BLITAR KAWENTAR - Banyak orang masih menganggap biaya perawatan Toyota Camry lawas sangat mahal. Padahal, sedan premium bekas ini ternyata masih cukup ramah di kantong jika mendapatkan unit yang kondisinya sehat sejak awal pembelian.
Hal itu diungkapkan seorang pemilik Toyota Camry generasi XV40 yang membagikan pengalaman penggunaan mobilnya selama hampir tujuh bulan. Dalam video ulasan tersebut, ia membeberkan secara rinci biaya maintenance, konsumsi BBM, hingga pajak tahunan mobil mewah lawas tersebut.
Toyota Camry generasi XV40 memang menjadi salah satu sedan premium bekas yang masih banyak diburu. Selain desainnya elegan, mobil ini juga terkenal nyaman dipakai harian maupun perjalanan luar kota.
Pemilik mobil mengatakan dirinya sengaja membagi pengeluaran menjadi tiga bagian utama, yakni biaya maintenance dan spare part, biaya bahan bakar, serta biaya pajak tahunan.
Biaya Perawatan Toyota Camry Selama 7 Bulan
Selama enam hingga tujuh bulan pemakaian, ternyata pengeluaran terbesar datang dari penggantian shockbreaker belakang. Saat mobil dibeli, kondisi shockbreaker memang sudah mulai lemah sehingga harus segera diganti.
Pemilik menggunakan shockbreaker merek Tokico, yang juga dikenal sebagai pemasok original Toyota. Bedanya, produk tersebut tidak memakai branding Toyota sehingga harganya lebih murah.
Biaya penggantian shockbreaker belakang lengkap dengan pemasangan mencapai sekitar Rp2,25 juta.
Selain itu, Toyota Camry lawas ini juga menjalani servis rutin di bengkel resmi Auto2000 Toyota. Salah satu servis yang dilakukan berupa penggantian filter bensin dengan total biaya sekitar Rp650 ribu.
Untuk oli mesin, pemilik memilih menggunakan oli Total Quartz 7000, bukan oli bawaan Toyota. Kebutuhan oli mobil ini sekitar 4 liter lebih sedikit berikut filter oli.
Sekali ganti oli mesin menghabiskan dana sekitar Rp500 ribu termasuk filter oli. Penggantian dilakukan setiap 5.000 kilometer agar performa mesin tetap optimal.
Oli Matic hingga Kampas Rem Ikut Diganti
Perawatan lain yang cukup menguras biaya adalah flushing oli transmisi otomatis. Langkah ini dilakukan karena kondisi oli matic sudah menghitam sehingga perlu dikuras total.
Proses flushing menggunakan sekitar delapan botol oli transmisi merek Aisin. Total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp1 jutaan.
Tak hanya itu, pemilik juga mengganti kampas rem belakang karena sudah mulai tipis. Spare part original Toyota dibeli dengan harga sekitar Rp450 ribu ditambah ongkos pasang Rp100 ribu.
Sementara untuk spooring roda, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp210 ribu.
Jika dijumlahkan, total biaya perawatan Toyota Camry lawas selama hampir tujuh bulan ternyata masih tergolong wajar untuk ukuran sedan premium.
Pemilik juga menegaskan mobil yang dibelinya memang masih dalam kondisi prima sehingga tidak membutuhkan banyak perbaikan besar.
Konsumsi BBM Toyota Camry di Dalam Kota
Selain biaya servis, konsumsi BBM juga menjadi perhatian utama calon pembeli sedan besar seperti Toyota Camry.
Mobil ini sehari-hari lebih sering digunakan sang istri untuk perjalanan rumah ke kantor. Jarak tempuh harian sekitar 12 sampai 13 kilometer pulang-pergi.
Dalam kondisi tersebut, konsumsi BBM disebut cukup irit untuk ukuran mesin 2.400 cc. Pengeluaran bensin mingguan hanya sekitar Rp120 ribu hingga Rp130 ribu menggunakan Pertamax.
Namun ketika digunakan sendiri oleh pemilik dengan mobilitas lebih tinggi, biaya BBM meningkat menjadi sekitar Rp200 ribu per minggu.
Rata-rata konsumsi BBM yang muncul di MID mobil berada di angka 8,1 kilometer per liter. Angka tersebut dicapai dengan kecepatan rata-rata 17 km/jam yang didominasi penggunaan dalam kota.
Meski tergolong boros dibanding mobil LCGC modern, konsumsi BBM tersebut masih dianggap masuk akal untuk sedan premium bermesin besar.
Pajak Tahunan Masih Terjangkau
Hal menarik lainnya adalah biaya pajak Toyota Camry lawas yang ternyata tidak setinggi dugaan banyak orang.
Pemilik menyebut pajak tahunan mobilnya berada di kisaran Rp2 jutaan dan bahkan belum menyentuh Rp2,1 juta.
Menurutnya, angka tersebut cukup terjangkau untuk sebuah sedan mewah bekas. Bahkan, nominal pajaknya disebut tidak jauh berbeda dibanding beberapa mobil baru kelas bawah.
Jangan Asal Pilih Mobil Mewah Bekas
Pemilik juga memberikan pesan penting bagi calon pembeli Toyota Camry bekas maupun sedan premium lawas lainnya.
Ia menegaskan kondisi unit menjadi faktor paling penting sebelum membeli. Sebab jika mendapatkan unit bekas banjir, bekas tabrakan, atau kilometer tinggi, biaya perbaikan bisa membengkak drastis.
Menurutnya, harga spare part original Toyota untuk Camry tetap tergolong mahal jika harus melakukan perbaikan besar.
Karena itu, calon pembeli disarankan mencari unit yang benar-benar sehat agar biaya perawatan tetap terkendali dan pengalaman memakai sedan mewah lawas tetap menyenangkan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella