BLITAR KAWENTAR - Motor listrik Polytron Fox-R menjadi salah satu kendaraan listrik yang cukup ramai diperbincangkan sepanjang 2024. Desain modern, jarak tempuh jauh, hingga sistem sewa baterai membuat motor ini banyak direkomendasikan sebagai motor listrik harian maupun touring.
Namun di balik berbagai kelebihannya, ternyata ada sejumlah kekurangan yang mulai dirasakan pengguna setelah pemakaian beberapa hari. Hal itu diungkapkan kanal YouTube Dulteknik yang membagikan review jujur Polytron Fox-R setelah digunakan selama satu minggu dengan jarak tempuh lebih dari 300 kilometer.
Dalam ulasan tersebut, reviewer menegaskan bahwa konten dibuat bukan untuk menjatuhkan produk, melainkan sebagai bahan evaluasi bagi produsen sekaligus gambaran realistis untuk calon pembeli agar tidak memiliki ekspektasi terlalu tinggi terhadap Polytron Fox-R.
Suspensi Polytron Fox-R Disebut Terlalu Keras
Keluhan pertama yang langsung dirasakan adalah sektor suspensi. Menurut reviewer, suspensi depan dan belakang Polytron Fox-R terasa sangat keras sejak hari pertama motor diterima.
Masalah ini bahkan disebut hampir dirasakan mayoritas pengguna Polytron Fox-R di komunitas.
Untuk mengatasi hal tersebut, suspensi depan akhirnya dimodifikasi menggunakan per milik RX-King. Sementara suspensi belakang diganti memakai komponen aftermarket milik Yamaha XMAX agar bantingan terasa lebih nyaman.
Meski setelah diganti kondisinya membaik, pengguna tetap harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan upgrade tersebut.
Tutup Jok Sulit Dikunci
Masalah berikutnya muncul pada bagian jok motor. Tutup jok disebut sulit mengunci bahkan baru dipakai beberapa hari.
Setelah dicek, ternyata terdapat banyak kotoran masuk ke mekanisme pengunci jok. Hal itu menimbulkan pertanyaan karena posisi jok dalam kondisi tertutup rapat.
Reviewer menduga ada desain bagian bawah motor yang masih memungkinkan cipratan air atau debu masuk ke area pengunci jok.
Solusi sementara yang dilakukan pengguna adalah menambahkan ring atau ganjalan agar pengunci lebih presisi dan mudah dikunci kembali.
Muncul Titik Karat Setelah Seminggu
Keluhan lain yang cukup mengejutkan adalah munculnya titik karat pada beberapa bagian motor meski usia pemakaian baru sekitar satu minggu.
Titik karat terlihat di area atas roda belakang. Reviewer menyebut kemungkinan karat muncul akibat motor sering terkena hujan, namun menurutnya kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian produsen.
“Baru seminggu sudah muncul titik karat, ini harus jadi evaluasi,” ujarnya.
Posisi Footstep Dinilai Kurang Nyaman
Polytron Fox-R juga mendapat kritik pada desain footstep belakang. Posisi footstep dinilai terlalu maju sehingga mengganggu kenyamanan penumpang saat berhenti atau boncengan.
Akibatnya, banyak pengguna akhirnya memodifikasi posisi footstep dengan menambahkan plat tambahan agar letaknya lebih mundur.
Tak hanya posisi, kualitas footstep juga disebut kurang maksimal karena sudah terasa keras dan seret meski motor baru digunakan beberapa hari.
Lampu Jadi Sorotan
Sektor pencahayaan juga tak luput dari kritik. Reviewer menyebut lampu Polytron Fox-R memiliki refleksi cahaya yang kurang rapi saat digunakan malam hari.
Bahkan ia menyebut hasil pencahayaan lampunya terlihat “berantakan” dan membuat visibilitas kurang nyaman ketika touring malam.
Menurutnya, masalah seperti ini sering tidak disadari calon pembeli karena pengecekan unit di dealer biasanya dilakukan pada siang hari.
Riding Position Bikin Cepat Pegal
Selain suspensi, posisi riding juga menjadi perhatian utama. Reviewer mengaku bagian punggung terasa cepat pegal saat berkendara lebih dari 30 menit.
Hal itu disebabkan posisi kaki yang dianggap terlalu tinggi, terutama bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 165 cm.
Karena itu, pengguna akhirnya harus duduk sedikit mundur agar posisi kaki lebih rileks ketika touring jarak jauh.
Perlu Budget Tambahan Rp1,5 Juta
Meski masih merekomendasikan Polytron Fox-R sebagai salah satu motor listrik terbaik di kelasnya, reviewer menilai pengguna harus siap mengeluarkan biaya tambahan untuk menyempurnakan motor tersebut.
Biaya upgrade mulai dari suspensi, footstep hingga penyesuaian kecil lainnya diperkirakan mencapai Rp1,5 jutaan.
“Kalau beli motor ini Rp14 jutaan atau Rp20 jutaan, ya siapin lagi sekitar Rp1,5 juta buat evaluasi dan upgrade,” katanya.
Selain itu, reviewer juga menyoroti adanya getaran pada controller di kecepatan rendah sekitar 4 hingga 20 km/jam yang dinilai bisa memengaruhi efisiensi baterai serta suhu motor dan controller.
Meski memiliki beberapa kekurangan, Polytron Fox-R tetap dianggap menarik berkat baterai besar, fitur lengkap, sistem GPS, dan jarak tempuh yang unggul dibanding banyak motor listrik lain di kelas harga serupa.
Baca Juga: Baterai Polytron Fox-R Dites, Hasilnya Bikin Kaget! Baru 2.000 Km Tapi Kapasitas Tinggal 94 Persen
Editor : Fadhilah Salsa Bella