JAKARTA - Nissan Grand Livina bekas masih menjadi salah satu mobil keluarga yang banyak diburu di pasar mobil second Indonesia. Meski kerap dicap rewel, mahal spare part, hingga dianggap kalah populer dibanding Toyota Avanza atau Mitsubishi Xpander, ternyata mobil ini masih punya banyak kelebihan yang membuatnya layak dipertimbangkan.
Dalam ulasan terbaru kanal YouTube Formula Motor TV, reviewer otomotif Rainer membagikan tiga hal yang paling disukai dan tiga hal yang paling kurang disukai dari Nissan Grand Livina Highway Star (HWS) 2017. Menariknya, seluruh penilaian dilakukan secara jujur berdasarkan pengalaman penggunaan langsung.
Menurut Rainer, Nissan Grand Livina memiliki karakter berbeda dibanding rival di kelas Low MPV lainnya. Mobil ini dibangun dengan basis sedan bergaya wagon sehingga menawarkan handling dan kenyamanan berkendara yang khas.
Desain Nissan Grand Livina Dinilai Timeless
Hal pertama yang paling disukai dari Nissan Grand Livina HWS adalah desain eksteriornya. Varian Highway Star disebut memiliki tampilan lebih modern dan elegan dibanding tipe standar.
Body kit tambahan, side skirt, hingga bumper berbeda membuat mobil ini tampil lebih sporty dan eksklusif. Meski desain wagon sempat kurang diminati pasar Indonesia yang menyukai mobil berpostur besar seperti SUV, kini justru banyak orang mulai mencari Grand Livina karena tampilannya dianggap anti-mainstream.
“Mobil ini punya tampilan timeless dan masih cocok dimodifikasi supaya terlihat keren,” ujar Rainer.
Menurutnya, desain Grand Livina juga tidak cepat terlihat tua dibanding beberapa rival di era yang sama. Hal itu menjadi salah satu alasan mobil ini masih memiliki penggemar loyal di pasar mobil bekas.
Handling Jadi Nilai Jual Utama
Kelebihan kedua yang paling diapresiasi adalah handling Nissan Grand Livina. Karena memiliki ground clearance rendah dan basis menyerupai sedan, mobil ini disebut memiliki pengendalian terbaik di kelasnya.
Rainer menyebut body roll dan limbung Grand Livina jauh lebih minim dibanding Avanza, Xenia, Mobilio, hingga Xpander.
“Handling-nya paling enak di kelasnya karena ground clearance rendah jadi mobil lebih stabil,” katanya.
Karakter pengendalian ini membuat Grand Livina terasa nyaman digunakan di jalan tol maupun perjalanan luar kota. Pengemudi juga disebut lebih percaya diri saat bermanuver atau menikung pada kecepatan tinggi.
Sayangnya, generasi Livina terbaru dinilai kehilangan identitas tersebut karena berubah menjadi kembaran Mitsubishi Xpander.
Konsumsi BBM Grand Livina Ternyata Irit
Kelebihan lain yang mengejutkan adalah efisiensi bahan bakar. Banyak orang takut dengan transmisi CVT Nissan Grand Livina karena dianggap rawan rusak dan mahal perbaikan.
Namun menurut Rainer, jika mendapatkan unit yang sehat dan terawat, konsumsi BBM Grand Livina justru sangat irit untuk ukuran mobil keluarga 1.500 cc.
Dalam pengujian di dalam kota, Grand Livina HWS CVT mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 15,1 km per liter. Angka itu dianggap sangat baik untuk mobil keluarga tujuh penumpang.
“Mobil ini bisa mendekati konsumsi BBM LCGC,” ujarnya.
Transmisi CVT dan sistem penggerak roda depan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat konsumsi BBM lebih efisien dibanding Low MPV penggerak roda belakang.
Baca Juga: Gesits Raya Motor Listrik Jadi Sorotan, Desain Modern dan Biaya Hemat Bikin Masyarakat Mulai Beralih
Suspensi Keras Jadi Kekurangan
Di balik berbagai kelebihannya, Grand Livina tetap memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan calon pembeli.
Salah satu yang paling disorot adalah karakter suspensi yang terasa cukup keras. Meski handling sangat baik, kenyamanan saat melewati jalan rusak atau polisi tidur dinilai kurang maksimal.
Menurut Rainer, karakter suspensi Grand Livina bahkan terasa lebih keras dibanding Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, hingga Toyota Avanza.
“Ekspektasi kami karena mobil ini rendah dan basis sedan harusnya lebih nyaman, ternyata suspensinya cukup keras,” katanya.
Tenaga Mesin Dinilai Biasa Saja
Kekurangan berikutnya terletak pada performa mesin. Nissan Grand Livina dibekali mesin HR15DE 1.500 cc dengan tenaga 107 hp dan torsi 143 Nm.
Meski cukup untuk penggunaan harian, tenaga tersebut dianggap bukan yang paling unggul di kelas Low MPV. Bahkan, Honda Mobilio disebut masih memiliki performa lebih baik.
Karena itu, Grand Livina dinilai bukan pilihan tepat bagi konsumen yang mencari mobil keluarga bertenaga besar untuk medan tanjakan berat.
Fitur Kalah dari Rival
Kritik terakhir datang dari sisi fitur. Meski unit yang diuji merupakan tipe tertinggi Highway Star tahun 2017, fitur yang ditawarkan dianggap masih kalah dibanding rival sekelasnya.
Beberapa fitur seperti lampu masih halogen, AC digital belum tersedia, dan belum menggunakan smart key atau tombol start-stop engine.
Namun di sisi lain, mobil ini sudah memiliki dual airbag, ABS, EBD, brake assist, kamera parkir, sensor parkir, serta roof monitor untuk penumpang belakang.
Menariknya, harga Nissan Grand Livina bekas saat ini sudah turun drastis hingga setara mobil LCGC second. Hal itu membuat mobil ini kembali dilirik karena menawarkan kenyamanan dan handling lebih baik dengan harga relatif terjangkau.
Baca Juga: Hadapi Dampak Kemarau Panjang El Nino, Petani di Blitar Mulai Rombak Pola Tanam
Editor : Dyah Wulandari