Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Touring Motor Listrik Jakarta-Bali Pakai Polytron Fox Air, Jodi Motovlog Bongkar Drama Baterai hingga Cara Cas di SPKLU

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:00 WIB
Touring motor listrik Jakarta-Bali pakai Polytron Fox Air penuh drama baterai, SPKLU, hingga tips hemat daya (Pinterest).
Touring motor listrik Jakarta-Bali pakai Polytron Fox Air penuh drama baterai, SPKLU, hingga tips hemat daya (Pinterest).

BLITAR KAWENTAR - Touring motor listrik kini mulai dilirik para pecinta otomotif Indonesia. Hal itu dibuktikan YouTuber otomotif Jodi Motovlog HD yang nekat melakukan perjalanan jauh Jakarta-Bali menggunakan motor listrik Polytron Fox Air bersama rider senior Mario Iroth.

Perjalanan sejauh sekitar 1.333 kilometer itu menjadi pengalaman touring perdana mereka menggunakan motor listrik. Tidak sekadar touring biasa, perjalanan tersebut juga diproyeksikan masuk rekor MURI karena dinilai menjadi salah satu ekspedisi jarak jauh ekstrem menggunakan kendaraan listrik roda dua.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Jodi mengaku penasaran apakah motor listrik benar-benar mampu digunakan touring lintas kota hingga lintas pulau.

“Jakarta-Bali ini jadi pembuktian apakah motor listrik bisa dipakai touring jarak jauh atau tidak,” ujar Jodi dalam videonya.

Pada hari pertama perjalanan, mereka menargetkan finis di Kota Cirebon dengan jarak sekitar 240 kilometer dari Jakarta. Namun sebelum berangkat, Jodi terlebih dahulu melakukan sejumlah persiapan pada Polytron Fox Air miliknya.

Baca Juga: Gesits Raya Motor Listrik Jadi Sorotan, Desain Modern dan Biaya Hemat Bikin Masyarakat Mulai Beralih

Persiapan Touring Motor Listrik

Salah satu persiapan utama adalah mengganti ban standar dengan Michelin Pilot Street 2. Menurut Jodi, ban tersebut lebih cocok digunakan untuk perjalanan jauh karena menawarkan handling lebih stabil dan nyaman di berbagai kondisi jalan.

Ia juga menjelaskan bahwa proses penggantian ban belakang motor listrik ternyata lebih rumit dibanding motor konvensional. Pasalnya, roda belakang Polytron Fox Air sudah terintegrasi dengan dinamo sehingga mekanik harus melepas beberapa kabel terlebih dahulu.

“Kalau ban depan gampang seperti motor biasa, tapi ban belakang cukup rumit karena menyatu dengan dinamo,” jelasnya.

Meski demikian, proses penggantian ban berhasil dilakukan tanpa kendala berarti. Setelah semua siap, perjalanan touring motor listrik Jakarta-Bali akhirnya dimulai dari kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Tantangan Touring Motor Listrik di Pantura

Perjalanan menuju Cirebon dilakukan melalui jalur Pantura. Di awal perjalanan, keduanya langsung mulai beradaptasi dengan karakter motor listrik, terutama terkait manajemen baterai.

Berbeda dengan motor bensin yang mudah menemukan SPBU, pengguna motor listrik harus disiplin menghitung jarak tempuh dan titik pengisian daya.

Jodi menyebut Polytron Fox Air memiliki estimasi jarak tempuh sekitar 130 kilometer dalam kondisi tertentu. Karena itu, strategi berkendara menjadi faktor penting agar baterai tetap hemat.

Selama perjalanan, mereka menjaga kecepatan rata-rata sekitar 50 km/jam. Bahkan ketika baterai mulai kritis, kecepatan diturunkan menjadi 20 hingga 30 km/jam demi menghemat daya.

Drama pertama muncul saat motor milik Mario mengalami masalah pada roda belakang usai penggantian ban. Kondisi roda yang terlalu seret membuat konsumsi baterai menjadi jauh lebih boros dibanding motor Jodi.

Akibatnya, mereka harus berhenti di bengkel kawasan Karawang untuk melakukan pengecekan sekaligus mengisi daya darurat.

“Baru hari pertama sudah ada drama. Tapi memang ini bagian dari proses adaptasi touring pakai motor listrik,” kata Jodi.

Baca Juga: Gesits Raya Motor Listrik Makin Diminati, Tampil Modern dengan Teknologi Praktis dan Cocok untuk Mobilitas Kota

Cara Cas Motor Listrik di SPKLU

Salah satu bagian menarik dalam perjalanan ini adalah pengalaman mereka mengisi daya di SPKLU PLN. Jodi bahkan membagikan tutorial lengkap cara charging motor listrik menggunakan aplikasi PLN Mobile.

Pengguna cukup membuka menu electric vehicle, memilih lokasi SPKLU, lalu menentukan jenis charger yang tersedia. Setelah pembayaran dilakukan melalui dompet digital seperti GoPay, proses charging bisa langsung dimulai.

Menurut Jodi, biaya pengisian daya motor listrik jauh lebih murah dibanding membeli bensin. Dalam sekali charging sekitar 3 kWh, mereka hanya menghabiskan biaya sekitar Rp10 ribuan.

“Murah banget sih dibanding motor bensin,” ujarnya.

Menariknya lagi, Jodi menggunakan adaptor fast charging prototype dari Polytron. Dengan perangkat tersebut, baterai Polytron Fox Air bisa terisi dari 50 persen hingga penuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Nyaris Kehabisan Baterai

Drama terbesar terjadi saat mereka menuju Jatibarang, Indramayu. Motor Mario tersisa hanya 5 persen baterai sementara SPKLU berikutnya masih berjarak sekitar 16 kilometer.

Situasi itu membuat keduanya harus mencari strategi agar motor tetap bisa melaju hingga titik charging berikutnya. Solusinya, mereka bertukar motor karena gaya berkendara Jodi dinilai lebih hemat baterai.

Strategi tersebut akhirnya berhasil. Dengan kecepatan konstan sekitar 20 km/jam, mereka sukses tiba di SPKLU Jatibarang meski indikator baterai sudah berkedip dan hanya tersisa 2 persen.

“Rasanya kayak roller coaster, tapi ternyata motor listrik bisa juga dipakai touring jauh,” tutur Jodi.

Setelah mengisi daya penuh, perjalanan kembali dilanjutkan hingga akhirnya mereka tiba di Cirebon pada malam hari. Hari pertama touring motor listrik Jakarta-Bali pun sukses dilewati dengan penuh cerita, tantangan, sekaligus pengalaman baru.

Baca Juga: Gesits Raya Motor Listrik Jadi Alternatif Kendaraan Masa Kini, Desain Futuristik dan Hemat Biaya Jadi Keunggulan

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Polytron Fox Air #touring motor listrik #SPKLU PLN #Jakarta Bali #Jodi Motovlog HD