JAKARTA - Keluhan pengguna Yadea G6 kembali menjadi sorotan setelah sebuah video curhatan pemilik motor listrik tersebut viral di media sosial. Pengguna mengaku mengalami penurunan performa baterai secara drastis meski usia pemakaian motor belum genap satu tahun.
Dalam video tersebut, pemilik Yadea G6 menceritakan pengalamannya setelah memakai motor listrik itu selama sekitar 10 bulan. Awalnya motor terasa nyaman dan normal digunakan harian. Namun memasuki bulan ketujuh, performa baterai mulai menurun hingga motor tidak kuat menanjak saat boncengan.
Kasus baterai Yadea G6 drop ini menarik perhatian karena kondisi fisik baterai disebut masih normal. Tidak ditemukan tanda baterai kembung atau kerusakan visual seperti yang banyak dikeluhkan pengguna motor listrik lain.
Awal Pemakaian Yadea G6 Masih Normal
Pemilik motor mengaku membeli Yadea G6 pada Januari karena tertarik desain premium dan ukuran bodi yang lebih besar dibanding model lain. Selain itu, faktor subsidi motor listrik dan desain bergaya Eropa juga menjadi alasan utama memilih Yadea G6.
Pada enam bulan pertama, motor disebut bekerja normal tanpa kendala berarti. Pemakaian harian hanya digunakan untuk perjalanan rumah ke stasiun dengan total jarak sekitar 10 kilometer per hari.
Dalam kondisi tersebut, motor bahkan hanya perlu dicas setiap empat hingga lima hari sekali. Suspensi juga dinilai nyaman, empuk saat melewati polisi tidur, dan lebih stabil dibanding beberapa motor listrik lain.
“Awal-awal nyaman banget. Sampai bulan enam atau tujuh masih aman,” ujar pemilik motor dalam video tersebut.
Mulai Drop di Bulan Ketujuh
Masalah mulai muncul ketika indikator baterai tiba-tiba cepat berkurang. Jika sebelumnya motor mampu dipakai beberapa hari, kini baterai mulai habis hanya dalam dua hingga tiga hari pemakaian ringan.
Pemilik juga merasakan tenaga motor mulai melemah. Padahal secara logika, jarak tempuh yang digunakan masih jauh dari klaim resmi Yadea G6 yang mampu mencapai sekitar 100 kilometer.
Ia kemudian membawa motor ke bengkel resmi di kawasan Pasar Minggu. Teknisi menyebut salah satu sel baterai mulai melemah, namun saat itu masih dianggap aman sehingga belum dilakukan penggantian garansi.
Pengguna disarankan memakai timer saat mengisi daya agar proses charging tidak berlebihan. Namun setelah beberapa minggu, performa baterai justru semakin memburuk.
Motor Tak Kuat Nanjak Saat Boncengan
Keluhan paling parah terjadi ketika motor dipakai perjalanan malam sejauh sekitar 30 kilometer. Meski sebelumnya baterai sudah dicas penuh, indikator tiba-tiba drop drastis di tengah perjalanan.
Pemilik mengaku motor mulai kehilangan tenaga terutama saat melewati tanjakan. Bahkan dalam kondisi tertentu, kecepatan motor turun hingga di bawah 20 kilometer per jam.
Yang paling mengejutkan, motor disebut tidak kuat menanjak saat digunakan boncengan di area parkiran pusat perbelanjaan.
“Biasanya masih kuat. Tapi waktu itu boncengan malah enggak kuat nanjak, penumpang sampai harus turun,” ungkapnya.
Padahal menurut pemilik, kondisi indikator baterai masih menunjukkan sisa daya dan motor belum memasuki kondisi low battery total.
Baterai Tidak Kembung Tapi Performa Menurun
Pemilik motor bersama rekannya sempat membongkar bagian baterai untuk memastikan kondisi fisik. Hasil pengecekan menunjukkan baterai masih terlihat normal tanpa pembengkakan.
Pengukuran menggunakan multitester juga menunjukkan tegangan total baterai masih berada di angka 72 volt sesuai spesifikasi bawaan.
Masing-masing sel baterai pun masih menunjukkan tegangan sekitar 12 volt. Namun anehnya, performa motor di jalan tetap terasa drop drastis.
Hal inilah yang membuat pemilik bingung karena secara fisik baterai terlihat sehat, tetapi tenaga motor terus menurun.
Keluhan Garansi dan Respons Bengkel
Selain masalah baterai, pengguna juga menyinggung proses klaim garansi yang dianggap membingungkan. Menurutnya, pihak bengkel baru akan mengganti baterai jika kerusakan sudah benar-benar parah atau mati total.
Keluhan serupa disebut juga dialami pengguna lain, termasuk masalah speedometer yang tak kunjung mendapatkan penggantian meski sudah dilaporkan ke layanan pelanggan.
Pemilik motor berharap ada penjelasan lebih detail mengenai standar klaim garansi baterai motor listrik, terutama untuk kasus performa drop tanpa kerusakan fisik.
Hingga kini, motor masih digunakan harian meski tenaga tidak lagi seprima saat awal pembelian. Pengguna pun berharap pihak produsen bisa memberikan solusi yang lebih jelas terkait penurunan performa baterai Yadea G6 tersebut.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari