BLITAR KAWENTAR - Motor listrik kini tak lagi sekadar kendaraan harian dalam kota. Banyak pengguna mulai menjajal touring jarak jauh menggunakan motor listrik, termasuk dengan Polytron Fox Air. Namun, agar tetap nyaman dan minim kendala di perjalanan, ada sejumlah upgrade penting yang wajib dilakukan.
Melalui kanal YouTube Rom Harbi, dibahas berbagai modifikasi dan spesifikasi ideal Polytron Fox Air untuk touring. Mulai dari sektor kaki-kaki, sistem pendingin, hingga tambahan fast charging menjadi perhatian utama agar motor listrik ini siap diajak melibas tanjakan dan perjalanan lintas kota.
Polytron Fox Air sendiri dikenal sebagai salah satu motor listrik yang cukup populer di Indonesia. Namun, untuk kebutuhan touring, motor ini membutuhkan beberapa penyesuaian agar performanya tetap optimal dan tidak mudah mengalami overheat.
Upgrade Kaki-Kaki Jadi Prioritas
Hal pertama yang disarankan untuk di-upgrade adalah sektor kaki-kaki. Penggunaan shockbreaker aftermarket dianggap mampu meningkatkan kenyamanan saat touring jarak jauh.
Shock depan direkomendasikan memakai merek VND atau KYB. Sementara untuk shock belakang, pengguna bisa memakai model PX160 atau suspensi milik Yamaha XMAX agar bantingan terasa lebih empuk.
Menurut Rom Harbi, kenyamanan kaki-kaki menjadi faktor penting karena touring identik dengan perjalanan panjang dan kondisi jalan yang beragam.
Selain itu, bagian setang juga disarankan menggunakan model protaper lengkap dengan riser agar lebih kokoh dan minim getaran. Penggantian komstir menggunakan part milik Honda PCX 160 atau Beat Street juga disebut efektif mengurangi tangan kesemutan akibat getaran saat perjalanan jauh.
Fast Charging Wajib untuk Touring
Hal kedua yang dianggap wajib dimiliki pengguna Polytron Fox Air untuk touring adalah fast charging. Dengan pengisian daya yang lebih cepat, waktu berhenti saat perjalanan bisa dipangkas secara signifikan.
Dalam video tersebut disebutkan, harga fast charging berkisar Rp1,8 juta hingga Rp3 jutaan tergantung kapasitas ampere yang digunakan. Keberadaan fast charging dinilai sangat penting terutama bagi rider yang sering melakukan perjalanan lintas kota atau touring antardaerah.
Keunggulan ini membuat pengguna tidak perlu terlalu lama menunggu pengisian baterai ketika sedang berada di rest area atau SPKLU.
Solusi Overheat Polytron Fox Air
Masalah yang cukup sering dialami pengguna Polytron Fox Air saat touring adalah overheat, terutama ketika melibas tanjakan panjang. Kondisi ini biasanya ditandai motor ngempos dan muncul lampu indikator berkedip.
Untuk mengatasinya, Rom Harbi merekomendasikan pemasangan kipas pendingin di bagian heatsink bawah controller. Kipas tersebut berfungsi membantu menurunkan suhu ketika motor dipakai nanjak atau perjalanan jauh.
Tidak hanya itu, bagian BLDC juga dimodifikasi menggunakan tambahan mineral oil. Cairan ini dimasukkan ke dalam sistem BLDC untuk membantu meredam panas berlebih saat motor bekerja keras.
Pengguna juga memasang indikator temperatur agar suhu controller dan BLDC dapat dipantau secara real time selama touring berlangsung.
Menurutnya, kombinasi kipas pendingin dan mineral oil terbukti efektif mengurangi risiko overheat pada Polytron Fox Air.
Tambahan Lampu dan Footstep Bikin Touring Lebih Nyaman
Untuk pengguna yang sering touring malam hari, lampu tambahan menjadi part yang sangat direkomendasikan. Lampu Senlow X3 disebut memiliki pencahayaan sangat terang sehingga membantu visibilitas ketika melewati hutan atau jalur pegunungan.
Lampu tersebut dibanderol sekitar Rp550 ribuan dan sudah dilengkapi kipas pendingin internal agar tidak mudah panas saat digunakan lama.
Selain lampu tambahan, footstep tambahan juga menjadi aksesori penting untuk meningkatkan kenyamanan posisi berkendara. Dengan tambahan footstep, posisi kaki pengendara tidak terlalu menekuk sehingga lebih nyaman dipakai touring jarak jauh.
Remap dan Tambahan Baterai Jadi Opsi Menarik
Bagi pengguna yang ingin performa lebih maksimal, remap juga disarankan. Proses ini memungkinkan motor memiliki engine brake lebih baik saat melewati turunan.
Selain membantu pengereman, fitur engine brake juga diklaim dapat mempercepat pengisian ulang baterai ketika motor melaju di jalan menurun.
Tak hanya itu, pengguna bahkan bisa menambah baterai eksternal atau baterai gendong untuk meningkatkan jarak tempuh saat touring ekstrem.
Dengan berbagai upgrade tersebut, Polytron Fox Air disebut sudah terbukti mampu digunakan touring ke berbagai daerah seperti Dieng, Guci hingga Bali tanpa kendala berarti.
Beragam modifikasi itu menunjukkan bahwa motor listrik kini mulai serius digunakan untuk kebutuhan perjalanan jauh. Dengan setup yang tepat, Polytron Fox Air bisa menjadi kendaraan touring yang nyaman, hemat, dan minim masalah overheat.
Editor : Fadhilah Salsa Bella