6 Kekurangan Toyota Kijang Krista 2002 Terungkap, Boros BBM hingga Kopling Berat Jadi Sorotan

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 15 Mei 2026 | 20:21 WIB
Kekurangan Toyota Kijang Krista 2002 mulai dari boros BBM, kopling berat, hingga fitur minim. Simak ulasannya di sini (Pinterest).
Kekurangan Toyota Kijang Krista 2002 mulai dari boros BBM, kopling berat, hingga fitur minim. Simak ulasannya di sini (Pinterest).

BLITAR KAWENTAR - Toyota Kijang Krista 2002 masih menjadi salah satu mobil lawas favorit di Indonesia. Meski dikenal tangguh dan memiliki harga jual stabil, ternyata mobil legendaris ini juga memiliki sejumlah kekurangan yang wajib dipertimbangkan sebelum membeli.

Dalam sebuah ulasan pengalaman pribadi pengguna, disebutkan ada enam kekurangan Toyota Kijang Krista 2002 yang paling sering dirasakan selama pemakaian harian. Mulai dari konsumsi BBM yang boros hingga fitur keselamatan yang minim.

Keyword “kekurangan Toyota Kijang Krista 2002” kini banyak dicari calon pembeli mobil bekas, terutama mereka yang sedang membandingkan MPV lawas ini dengan mobil modern seperti Toyota Avanza atau LCGC.

Meski begitu, reviewer menegaskan bahwa ulasan tersebut murni berdasarkan pengalaman pribadi selama menggunakan Toyota Kijang Krista bermesin 2.000 cc.

Baca Juga: Mobil Bekas Murah 2025 Diburu, BMW 320i Langka KM 28 Ribu hingga Honda CR-V Rp100 Jutaan Bikin Netizen Tergiur

Handling Dinilai Kurang Lincah

Kekurangan pertama yang disorot adalah karakter handling mobil yang dianggap kurang responsif dibanding MPV modern.

Reviewer menyebut Toyota Kijang Krista memiliki karakter mobil besar dan terasa berat saat dikendarai. Mobil memang terasa kokoh dan berotot, tetapi tidak terlalu lincah ketika bermanuver.

“Mobil ini terasa sangat berotot, tapi handling-nya kurang lincah,” ujar reviewer.

Karakter tersebut berbeda dengan Toyota Avanza yang memiliki dimensi lebih kecil dan terasa lebih ringan digunakan di jalan perkotaan.

Kopling Berat Jadi Keluhan Pengguna

Kekurangan kedua ada pada bagian kopling. Pengguna menyebut pedal kopling Toyota Kijang Krista terasa cukup berat, terutama saat digunakan di kondisi macet.

Hal ini dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi yang terbiasa menggunakan mobil modern dengan kopling lebih ringan.

Menurut reviewer, ukuran mobil yang besar dan kapasitas mesin 2.000 cc menjadi salah satu alasan mengapa karakter kopling terasa lebih berat dibanding MPV kecil.

Baca Juga: Mobil Sedan Bekas 90-an Masih Diburu, Ini Daftar Sedan Timeless Rp50 Jutaan yang Desainnya Tak Kalah dari Mobil Baru

Konsumsi BBM Relatif Boros

Konsumsi bahan bakar menjadi kekurangan ketiga yang cukup banyak dikeluhkan pengguna Toyota Kijang Krista 2002.

Dalam penggunaan harian, mobil ini disebut hanya mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 7 kilometer per liter. Angka tersebut tergolong boros jika dibandingkan mobil keluarga modern saat ini.

Namun, reviewer menilai karakter tersebut masih bisa dimaklumi karena Toyota Kijang Krista memang menggunakan mesin besar dan bobot kendaraan yang cukup berat.

“Mobil ini memang untuk pria dewasa yang suka mobil berkarakter,” katanya.

Wajib Perhatikan Kondisi Kaki-Kaki

Kekurangan keempat yang perlu diperhatikan calon pembeli adalah kondisi kaki-kaki dan bodi bawah mobil.

Karena usia kendaraan sudah lebih dari 20 tahun, pembeli disarankan memeriksa bagian kolong, kaki-kaki, hingga potensi karat atau keropos pada bodi.

Pengecekan detail dinilai penting agar pembeli tidak mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan setelah mobil dibawa pulang.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Rp50 Jutaan Terbaik 2025, Ada Avanza, Honda Jazz hingga Nissan March yang Irit dan Bandel

Fitur Keselamatan Sangat Minim

Masuk ke kekurangan kelima, Toyota Kijang Krista 2002 disebut memiliki fitur keselamatan dan multimedia yang sangat terbatas.

Pada versi standar, dashboard hanya berisi pengaturan dasar seperti AC dan audio sederhana. Mobil ini juga belum dilengkapi airbag maupun fitur keselamatan modern lain.

Untuk keamanan, pengguna hanya mengandalkan seatbelt tanpa dukungan teknologi tambahan seperti ABS atau electronic stability control yang kini sudah umum ditemukan pada mobil baru.

Top Speed Dinilai Kurang Maksimal

Kekurangan terakhir ada pada sektor performa kecepatan atas atau top speed.

Meski menggunakan mesin 2.000 cc, reviewer menyebut Toyota Kijang Krista hanya mampu mencapai kecepatan sekitar 120 km/jam.

Hal tersebut dianggap kurang sebanding dengan konsumsi BBM yang cukup besar. Bahkan, menurut reviewer, performa kecepatan atas mobil ini tidak jauh berbeda dengan beberapa mobil LCGC modern.

Meski memiliki sejumlah kekurangan, Toyota Kijang Krista tetap dikenal sebagai mobil keluarga yang tangguh. Bodi kokoh, spare part melimpah, serta harga jual stabil menjadi alasan mobil ini masih banyak diburu hingga sekarang.

Tak heran jika Toyota Kijang Krista 2002 tetap memiliki komunitas dan penggemar setia di pasar mobil bekas Indonesia.

Baca Juga: Hyundai Stargazer Cartenz X 2026 Dikritik Habis soal Desain, Tapi Fitur dan Interiornya Bikin Rival LSUV Minder

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
mobil bekas Toyota Kekurangan Toyota Kijang Krista 2002 Kijang Krista 2002 Review Kijang Krista Toyota Kijang Krista