TULUNGAGUNG – Dunia gadget gempar setelah Tecno POVA 6 mengalami koreksi harga yang cukup drastis. Rilis di angka Rp2,8 juta, namun dalam waktu kurang dari dua bulan, ponsel ini sudah bisa dipinang hanya dengan Rp2,1 juta saja. Penurunan harga yang signifikan ini memicu tanya: ada apa dengan HP ini? Apakah ini murni persaingan pasar, atau ada kualitas yang dikorbankan? Berikut adalah ulasan lengkapnya.
Desain Cyber Mecha yang Nyentrik dan Build Quality Solid
Secara visual, Tecno POVA 6 membawa bahasa desain Cyber Mecha yang sangat ramai dan futuristik. Bezel layarnya sudah tipis, memberikan kesan modern dari depan, meski modul kameranya terlihat sangat besar di bagian belakang. Material bodinya memang full plastik dengan backdoor glossy yang rawan jamur, namun secara build quality terasa solid dan sudah mengantongi sertifikasi IP53.
Meski dimensinya jumbo, HP ini tetap nyaman digenggam karena bodinya cukup tipis. Keunggulan lain di sektor ini adalah kelengkapan port yang masih mempertahankan Jack Audio 3,5mm, slot Micro SD, hingga fitur langka seperti Infrared Blaster. Desain ini mungkin tidak masuk selera semua orang, namun bagi anak muda atau mereka yang mencari identitas "gaming", POVA 6 tampil sangat menonjol.
Performa Helio G99 Ultimate: Sang Raja Entry-Level
Dapur pacu Tecno POVA 6 dipercayakan pada chipset MediaTek Helio G99 Ultimate. Dengan skor Antutu 10 mencapai 436 ribu poin, performa hariannya terasa sangat lancar. Dukungan RAM hingga 12GB dan storage 256GB UFS 2.2 membuat multitasking tidak menjadi kendala. Fitur keamanannya pun lengkap, mulai dari sensor sidik jari di dalam layar yang akurat hingga NFC yang responsif untuk duplikasi kartu.
Namun, perlu dicatat bahwa varian 4G ini belum mendukung Bypass Charging—fitur yang hanya tersedia di varian Pro 5G. Sebagai gantinya, Tecno menyematkan baterai monster 6000 mAh dengan pengisian cepat 70 Watt yang mampu mengisi daya penuh dalam waktu 50 menit. Untuk urusan suhu, hadirnya vapor chamber membantu menjaga panas di kisaran 39-42 derajat Celcius saat bermain game berat.
Layar AMOLED 120Hz yang Memanjakan Mata
Sektor layar menjadi salah satu nilai jual terkuat. Panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan 1300 nits membuat konten terlihat tajam dan warna yang hidup. Layar ini juga sudah dilapisi oleophobic coating sehingga terasa licin dan responsif untuk mengetik maupun bermain game tanpa touch delay.
Hanya saja, kualitas audionya sedikit mengecewakan. Meskipun berlabel Dolby Atmos, stereo speaker-nya terasa kurang lantang dan bass-nya kurang terasa jika dibandingkan dengan pesaingnya, Infinix Note 40. Menariknya, lampu LED di bagian belakang akan ikut menyala mengikuti irama musik, meski getaran backdoor akan terasa jika volume diputar di atas 70%.
Gaming Test dan Kemampuan Kamera
Dalam pengujian game, Tecno POVA 6 menunjukkan taringnya sebagai HP gaming murah:
-
Mobile Legends: Stabil di 80-90 FPS (Grafik Ultra/Super).
-
Genshin Impact: Masih bisa dinikmati di 28-30 FPS pada settingan Medium (Eksplorasi Natlan).
-
PUBG Mobile: Stabil di 40 FPS (Smooth Ultra) dengan gyroscope hardware yang akurat.
Di sektor kamera, sensor 108MP ISOCELL HM6 memberikan kejutan. Jika seri POVA sebelumnya sering dianggap punya kamera "burik", POVA 6 membawa improvement yang nyata. Detail fotonya lumayan bagus dengan dynamic range yang oke untuk harga 2 jutaan. Meski perekaman video 2K 30 FPS-nya standar, kehadiran kamera selfie 32MP sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan harian.
Kesimpulan: HP "Mainan" yang Berkualitas
Dengan skor akhir 42 poin, Tecno POVA 6 masuk dalam kategori sangat direkomendasikan, terutama jika Anda bisa mendapatkannya di harga Rp2,1 juta. Meskipun dukungan update software-nya terbatas (hanya 1x update Android), HP ini menawarkan paket lengkap: baterai awet, layar AMOLED cantik, dan performa gaming yang mumpuni. Cocok bagi pelajar atau gamer dengan budget ketat yang menginginkan HP bergaya tangguh.
Editor : Natasha Eka Safrina