JAKARTA - Motor listrik Alva Cervo kembali mencuri perhatian setelah diuji untuk perjalanan jarak menengah dari Kota Bogor menuju Puncak. Touring ringan atau sunmori yang dilakukan menggunakan Alva Cervo standar dua baterai ini menjadi pembuktian sejauh mana kemampuan motor listrik dalam menghadapi medan menanjak khas jalur wisata Puncak Bogor.
Perjalanan dimulai dari kawasan Taman Pajajaran, Bantar Kemang, Kota Bogor pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025. Dengan kondisi baterai penuh 100 persen di kedua sisi, pengendara memulai perjalanan solo riding menuju kawasan Puncak tanpa melakukan pengisian daya tambahan selama perjalanan.
Tes jarak jauh Alva Cervo ini menarik perhatian karena motor listrik tersebut sebelumnya lebih sering digunakan untuk perjalanan harian dalam kota. Kali ini, motor diuji menempuh rute lebih dari 70 kilometer dengan kombinasi jalan datar, tanjakan curam, hingga turunan panjang.
Performa Alva Cervo Diuji di Tanjakan Cibanon
Rute yang dipilih melewati Sumarecon Bogor, kemudian lanjut menuju tanjakan ekstrem Cibanon sebelum masuk kawasan Gadog dan Puncak. Tanjakan ini dikenal cukup curam dan sering dijadikan lokasi pengujian performa kendaraan roda dua.
Dalam perjalanan awal, mode berkendara mayoritas menggunakan Eco untuk menjaga efisiensi baterai. Namun saat mulai memasuki tanjakan Cibanon, mode Urban digunakan demi mendapatkan tenaga lebih besar.
Hasilnya cukup mengejutkan. Alva Cervo tetap mampu menanjak dengan baik tanpa kehilangan tenaga secara drastis. Akselerasi di putaran bawah terasa padat dan spontan, terutama saat digunakan menyalip kendaraan lain di jalur menanjak.
Meski demikian, pengendara mengaku karakter handling Alva Cervo terasa berbeda dibanding motor listrik lain seperti Polytron Fox 500. Bobot motor disebut terasa unik saat bermanuver, terutama ketika melakukan cornering atau perpindahan arah cepat.
“Motor ini enak, cuma terasa agak berbeda saat manuver. Seperti ada beban yang terasa antara depan dan belakang,” ungkapnya dalam perjalanan.
Konsumsi Baterai Alva Cervo Jadi Sorotan
Salah satu fokus utama pengujian ini adalah konsumsi baterai Alva Cerrvo selama perjalanan ke Puncak Bogor. Pada jarak tempuh sekitar 22 kilometer, baterai tersisa 65 persen dengan suhu baterai di angka 38 derajat Celcius.
Menariknya, mayoritas perjalanan tetap menggunakan mode Eco. Bahkan saat melibas tanjakan menuju kawasan Cisarua dan Puncak, motor masih terasa responsif untuk menyalip kendaraan besar seperti bus pariwisata.
Sesekali mode Sport digunakan untuk mendapatkan akselerasi lebih agresif. Namun penggunaan mode tersebut memang membuat baterai lebih cepat berkurang.
Saat tiba di kawasan rest area Gunung Mas dengan total perjalanan 27 kilometer, baterai masih tersisa 55 persen. Suhu dinamo juga tetap dalam batas normal meski sempat dipakai agresif untuk menyalip kendaraan di jalur padat.
Regenerative Braking Belum Maksimal
Setelah mencapai Puncak Pass dengan total perjalanan sekitar 34 kilometer, baterai Alva Cervo tersisa 38 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup baik mengingat seluruh jalur menuju Puncak didominasi tanjakan panjang.
Perjalanan kemudian dilanjutkan kembali menuju Bogor dengan memanfaatkan fitur regenerative braking saat melintasi turunan panjang. Fitur ini biasanya membantu mengisi ulang daya baterai ketika motor melakukan deselerasi.
Namun hasil regenerative braking pada Alva Cervo ternyata tidak sebesar yang diharapkan. Jika dibandingkan dengan Polytron Fox 500 yang mampu menambah daya hingga 3 sampai 5 persen saat turunan, Alva Cervo hanya memberikan tambahan kecil.
Bahkan dalam beberapa kondisi, persentase baterai justru tetap berkurang meski melewati jalur menurun panjang menuju Bogor.
Total Jarak 71 Kilometer, Baterai Masih Aman
Perjalanan akhirnya selesai setelah kembali ke rumah di kawasan Taman Pajajaran, Bogor. Total jarak tempuh mencapai 71,4 kilometer dengan sisa baterai rata kiri kanan sebesar 11 persen.
Hasil tersebut dianggap cukup impresif untuk motor listrik dengan dua baterai standar yang digunakan di jalur menanjak dan gaya berkendara aktif. Pengendara bahkan memperkirakan Alva Cervo masih sanggup menempuh hingga sekitar 85 kilometer apabila baterai dihabiskan sepenuhnya.
Baca Juga: Uji Tanjakan Motor Listrik: Gesits dan Polytron Fox R Unggul, Alva One Tumbang di Trek Curam!
Meski belum sepenuhnya menyamai efisiensi motor listrik berbasis baterai LFP seperti Polytron Fox 500, Alva Cervo tetap menunjukkan performa kompetitif untuk kebutuhan touring ringan dan penggunaan harian.
Dengan karakter akselerasi spontan, tenaga besar di putaran bawah, serta kemampuan menanjak yang baik, Alva Cervo mulai membuktikan diri sebagai salah satu motor listrik menarik di kelas harga Rp30 jutaan untuk pasar Indonesia.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari