Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Honda Jazz GD3 Bekas Masih Jadi Buruan, Harga Mulai Rp60 Jutaan tapi Fitur dan Kenyamanan Bikin LCGC Minder

M. Helmi Nurhisam • Minggu, 17 Mei 2026 | 17:39 WIB
Honda Jazz GD3 bekas masih jadi favorit. Harga mulai Rp60 jutaan, fitur lengkap, kabin lega, dan lebih nyaman dari LCGC.(pinterest)
Honda Jazz GD3 bekas masih jadi favorit. Harga mulai Rp60 jutaan, fitur lengkap, kabin lega, dan lebih nyaman dari LCGC.(pinterest)

Blitar Kawentar – Nama Honda Jazz GD3 sampai sekarang masih menjadi salah satu hatchback bekas paling diminati di Indonesia. Meski usianya sudah lebih dari 15 tahun dan produksinya telah dihentikan, mobil ini tetap punya tempat spesial di hati pecinta otomotif karena desain sporty, kabin lega, dan mesin irit bahan bakar.

Menariknya, harga bekas Honda Jazz GD3 kini sudah berada di kisaran Rp60 jutaan hingga Rp110 jutaan tergantung kondisi. Di tengah menjamurnya mobil LCGC baru, banyak orang justru mulai melirik Jazz generasi pertama ini karena dianggap menawarkan kualitas yang lebih baik.

Tak sedikit pecinta otomotif menyebut Honda Jazz GD3 sebagai hatchback “legend” yang sulit tergantikan. Selain nyaman dikendarai, mobil ini juga punya fitur yang tergolong mewah pada masanya.

Sejarah Honda Jazz GD3 di Indonesia

Honda Jazz pertama kali hadir dengan nama Honda Fit di Jepang pada tahun 2001 dengan kode bodi GD3. Mobil ini dirancang sebagai hatchback kompak yang posisinya berada di bawah Honda Civic.

Baca Juga: Honda Jazz G8 2010 Kilometre 17.000 Viral! Mobil “Lupa Dipakai” Ini Bikin Auto Jatuh Cinta, Kondisinya Nyaris Sempurna

Awalnya Honda Fit masuk ke Indonesia melalui importir umum. Namun karena permintaan pasar sangat tinggi, akhirnya pada tahun 2004 PT Honda Prospect Motor resmi memasukkannya ke Indonesia dengan nama Honda Jazz.

Versi awal yang dipasarkan menggunakan teknologi mesin iDSI. Sementara varian VTEC baru hadir satu tahun kemudian, tepatnya pada 2005.

Pada 2006, Honda Jazz GD3 mendapat facelift dengan beberapa perubahan desain eksterior. Setelah itu, generasi kedua berkode GE8 hadir pada 2008 sebelum akhirnya digantikan GK5 di tahun 2014.

Baca Juga: Honda Jazz GE8 Bekas Masih Diburu, Ternyata Ini Alasan Hatchback Lawas Honda Tetap Jadi Favorit Anak Muda

Mesin Irit Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu alasan kenapa Honda Jazz GD3 masih diburu sampai sekarang adalah konsumsi bahan bakarnya yang terkenal irit.

Mobil ini menggunakan mesin L15A 1.500 cc dengan dua pilihan teknologi, yakni iDSI dan VTEC. Mesin iDSI fokus pada efisiensi bahan bakar dengan sistem dual ignition atau dua busi per silinder. Total terdapat delapan busi pada mesin ini.

Tenaga yang dihasilkan memang tidak sebesar versi VTEC, yakni sekitar 87 hp dengan torsi 128 Nm. Namun konsumsi BBM-nya disebut bisa sangat hemat.

Sementara itu, versi VTEC hadir untuk pengemudi yang menginginkan performa lebih agresif. Tenaganya mencapai 109 hp dengan karakter mesin khas Honda yang semakin bertenaga di putaran atas.

Perbedaan Honda Jazz iDSI dan VTEC

Secara tampilan, versi iDSI dan VTEC cukup mudah dibedakan. Varian iDSI terlihat lebih sederhana dengan bumper polos, tanpa spoiler belakang, serta antena model panjang di depan.

Sedangkan versi VTEC tampil lebih sporty karena sudah menggunakan body kit, spoiler belakang, antena pendek di belakang, serta velg ring 15.

Untuk model facelift 2006 ke atas, perubahan terlihat pada desain lampu depan dan lampu belakang LED yang tampil lebih modern.

Interior Jadi Nilai Plus Besar

Meski dimensi bodinya tergolong kecil, kabin Honda Jazz GD3 justru terasa sangat lega. Panjang mobil ini hanya sekitar 3,8 meter, tetapi ruang kabinnya disebut mendekati MPV kompak.

Dashboard dibuat rendah sehingga visibilitas pengemudi terasa luas. Fitur-fiturnya juga lengkap untuk ukuran hatchback era 2000-an, mulai dari electric mirror, tilt steering, hingga sistem Ultra Seat.

Fitur Ultra Seat menjadi salah satu keunggulan utama Honda Jazz GD3. Jok belakang bisa dilipat dalam berbagai konfigurasi untuk membawa barang besar maupun tinggi.

Selain itu, ruang penyimpanan di dalam kabin juga sangat banyak sehingga mobil ini terasa praktis digunakan harian.

Kekurangan Honda Jazz GD3

Meski punya banyak kelebihan, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum membeli Honda Jazz GD3 bekas.

Salah satunya adalah electric power steering atau EPS yang kadang terasa berat saat setir diputar cepat ketika parkir. Selain itu, varian iDSI masih menggunakan rem tromol belakang.

Beberapa penyakit khas lain yang sering muncul ada di modul CVT, throttle body, TPS, hingga kaki-kaki yang mulai berbunyi akibat usia pemakaian.

Karena umur mobil sudah cukup tua, calon pembeli juga disarankan mengecek bagian bodi untuk memastikan tidak ada karat di area lipatan pintu atau kolong.

Masih Layak Dibeli?

Dengan harga bekas yang kini semakin terjangkau, Honda Jazz GD3 masih dianggap sangat layak dimiliki, terutama bagi pembeli yang ingin naik kelas dari mobil LCGC.

Selain nyaman, irit, dan fun to drive, mobil ini juga punya desain timeless yang masih terlihat keren hingga sekarang.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Honda Jazz GD3