Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kelebihan dan Kekurangan Vivo V60: Bawa Sensor Kamera Periskop ZEISS Premium dan Layar Sinematik 5000 Nits, Masihkah Ada Celah Kekurangan?

Natasha Eka Safrina • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:57 WIB
Kelebihan dan Kekurangan Vivo V60: Bawa Sensor Kamera Periskop ZEISS Premium dan Layar Sinematik 5000 Nits, Masihkah Ada Celah Kekurangan?(Screenshot Instagram)
Kelebihan dan Kekurangan Vivo V60: Bawa Sensor Kamera Periskop ZEISS Premium dan Layar Sinematik 5000 Nits, Masihkah Ada Celah Kekurangan?(Screenshot Instagram)

 

JAKARTA - Persaingan pasar smartphone kelas menengah ke atas semakin sengit dengan kemunculan Vivo V60. Sebagai suksesor dari generasi sebelumnya, ponsel ini tidak hanya sekadar membawa penyegaran tampilan, melainkan menawarkan lompatan spesifikasi yang radikal. Hubungan mesra antara Vivo dan pabrikan lensa legendaris asal Jerman, ZEISS, kini diturunkan ke kelas mid-range melalui kehadiran kamera periskop premium. Langkah ini membuat Vivo V60 siap menantang dominasi ponsel di kelas harga yang jauh lebih tinggi.

Loncatan paling signifikan pada Vivo V60 terletak di sektor fotografi jarak jauh. Ponsel ini kini dipersenjatai dengan kamera periskop telefoto 50 MP berbukaan f/2.5 yang menggunakan sensor Sony IMX882. Kamera tele yang didukung fitur OIS (Optical Image Stabilizer) dan 3x optical zoom ini mampu menghasilkan jepretan yang sangat tajam dan minim guncangan. Sektor kamera belakang Vivo V60 kian lengkap dengan kamera utama 50 MP bersensor Sony IMX766 OIS serta kamera ultrawide 8 MP dengan sudut pandang ekstra luas mencapai 120 derajat.

Untuk kebutuhan swafoto, Vivo V60 mengandalkan kamera depan beresolusi 50 MP autofokus yang memiliki sudut pandang lebar 92 derajat. Baik kamera depan maupun belakang ponsel ini sudah sanggup merekam video dengan kualitas sinematik hingga resolusi 4K pada 30 fps. Selain itu, Vivo menyematkan teknologi kecerdasan buatan teranyar lewat AI Image Studio yang mencakup fitur canggih seperti AI Eraser 3.0, AI Magic Mode, AI Expander, hingga AI Hyper Zoom untuk mengoptimalkan ketajaman hasil foto portrait jarak jauh.

Baca Juga: Vivo V60 Resmi Meluncur! Bawa Kamera Periskop ZEISS dan Baterai Jumbo 6500 mAh, Benarkah Jadi Pembunuh HP Flagship?

Dapur Pacu Snapdragon 7 Gen 4 Pertama

Sektor performa menjadi daya tarik yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Vivo V60 menjadi salah satu pionir yang mengadopsi chipset Snapdragon 7 Gen 4 dengan fabrikasi hemat daya 4 nanometer. Chipset gurita (octa-core) ini membawa arsitektur mutakhir yang terdiri dari satu core utama Cryo Prime berbasis Cortex-A720 berkecepatan 2,8 GHz, empat core performa Cortex-A720 berkecepatan 2,4 GHz, serta tiga core efisiensi Cortex-A520.

Integrasi pengolah grafis Adreno 722 membuat performa CPU meningkat hingga 27 persen dan GPU melonjak 30 persen lebih kencang dibanding generasi sebelumnya. Kecepatan dapur pacu ini dikawinkan secara apik dengan opsi RAM memori yang lega, yakni 8 GB atau 12 GB LPDDR4X serta penyimpanan internal berbasis UFS 2.2 berkapasitas 256 GB hingga 512 GB. Di pasar Indonesia, paket performa tinggi ini dilepas dengan harga yang sangat kompetitif mulai dari Rp6 jutaan saja.

Inovasi Baterai Ramping BlueVolt 6500 mAh

Meskipun menggendong baterai monster dengan kapasitas mencapai 6500 mAh, bodi Vivo V60 secara mengejutkan tetap tampil tipis, ringan, dan elegan. Ketebalan bodinya berhasil ditekan di angka 7,5 mm dengan desain melengkung (curved) di keempat sisinya yang ergonomis. Rahasia di balik bodi ramping ini adalah penggunaan teknologi BlueVolt Battery berbasis material silikon karbon generasi ketiga yang memiliki kerapatan energi sangat tinggi.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Chevrolet Spin Terungkap, MPV Diesel Murah dengan Kabin Senyap Ini Ternyata Masih Layak Dibeli

Daya tahan baterai raksasa ini diklaim mampu bertahan hingga 22 jam untuk streaming video YouTube secara nonstop. Proses pengisian daya juga berjalan super instan berkat dukungan fitur 90W Flash Charge. Selain itu, Vivo juga menyertakan fitur Bypass Charging yang sangat disukai para gamer karena mampu mengalirkan daya listrik langsung ke mesin tanpa melewati baterai, menjaga suhu ponsel tetap dingin dan memperpanjang umur komponen baterai saat dimainkan sambil diisi daya.

Layar AMOLED 5000 Nits dan Celah Kekurangan

Pengalaman multimedia pada Vivo V60 dimanjakan oleh panel layar AMOLED lengkung berukuran 6,77 inci yang memiliki rasio bodi ke layar mencapai 88,1 persen. Layar ini sudah mendukung standar visual bioskop HDR10 Plus, color gamut DCI-P3, serta refresh rate dinamis hingga 120 Hz. Untuk penggunaan di luar ruangan di bawah terik matahari, tingkat kecerahan lokal maksimalnya (local peak brightness) mampu menyentuh angka fantastis 5000 nits. Sektor audio juga mengalami peningkatan masif lewat dual stereo speaker yang dilengkapi fitur Audio Booster hingga 400 persen untuk kelantangan suara yang maksimal.

Di balik segala kelebihannya, Vivo V60 masih menyisakan beberapa celah kekurangan yang patut diperhatikan. Ponsel ini belum mendukung fitur pengisian daya tanpa kabel (wireless charging), sebuah fitur yang mulai jamak ditemui pada ponsel kompetitor di kelas harga serupa. Selain itu, penggunaan jenis penyimpanan yang masih bertahan di UFS 2.2 dirasa agak tertinggal untuk kelas menengah atas. Kendati demikian, dengan sertifikasi durabilitas tinggi IP68/IP69 yang tahan air dan debu ekstrem, serta jaminan pembaruan OS Android hingga 4 kali lipat, Vivo V60 tetap menjadi salah satu opsi paling bernilai tinggi di kelasnya.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Vivo V60 #Kamera ZEISS #Baterai 6500 mAh #Spesifikasi Vivo V60 #Snapdragon 7 Gen 4