JAKARTA - Pasar mobil bekas kembali ramai menjelang Idul Adha. Salah satu showroom otomotif yang aktif di media sosial membagikan stok terbaru mobil bekas dengan harga murah, mulai dari SUV, MPV hingga sedan lawas yang masih diburu konsumen.
Dalam video yang diunggah kanal otomotif tersebut, sejumlah unit mobil bekas terlihat siap dijual dengan banderol mulai Rp48 jutaan. Keyword utama “mobil bekas murah” menjadi sorotan karena banyak unit yang ditawarkan dalam kondisi pajak hidup dan sudah melalui proses quality control.
Pemilik showroom juga menegaskan bahwa tren mobil bekas murah masih sangat diminati masyarakat, terutama menjelang momen libur panjang dan Lebaran Idul Adha. Beberapa model SUV seperti Nissan Juke, Nissan X-Trail hingga Ford Escape menjadi unit yang paling banyak menarik perhatian calon pembeli.
“Harga mobil bekas sekarang masih sangat menarik. Banyak unit SUV bagus yang harganya di bawah Rp100 juta,” ujar pemilik showroom dalam video tersebut.
Nissan Juke dan X-Trail Jadi Primadona
Salah satu unit yang cukup mencuri perhatian adalah Nissan Juke. Showroom tersebut mengaku memiliki tiga unit Nissan Juke dengan harga sekitar Rp115 jutaan dan kondisi pajak hidup.
Selain Juke, Nissan X-Trail generasi lama juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada unit X-Trail tahun 2010 tipe Autech yang sudah mendapatkan sentuhan modifikasi ala Japanese Domestic Market (JDM). Mobil tersebut dijual di bawah Rp100 juta.
Tidak hanya itu, tersedia pula Nissan X-Trail tahun 2008 dengan harga di bawah Rp90 juta. Unit tersebut diklaim masih memiliki kondisi yang layak pakai dan cocok untuk pecinta SUV murah.
“Yang dicari konsumen sekarang bukan cuma murah, tapi juga kondisi yang rapi dan nyaman dipakai,” katanya.
Banyak Pilihan SUV dan MPV Murah
Selain Nissan, showroom tersebut juga menawarkan Ford Ecosport Titanium tahun 2014 dengan harga sekitar Rp100 jutaan. Ada pula Ford Escape tahun 2010 yang dijual di kisaran Rp90 jutaan lengkap dengan fitur sunroof.
Untuk pecinta diesel, tersedia Tata Aria Pure 2.2 turbo diesel yang masih bisa menggunakan biosolar. Mobil tersebut dibanderol sekitar Rp80 jutaan dengan kondisi pajak aktif.
Sementara di segmen MPV, terdapat Nissan Grand Livina tahun 2013 dengan harga Rp80 jutaan. Mobil keluarga tersebut masih menjadi incaran karena terkenal irit bahan bakar dan biaya perawatan yang relatif terjangkau.
Toyota Innova lawas juga ikut dipasarkan dalam kondisi yang disebut masih responsif, terutama pada sektor transmisi matik. Penjual mengingatkan calon pembeli agar tidak terlalu terpaku pada angka odometer rendah saat membeli mobil bekas.
Baca Juga: Honda Brio Satya vs Toyota Yaris G, Pilih Mobil Irit atau Nyaman? Ini Perbandingan Lengkapnya
Jangan Terkecoh Kilometer Rendah
Menurut penjual, banyak Toyota Innova generasi lama mengalami kerusakan pada panel speedometer digital sehingga kilometer kembali nol setelah dilakukan penggantian unit baru.
Ia meminta konsumen lebih teliti melihat kondisi keseluruhan kendaraan dibanding hanya fokus pada angka kilometer.
“Yang penting lihat kondisi barangnya. Kadang kilometernya kecil tapi mobilnya justru sudah tidak sehat,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi edukasi penting bagi pembeli mobil bekas murah agar tidak salah memilih unit.
Baca Juga: Toyota Yaris Bekas Masih Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangan Setelah 7 Tahun Pemakaian
Mobil Modifikasi JDM Ikut Diburu
Menariknya, beberapa unit mobil bekas di showroom itu juga sudah mendapatkan konsep modifikasi JDM. Salah satunya sedan Toyota Soluna yang direstorasi ulang dengan konsep ala mobil Jepang.
Mobil tersebut dijual sekitar Rp60 jutaan setelah mendapat pengerjaan ulang pada sektor cat dan velg. Penjual menegaskan proses restorasi dilakukan serius dan tidak asal murah.
Menurutnya, biaya mempercantik mobil bekas agar tampil maksimal membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu, harga mobil yang sudah direstorasi tentu berbeda dibanding unit standar dengan kondisi seadanya.
Quality Control Jadi Nilai Tambah
Showroom tersebut juga memperlihatkan proses quality control atau QC terhadap unit mobil bekas sebelum dijual ke konsumen. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi aki, kaki-kaki, mesin hingga kelistrikan.
Beberapa mobil yang baru masuk bahkan belum langsung dipasarkan sebelum dilakukan general check up terlebih dahulu.
Penjual mengaku lebih mengutamakan kepuasan konsumen dibanding mengejar keuntungan semata. Ia juga memastikan setiap unit yang memiliki baret atau kerusakan kecil tetap diperbaiki agar tampil maksimal saat diterima pembeli.
Menjelang Idul Adha, tren pencarian mobil bekas murah diperkirakan masih meningkat. SUV lawas, MPV keluarga hingga mobil diesel ekonomis tetap menjadi segmen yang paling banyak diburu masyarakat karena harga terjangkau dan pilihan unit yang semakin beragam.
Editor : Novica Satya Nadianti