Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review Yadea Osta 2026: Dipakai Seminggu Buat Ngantor, Motor Listrik Ini Ternyata Punya Kekurangan yang Bikin Kaget

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB
Review Yadea Osta 2026 bongkar kelebihan dan kekurangan motor listrik ini setelah dipakai seminggu buat ngantor. (Pinterest)
Review Yadea Osta 2026 bongkar kelebihan dan kekurangan motor listrik ini setelah dipakai seminggu buat ngantor. (Pinterest)

Blitar Kawentar – Review Yadea Osta 2026 kembali ramai dibahas setelah seorang konten kreator otomotif membagikan pengalaman menggunakan motor listrik tersebut selama lebih dari satu minggu untuk aktivitas harian. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Yadea Osta disebut memiliki banyak fitur canggih dan biaya operasional super hemat, namun ternyata masih menyimpan beberapa kekurangan yang cukup terasa.

Motor listrik Yadea Osta kini memang mulai dilirik masyarakat Indonesia, khususnya pekerja kantoran yang ingin mengurangi biaya transportasi harian. Dengan desain modern, fitur digital melimpah, dan baterai besar, motor ini dianggap menjadi salah satu pesaing serius di kelas motor listrik premium.

Namun, apakah Yadea Osta benar-benar layak dibeli di harga hampir Rp25 jutaan?

Kekurangan Yadea Osta yang Paling Terasa

Pengguna mengaku salah satu kekurangan paling mengganggu dari Yadea Osta adalah bagian standar samping dan standar tengah yang mudah gasruk saat menikung. Meski motor ini tidak terlalu ceper, posisi standar dianggap terlalu rendah sehingga kurang nyaman bagi pengendara yang suka rebah saat belok.

Selain itu, performa kecepatan juga dianggap masih kurang memuaskan. Dalam mode sport, top speed motor listrik ini hanya berada di kisaran 70 km/jam. Bahkan saat diuji di jalan menurun, angka maksimal di speedometer hanya menyentuh 72 km/jam.

Padahal, menurut pengulas, harga motor listrik ini sudah menyentuh Rp24,8 juta sehingga ekspektasi konsumen tentu lebih tinggi. Ia berharap Yadea Osta setidaknya mampu mencapai kecepatan 80 hingga 85 km/jam agar lebih sebanding dengan banderolnya.

Motor ini memang memiliki mode tambahan seperti boost mode yang aktif setelah tuas gas diputar dua kali. Dalam kondisi tanpa beban, mode tersebut diklaim bisa mencapai 81 km/jam. Sayangnya, saat digunakan di jalan raya, peningkatan performanya tidak terlalu terasa signifikan.

Kekurangan lain yang cukup disorot adalah penggunaan dinamo 1.500 watt. Saat diuji di tanjakan, kecepatan motor turun drastis hingga 12 km/jam. Kondisi itu membuat pengendara merasa kurang percaya diri ketika melibas tanjakan curam.

Baca Juga: Daftar Harga Motor Listrik Oktober 2025, Mulai Rp8 Jutaan! United, Exotic, hingga Alva Diskon Besar di Transmart Cibubur

 

Bagasi Kecil dan Belum Ada Fast Charging

Yadea Osta juga dinilai masih memiliki bagasi yang sempit. Pengguna mengaku beberapa barang bawaan seperti jas hujan ukuran besar terpaksa digantung di bagian depan karena ruang penyimpanan di bawah jok tidak cukup luas.

Meski baterainya sudah menggunakan lithium 45 Ah, motor ini juga belum dibekali teknologi fast charging resmi dari pabrikan. Charger bawaan hanya memiliki output 6 ampere sehingga waktu pengisian daya dari kosong hingga penuh memerlukan sekitar 6 sampai 7 jam.

Bagi sebagian pengguna, waktu charging tersebut masih terasa terlalu lama untuk motor listrik modern di kelas premium.

Kelebihan Yadea Osta Bikin Nyaman Dipakai Harian

Meski punya beberapa kekurangan, Yadea Osta tetap menawarkan banyak kelebihan yang membuatnya nyaman digunakan sehari-hari. Salah satu yang paling dipuji adalah suspensi belakangnya yang empuk dan nyaman, bahkan saat digunakan oleh pengendara berbobot besar.

Posisi duduk motor ini juga disebut jauh lebih ergonomis dibanding generasi motor listrik Yadea sebelumnya. Area deck luas membuat pengendara tetap nyaman membawa barang seperti galon atau tas belanja.

Baterai 45 Ah yang digunakan pada varian tertinggi Yadea Osta P juga dianggap menjadi nilai jual utama. Kapasitas besar tersebut membuat motor lebih jarang dicas dan dinilai cocok untuk penggunaan harian seperti pulang-pergi kantor.

Menariknya lagi, motor ini sudah menggunakan layar TFT full digital dengan tampilan tajam dan informatif. Pengendara bisa melihat informasi baterai, trip meter, hingga navigasi langsung dari panel speedometer.

Baca Juga: Alpha N3 Next Gen 2026 Jadi Buruan, Motor Listrik Murah dengan Boost Charge dan Jarak Tempuh 140 Km Bikin Pabrikan Jepang Panik

 

Aplikasi Pintar Jadi Andalan

Salah satu fitur yang paling disukai dari Yadea Osta adalah aplikasi smartphone yang terintegrasi dengan motor. Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa menyalakan motor, membuka jok, memantau posisi kendaraan lewat GPS, hingga melihat riwayat perjalanan.

Tak hanya itu, tersedia pula fitur electronic fence, pengaturan respons gas, kontrol suara kendaraan, hingga fitur keamanan otomatis saat standar samping aktif.

Motor listrik ini juga sudah dilengkapi cruise control, HDC untuk menahan laju di turunan, dan sistem pengereman yang membuat motor tidak mudah mundur saat berhenti di tanjakan.

Lampu utama Yadea Osta pun disebut sangat terang dan nyaman digunakan untuk perjalanan malam hari.

Biaya Operasional Sangat Murah

Dalam pengujian penggunaan harian, pengulas menyebut biaya operasional Yadea Osta sangat hemat. Untuk perjalanan pulang-pergi kantor sejauh 78 kilometer, motor hanya membutuhkan sekitar 2,9 kWh listrik saat pengisian daya.

Jika dihitung menggunakan tarif listrik rumah tangga, biaya charging bahkan tidak sampai Rp5.000 per hari. Angka tersebut jelas jauh lebih murah dibanding biaya bensin motor konvensional.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Yadea Osta dianggap cocok untuk pekerja kantoran, ibu rumah tangga, maupun pengguna harian yang mengutamakan efisiensi biaya dan fitur modern.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#motor listrik 2026 #review Yadea Osta #yadea osta #motor listrik yadea #motor listrik buat ngantor