BLITAR KAWENTAR - Hyundai Stargazer X Cartenz 2025 resmi hadir sebagai varian paling mahal di keluarga Stargazer. Mobil yang baru meluncur di GIIAS 2025 ini langsung mencuri perhatian berkat fitur melimpah, interior premium, dan teknologi canggih khas Hyundai.
Namun di balik semua kelebihannya, desain depan Hyundai Stargazer X Cartenz justru masih menjadi perdebatan. Banyak pecinta otomotif menilai wajah barunya terlalu ramai dan kurang menyatu dengan karakter bodi Stargazer sebelumnya.
Dalam pengujian harian yang dilakukan reviewer otomotif nasional, Stargazer X Cartenz disebut tetap menjadi salah satu LMPV dan LSUV terbaik di kelasnya, terutama dari sisi rasa berkendara dan kelengkapan fitur.
“Secara fitur, rasa berkendara dan mesin, Stargazer masih yang terbaik. Tapi desain depannya memang enggak semua orang suka,” ujar reviewer.
Desain Baru Hyundai Stargazer X Cartenz Masih Kontroversial
Perubahan terbesar Hyundai Stargazer X Cartenz memang ada di sektor eksterior depan. Logo Hyundai kini menggunakan model flat hitam, dipadukan grill besar dan bumper yang terlihat lebih agresif.
Lampu utama LED juga dipindahkan ke bagian atas, lengkap dengan garis horizontal yang menyambung dari kiri ke kanan. Meski tampil beda, reviewer menilai desain tersebut kurang futuristis dibanding Stargazer generasi awal.
Namun untuk bagian belakang, Stargazer X Cartenz justru mendapat pujian. Desain lampu belakang dianggap lebih modern dan clean dibanding model sebelumnya.
Velg baru 17 inci dengan ban 205/50 R17 juga membuat tampilan mobil lebih sporty. Hanya saja, penggunaan profil ban lebih tipis membuat bantingan terasa sedikit lebih keras dibanding Stargazer lama.
Interior Jadi Nilai Jual Utama
Masuk ke kabin, Hyundai Stargazer X Cartenz langsung menunjukkan peningkatan besar dibanding model sebelumnya.
Dashboard kini tampil jauh lebih modern dengan layar digital panjang yang terintegrasi seperti Hyundai Ioniq 5 dan Palisade. Desainnya lebih rendah sehingga tidak mengganggu pandangan pengemudi.
Reviewer bahkan menyebut interior baru Stargazer kini terasa seperti mobil kelas di atasnya.
“Hyundai akhirnya bikin interior Stargazer yang benar-benar bagus dan fungsional,” katanya.
Tombol fisik untuk AC dan audio masih dipertahankan sehingga memudahkan pengoperasian saat berkendara. Selain itu tersedia wireless charger, USB Type-C, electronic parking brake, auto hold hingga ventilated seat untuk pengemudi.
Varian tertinggi ini juga mendapat floating console baru yang membuat area tengah terasa lebih lega dan modern.
ADAS Hyundai Jadi Salah Satu yang Terbaik
Salah satu fitur paling menonjol di Hyundai Stargazer X Cartenz adalah Hyundai SmartSense terbaru.
Mobil ini kini sudah dilengkapi adaptive cruise control, lane keeping assist, blind view monitoring hingga kamera 360 derajat berkualitas tinggi.
Blind view monitoring menjadi fitur favorit karena tampilan kamera samping muncul langsung di panel instrumen saat lampu sein diaktifkan.
Reviewer menyebut sistem ADAS Hyundai menjadi salah satu yang paling natural dan bisa dipercaya di kelasnya.
“Kalau sudah biasa pakai ADAS Hyundai, pindah ke mobil lain jadi terasa kurang,” ungkapnya.
Mesin 1.500 cc Jadi Salah Satu yang Terbaik di Kelasnya
Meski masih memakai mesin lama, performa Hyundai Stargazer X Cartenz tetap mendapat pujian tinggi.
Mobil ini menggunakan mesin 1.500 cc Smartstream dengan tenaga 115 PS dan transmisi IVT. Karakter mesin disebut responsif sejak putaran bawah sehingga tidak terasa loyo meski bodinya besar.
Reviewer bahkan menyebut tenaga Stargazer terasa seperti mobil bermesin lebih besar.
“Mesinnya enggak underpower sama sekali. Respons bawahnya cepat dan enak buat nyalip,” jelasnya.
Selain bertenaga, konsumsi bahan bakarnya juga dinilai cukup irit untuk kategori mesin naturally aspirated non-hybrid.
Harga Hampir Rp400 Juta Jadi Tantangan
Seluruh fitur premium dan teknologi tersebut membuat Hyundai Stargazer X Cartenz kini dibanderol Rp391,9 juta OTR Jakarta.
Harga itu menjadikannya salah satu LSUV dan LMPV termahal di kelasnya, bahkan mulai mendekati segmen MPV medium.
Meski begitu, reviewer menilai harga tersebut masih cukup masuk akal jika melihat fitur, kualitas interior, teknologi ADAS hingga kenyamanan berkendara yang ditawarkan.
Namun satu hal yang masih menjadi pekerjaan rumah Hyundai adalah desain depan yang belum sepenuhnya diterima pasar Indonesia.
Editor : Fadhilah Salsa Bella