalam mode sport, motor listrik ini hanya mampu mencapai kecepatan sekitar 75 km/jam. Bahkan saat digunakan di jalan turunan, kecepatannya disebut hanya berada di angka 72 km/jam pada speedometer.

“Ekspektasinya di harga segini bisa sampai 80 atau 85 km/jam,” ujar pengguna dalam ulasannya.

Motor ini memang memiliki mode tambahan bernama boost mode yang aktif saat tuas gas diputar dua kali. Dalam mode tersebut, speedometer bisa menampilkan angka hingga 81 km/jam tanpa beban. Namun di kondisi jalan normal, performanya dinilai tidak terlalu berbeda signifikan.

Selain itu, dinamo motor yang hanya menggunakan tenaga 1.500 watt juga dianggap masih kurang bertenaga, terutama saat melewati tanjakan. Saat dites di jalan menanjak, kecepatan motor bahkan turun drastis hingga sekitar 12 km/jam.

Baca Juga: Alpha N3 Next Gen 2026 Bikin Dealer Diserbu, Motor Listrik Jarak Tempuh 140 Km Ini Disebut Lebih Hemat dari Motor Bensin

 

Bagasi Kecil dan Pengisian Daya Lama

Kekurangan lain dari motor listrik Yadea Osta ada pada kapasitas bagasinya. Ruang penyimpanan di bawah jok dinilai masih terlalu kecil untuk kebutuhan harian.

Pengguna mengaku hanya bisa memasukkan beberapa barang kecil seperti charger, sandal, kabel ekstensi, dan kain lap. Sementara jas hujan berukuran besar harus digantung di bagian luar motor.

Tak hanya itu, proses pengisian daya juga masih dianggap cukup lama. Motor ini menggunakan baterai lithium 45 Ah dengan charger bawaan 6 ampere.

Untuk mengisi daya dari 62 persen hingga 97 persen saja membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam. Jika dihitung dari kosong hingga penuh, waktu pengecasan diperkirakan mencapai 6 sampai 7 jam.

Baca Juga: Alpha N3 Next Gen 2026 Jadi Buruan, Motor Listrik Murah dengan Boost Charge dan Jarak Tempuh 140 Km Bikin Pabrikan Jepang Panik

Suspensi Nyaman dan Posisi Duduk Lebih Enak

Meski punya beberapa kekurangan, motor listrik Yadea Osta tetap menawarkan banyak kelebihan yang membuat pengguna merasa nyaman saat dipakai harian.

Salah satu yang paling dipuji adalah suspensi belakangnya yang empuk. Pengguna mengaku motor ini jauh lebih nyaman dibanding generasi Yadea sebelumnya.

Posisi duduk juga dinilai lebih ergonomis karena baterai kini ditempatkan di bawah jok, bukan di dek kaki seperti model lama. Hal ini membuat area kaki terasa lebih lega dan posisi berkendara tidak lagi terasa jongkok.

Bahkan untuk pengendara dengan tinggi badan 171 cm, kaki masih bisa menapak sempurna ke aspal. Dek kaki yang luas juga memungkinkan pengguna membawa barang seperti galon air atau tabung gas.

Fitur Digital dan Aplikasi Jadi Andalan

Kelebihan terbesar motor listrik Yadea Osta justru ada pada fitur digital dan aplikasi pintarnya. Motor ini sudah terhubung dengan aplikasi khusus yang memungkinkan pengguna mengontrol berbagai fungsi langsung dari smartphone.

Pengguna bisa menyalakan motor tanpa kunci fisik, membuka jok, melihat lokasi kendaraan lewat GPS, hingga memantau konsumsi baterai secara real time.

Selain itu, aplikasi juga menyediakan fitur pengaturan respons gas, kontrol traction control system (TCS), hingga electronic fence untuk keamanan tambahan.

Panel speedometer TFT digital yang digunakan juga mendapat banyak pujian karena tampil tajam dan mudah dibaca, baik siang maupun malam hari.

Lampu utama motor juga disebut sangat terang sehingga nyaman digunakan untuk perjalanan malam.

Biaya Operasional Sangat Murah

Hal paling menarik dari motor listrik Yadea Osta adalah biaya operasionalnya yang sangat rendah. Untuk perjalanan pulang-pergi kantor sejauh sekitar 78 kilometer, biaya listrik yang dibutuhkan bahkan tidak sampai Rp5 ribu.

Pengguna menyebut motor ini hanya menghabiskan sekitar 2,9 kWh untuk pengisian ulang baterai setelah dipakai seharian.

Dengan biaya semurah itu, motor listrik dianggap sangat cocok untuk pekerja kantoran atau pengguna dengan mobilitas rutin harian.

Secara keseluruhan, Yadea Osta dinilai cocok bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi, kenyamanan, dan fitur modern dibanding kecepatan tinggi.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#motor listrik 2026 #Biaya Cas Motor Listrik #kelebihan motor listrik #motor listrik Yadea Osta #review Yadea Osta