Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pakai Kamera Flagship Sony IMX 882 dan Snapdragon 7 Gen 4 Pertama di Indonesia, Layakkah Dibeli?

Natasha Eka Safrina • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:51 WIB
Review lengkap Vivo V60: Bedah performa Snapdragon 7 Gen 4, ketajaman kamera periskop Sony IMX 882, dan ketahanan baterai BlueVolt 6500 mAh. (Screenshot Instagram)
Review lengkap Vivo V60: Bedah performa Snapdragon 7 Gen 4, ketajaman kamera periskop Sony IMX 882, dan ketahanan baterai BlueVolt 6500 mAh. (Screenshot Instagram)

 

JAKARTA - Pasar smartphone kelas menengah ke atas kembali memanas dengan kehadiran Vivo V60. Hanya berselang sekitar lima bulan dari peluncuran pendahulunya di Maret 2025, Vivo kembali tancap gas merilis suksesornya. Langkah cepat ini dinilai wajar oleh para pengamat teknologi, mengingat inovasi yang dibawa kali ini tergolong masif dan bukan sekadar penyegaran desain. Vivo V60 dipastikan menjadi smartphone pertama di Indonesia yang mengadopsi chipset generasi terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 7 Gen 4.

Loncatan teknologi paling radikal pada Vivo V60 terletak di sektor fotografi, khususnya kehadiran kamera Super Telephoto 50 MP berfitur OIS (Optical Image Stabilizer). Menariknya, Vivo tidak main-main dengan menyematkan sensor Sony IMX 882, sensor kelas atas yang identik dengan seri flagship Vivo X200. Ditambah dengan sentuhan tuning warna dari ZEISS, kamera telefoto ini mampu menghasilkan jepretan portrait jarak jauh yang sangat rapi. Fitur ini sekaligus menjawab kebutuhan anak muda yang gemar mengabadikan momen saat menonton festival musik atau konser dari jarak jauh.

Berdasarkan pengujian lab, setup kamera belakang Vivo V60 mengombinasikan kamera utama 50 MP Sony IMX 766 dengan OIS, kamera telefoto periskop 50 MP OIS, serta kamera ultrawide 8 MP. Meskipun sektor ultrawide mengalami penurunan resolusi dari generasi sebelumnya demi segmentasi pasar, performa kamera utamanya sangat impresif. Di kondisi minim cahaya (low light), rekaman video pada resolusi 1080p di 60 fps tetap terlihat terang benderang dengan detail yang terjaga tajam dan minim noise. Kamera depannya pun digdaya dengan resolusi 50 MP yang dilengkapi fitur autofokus, sebuah kemampuan yang masih sangat langka di kelas mid-range.

Baca Juga: Vivo V60 Resmi Meluncur! Bawa Kamera Periskop ZEISS dan Baterai Jumbo 6500 mAh, Benarkah Jadi Pembunuh HP Flagship?

Uji Performa Snapdragon 7 Gen 4 dan Polemik UFS

Dapur pacu Vivo V60 yang ditenagai Snapdragon 7 Gen 4 dengan fabrikasi 4 nanometer menunjukkan taringnya dalam pengujian sintetis. Skor Antutu v10 yang diraih dengan mudah menembus angka 1 jutaan poin. Untuk menunjang performa tersebut, unit ini dibekali RAM 12 GB LPDDR4X dengan fitur Extended RAM hingga 12 GB, serta penyimpanan internal berkapasitas 256 GB atau 512 GB.

Suhu Dingin untuk Gaming Intensif

Menariknya, meski menggunakan teknologi penyimpanan UFS 2.2 yang sempat memicu perdebatan di media sosial, performa nyata dalam penggunaan sehari-hari terbukti sangat lancar tanpa kendala. Hal ini membuktikan bahwa kecepatan sebuah smartphone merupakan kombinasi harmonis antara optimalisasi software Funtouch OS 15, efisiensi CPU, dan manajemen RAM, bukan sekadar angka di atas kertas.

Saat diuji untuk melibas game berat, performa Vivo V60 tergolong sangat stabil berkat dukungan sistem pendingin Vapor Chamber (VC) Cooling. Pada game Mobile Legends, ponsel ini mampu berjalan stabil di 90 fps tanpa ada gejala frame drop. Sementara untuk game super berat seperti Genshin Impact pada setelan grafis Highest 60 fps, performa rata-rata berada di kisaran 40 fps. Nilai plusnya, manajemen termal smartphone ini luar biasa baik. Setelah dipakai bermain game intensif dalam waktu lama, suhu permukaan bodi hanya berkisar antara 40 hingga 42 derajat Celcius, yang berarti hanya terasa hangat kuku saja.

Daya Tahan Baterai BlueVolt 6500 mAh

Sektor daya menjadi daya tarik utama lainnya. Vivo V60 mengemas baterai jumbo berteknologi BlueVolt Carbon Silicon dengan kapasitas 6500 mAh. Istimewanya, kapasitas masif ini tidak membuat bodi ponsel menjadi tebal dan bongsor. Melalui rekayasa material yang canggih, ketebalan bodi Vivo V60 tetap mampu dipertahankan di angka 7,5 mm saja dengan bobot yang proporsional di kisaran 200 gram.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Chevrolet Spin Terungkap, MPV Diesel Murah dengan Kabin Senyap Ini Ternyata Masih Layak Dibeli

Untuk pertama kalinya di V-series, Vivo juga menyematkan fitur Bypass Charging yang sangat berguna bagi para gamer. Fitur ini memungkinkan daya dari charger langsung dialirkan ke mainboard tanpa melewati proses pengisian baterai, sehingga suhu ponsel tetap dingin saat dimainkan sambil diisi daya. Ketika baterai habis, pengisian daya menggunakan 90W Flash Charge mampu mengisi dari 1 hingga 50 persen hanya dalam waktu 29 menit, dan penuh total dalam waktu 57 saja.

Layar Sinematik dan Ketahanan Ekstrem

Pengalaman visual pengguna dimanjakan oleh layar AMOLED lengkung (Curved Design) berukuran 6,77 inci dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz. Layar beresolusi tajam ini dilapisi kaca pelindung Scott Sensation Core yang tangguh. Dalam simulasi penggunaan luar ruangan, tingkat kecerahan layar penuh mampu menyentuh angka 1300 nits, menjamin keterbacaan teks yang sangat baik di bawah terik matahari.

Melengkapi kemewahannya, Vivo V60 sudah mengantongi sertifikasi ganda IP68 dan IP69. Ponsel ini tidak hanya tahan jika tidak sengaja tercebur ke dalam air bersih, namun juga kedap terhadap semprotan air bersuhu tinggi hingga tekanan ekstrem. Ditambah jaminan pembaruan sistem operasi Android hingga 4 kali dan pembaruan keamanan selama 6 tahun, Vivo V60 menjadi paket lengkap smartphone masa depan yang sangat rasional di rentang harga perkiraan Rp 6 hingga Rp 8 jutaan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Vivo V60 #Baterai 6500 mAh #Sony IMX 882 #Review Vivo V60 #Snapdragon 7 Gen 4