Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Touring Motor Listrik Jakarta-Dieng Pakai Polytron Fox Air, Gaspol 1.000 Km Meski Baterai Soak dan Diguyur Hujan

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:03 WIB
Touring motor listrik Jakarta-Dieng pakai Polytron Fox Air tetap gaspol meski baterai soak dan dihantam hujan deras (Pinterest).
Touring motor listrik Jakarta-Dieng pakai Polytron Fox Air tetap gaspol meski baterai soak dan dihantam hujan deras (Pinterest).

BLITAR KAWENTAR - Touring motor listrik jarak jauh kembali dibuktikan mampu dilakukan di Indonesia. YouTuber otomotif Koko Serba Bisa sukses melakukan perjalanan lebih dari 1.000 kilometer menggunakan Polytron Fox Air dari Jakarta menuju Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menariknya, perjalanan touring motor listrik tersebut dilakukan tanpa menghemat baterai. Bahkan kondisi baterai motor listrik yang digunakan disebut sudah mengalami penurunan performa atau soak sejak perjalanan sebelumnya ke Lampung.

Meski begitu, Polytron Fox Air tetap mampu menaklukkan jalur pegunungan, tanjakan ekstrem, hingga cuaca buruk selama perjalanan lima hari tersebut.

“Sepanjang touring saya tetap gaspol dan enggak ada usaha buat mengirit baterai,” ujar Koko Serba Bisa dalam vlog perjalanannya.

Perjalanan dimulai dari kawasan Kembangan, Jakarta Barat pada pukul 06.00 WIB. Rute yang dipilih menuju Dieng melewati jalur selatan Jawa, sedangkan perjalanan pulang direncanakan melalui jalur Pantura.

Baca Juga: Gesits Raya Motor Listrik Makin Diminati, Tampil Modern dengan Teknologi Praktis dan Cocok untuk Mobilitas Kota

Touring Motor Listrik Lewat Jalur Pegunungan

Pada hari pertama, Koko menargetkan perjalanan Jakarta-Bandung menggunakan motor listrik bisa ditempuh dalam enam jam. Namun seperti perjalanan sebelumnya, target itu kembali meleset karena berbagai kendala di perjalanan.

Perjalanan dimulai menuju PLN Jonggol untuk pengisian daya pertama sebelum melanjutkan perjalanan ke Rajamandala dan Bandung.

Di sepanjang jalur Jonggol, Koko dibuat kagum dengan pemandangan pegunungan dan hamparan sawah yang disebut tak kalah indah dibanding kawasan Puncak Bogor.

“Kalau cuaca cerah, pemandangan Jonggol ternyata keren banget,” katanya.

Namun medan pegunungan membuat konsumsi baterai meningkat cukup drastis. Dari perjalanan sekitar 75 kilometer menuju Rajamandala, baterai Polytron Fox Air tersisa hanya 10 persen.

Baterai Overheat hingga Muncul Kode Error E1

Tantangan mulai terasa saat motor listrik mengalami kode error E1 yang menandakan baterai overheat akibat perjalanan panjang dan kondisi tanjakan.

Meski begitu, Koko tetap melanjutkan perjalanan setelah melakukan charging selama sekitar dua jam di SPKLU Rajamandala.

Ia menyebut kondisi baterai motor miliknya memang sudah menurun sejak touring Lampung sebelumnya. Namun secara keseluruhan performa motor masih dianggap aman digunakan perjalanan jauh.

“Walaupun baterainya sudah soak, ternyata masih aman buat touring jauh,” ujarnya.

Kondisi jalan menanjak menuju Bandung dan Lembang juga membuat motor lebih sering menggunakan mode sport agar tenaga tetap maksimal.

Selain faktor baterai, tekanan angin ban juga menjadi perhatian selama perjalanan. Koko mengaku harus beberapa kali menyesuaikan tekanan ban karena membawa top box berisi perlengkapan drone dan peralatan konten.

Baca Juga: Gesits Raya Motor Listrik Jadi Alternatif Kendaraan Masa Kini, Desain Futuristik dan Hemat Biaya Jadi Keunggulan

Jalur Selatan Jawa Disebut Lebih Seru

Setelah meninggalkan Bandung menuju Nagreg, Koko mulai merasakan sensasi touring jalur selatan Jawa yang selama ini ingin dicobanya.

Menurutnya, jalur menuju Garut dan Tasikmalaya menawarkan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan dibanding jalur utama Pantura.

Kontur jalan berkelok, udara sejuk, dan pemandangan pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengendara motor listrik.

“Jalur selatan ternyata asik banget. Dari dulu pengen lewat sini dan akhirnya kesampaian juga,” katanya.

Menariknya, saat melewati turunan panjang Nagreg, konsumsi baterai justru menjadi sangat hemat berkat regenerative braking. Dalam perjalanan sekitar 10 kilometer, baterai hanya berkurang sekitar 3 persen.

Koko bahkan sempat heran karena indikator baterai kembali naik saat motor melaju di jalur turunan.

Diguyur Hujan hingga Banjir di Tasikmalaya

Perjalanan semakin menantang ketika memasuki wilayah Tasikmalaya. Hujan deras mengguyur sepanjang perjalanan hingga membuat sejumlah ruas jalan tergenang banjir.

Meski kondisi jalan licin dan cuaca buruk, perjalanan tetap dilanjutkan menuju lokasi charging di UP3 Tasikmalaya.

“Tadi hujannya parah banget sampai banjir,” ucapnya.

Dalam vlog tersebut, Koko juga membagikan pengalamannya mengenai etika berkendara di berbagai daerah. Ia menilai pengendara di luar Jakarta cenderung lebih tenang dan minim penggunaan klakson berlebihan.

Selain itu, touring menggunakan motor listrik membuat perjalanan terasa lebih santai sehingga pengendara bisa menikmati detail pemandangan sepanjang jalur selatan Jawa.

Perjalanan touring motor listrik Jakarta-Dieng ini sekaligus menjadi bukti bahwa kendaraan listrik roda dua mulai mampu digunakan untuk perjalanan lintas kota bahkan lintas provinsi, asalkan pengendara memahami manajemen baterai dan titik charging SPKLU di sepanjang rute.

Baca Juga: Momentum Harkitnas 2026, Wali Kota Blitar Ajak Tunas Bangsa Terus Berkarya

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Polytron Fox Air #touring motor listrik #Jakarta Dieng #Koko Serba Bisa #spklu