BLITAR KAWENTAR - Toyota Kijang Krista 2002 masih menjadi salah satu mobil lawas favorit di Indonesia. Meski dikenal tangguh dan memiliki harga jual stabil, ternyata mobil legendaris ini juga memiliki sejumlah kekurangan yang wajib dipertimbangkan sebelum membeli.
Dalam sebuah ulasan pengalaman pribadi pengguna, disebutkan ada enam kekurangan Toyota Kijang Krista 2002 yang paling sering dirasakan selama pemakaian harian. Mulai dari konsumsi BBM yang boros hingga fitur keselamatan yang minim.
Keyword “kekurangan Toyota Kijang Krista 2002” kini banyak dicari calon pembeli mobil bekas, terutama mereka yang sedang membandingkan MPV lawas ini dengan mobil modern seperti Toyota Avanza atau LCGC.
Meski begitu, reviewer menegaskan bahwa ulasan tersebut murni berdasarkan pengalaman pribadi selama menggunakan Toyota Kijang Krista bermesin 2.000 cc.
Handling Dinilai Kurang Lincah
Kekurangan pertama yang disorot adalah karakter handling mobil yang dianggap kurang responsif dibanding MPV modern.
Reviewer menyebut Toyota Kijang Krista memiliki karakter mobil besar dan terasa berat saat dikendarai. Mobil memang terasa kokoh dan berotot, tetapi tidak terlalu lincah ketika bermanuver.
“Mobil ini terasa sangat berotot, tapi handling-nya kurang lincah,” ujar reviewer.
Karakter tersebut berbeda dengan Toyota Avanza yang memiliki dimensi lebih kecil dan terasa lebih ringan digunakan di jalan perkotaan.
Kopling Berat Jadi Keluhan Pengguna
Kekurangan kedua ada pada bagian kopling. Pengguna menyebut pedal kopling Toyota Kijang Krista terasa cukup berat, terutama saat digunakan di kondisi macet.
Hal ini dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi yang terbiasa menggunakan mobil modern dengan kopling lebih ringan.
Menurut reviewer, ukuran mobil yang besar dan kapasitas mesin 2.000 cc menjadi salah satu alasan mengapa karakter kopling terasa lebih berat dibanding MPV kecil.
Konsumsi BBM Relatif Boros
Konsumsi bahan bakar menjadi kekurangan ketiga yang cukup banyak dikeluhkan pengguna Toyota Kijang Krista 2002.
Dalam penggunaan harian, mobil ini disebut hanya mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 7 kilometer per liter. Angka tersebut tergolong boros jika dibandingkan mobil keluarga modern saat ini.
Namun, reviewer menilai karakter tersebut masih bisa dimaklumi karena Toyota Kijang Krista memang menggunakan mesin besar dan bobot kendaraan yang cukup berat.
“Mobil ini memang untuk pria dewasa yang suka mobil berkarakter,” katanya.
Wajib Perhatikan Kondisi Kaki-Kaki
Kekurangan keempat yang perlu diperhatikan calon pembeli adalah kondisi kaki-kaki dan bodi bawah mobil.
Karena usia kendaraan sudah lebih dari 20 tahun, pembeli disarankan memeriksa bagian kolong, kaki-kaki, hingga potensi karat atau keropos pada bodi.
Pengecekan detail dinilai penting agar pembeli tidak mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan setelah mobil dibawa pulang.
Fitur Keselamatan Sangat Minim
Masuk ke kekurangan kelima, Toyota Kijang Krista 2002 disebut memiliki fitur keselamatan dan multimedia yang sangat terbatas.
Pada versi standar, dashboard hanya berisi pengaturan dasar seperti AC dan audio sederhana. Mobil ini juga belum dilengkapi airbag maupun fitur keselamatan modern lain.
Untuk keamanan, pengguna hanya mengandalkan seatbelt tanpa dukungan teknologi tambahan seperti ABS atau electronic stability control yang kini sudah umum ditemukan pada mobil baru.
Top Speed Dinilai Kurang Maksimal
Kekurangan terakhir ada pada sektor performa kecepatan atas atau top speed.
Meski menggunakan mesin 2.000 cc, reviewer menyebut Toyota Kijang Krista hanya mampu mencapai kecepatan sekitar 120 km/jam.
Hal tersebut dianggap kurang sebanding dengan konsumsi BBM yang cukup besar. Bahkan, menurut reviewer, performa kecepatan atas mobil ini tidak jauh berbeda dengan beberapa mobil LCGC modern.
Meski memiliki sejumlah kekurangan, Toyota Kijang Krista tetap dikenal sebagai mobil keluarga yang tangguh. Bodi kokoh, spare part melimpah, serta harga jual stabil menjadi alasan mobil ini masih banyak diburu hingga sekarang.
Tak heran jika Toyota Kijang Krista 2002 tetap memiliki komunitas dan penggemar setia di pasar mobil bekas Indonesia.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest