Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Nissan Grand Livina Bekas Masih Layak Dibeli? Ini Penyakit, Biaya Spare Part, dan Fakta Sebenarnya

Dyah Wulandari • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:39 WIB
Nissan Grand Livina bekas ternyata masih layak dibeli. Simak penyakit khas, spare part mahal, hingga kelebihan mobil ini.
(screenshot youtube)
Nissan Grand Livina bekas ternyata masih layak dibeli. Simak penyakit khas, spare part mahal, hingga kelebihan mobil ini. (screenshot youtube)

JAKARTA - Nissan Grand Livina bekas masih menjadi salah satu mobil keluarga yang cukup diminati di pasar mobil second Indonesia. Harga yang kini semakin murah membuat Low MPV ini sering dibandingkan dengan Toyota Avanza, Honda Mobilio, hingga mobil LCGC bekas.

Namun di balik kenyamanannya, Nissan Grand Livina juga dikenal memiliki sejumlah penyakit khas yang membuat banyak calon pembeli ragu. Mulai dari mesin ngelitik, CVT rawan rusak, hingga spare part mahal dan sulit dicari.

Lantas, apakah Nissan Grand Livina benar-benar mobil penyakitan atau hanya faktor usia kendaraan?

Baca Juga: Marc Marquez Bongkar Talenta Besar Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026, Bos Malaysia Sampai Panas dan Sindir Keras

Penyakit Khas Nissan Grand Livina

Salah satu masalah paling sering muncul pada Nissan Grand Livina generasi L10 adalah suara mesin ngelitik. Mobil dengan mesin 1.500 cc tersebut memang dikenal sering mengeluarkan bunyi kasar saat langsam atau putaran bawah.

Penyebabnya cukup beragam, mulai dari filter udara kotor, throttle body kotor, penggunaan BBM tidak sesuai rekomendasi, hingga EGR yang bermasalah.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bungkam Sesumbar Hakim Danish di Moto3 Catalunya 2026, Media Spanyol Sampai Soroti Mental Pembalap Malaysia

Meski terdengar mengganggu, kondisi itu disebut bukan kerusakan fatal. Bahkan banyak pengguna menilai suara ngelitik pada Grand Livina L10 sudah menjadi karakter yang sulit dihilangkan sepenuhnya.

“Kalau ditambah gas biasanya suara ngelitik hilang,” ujar reviewer dalam video ulasannya.

Berbeda dengan generasi L10, Nissan Grand Livina L11 disebut sudah mengalami perbaikan sehingga gejala ngelitik lebih minim.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bikin Hiroshi Aoyama Hampir Menangis, Mental Baja usai Dua Kali Crash Jadi Sorotan Moto3 2026

Tenaga Mesin Dinilai Lemot

Selain masalah ngelitik, Grand Livina juga sering mendapat kritik karena performanya yang dianggap kurang responsif, terutama versi matik.

Jika dibandingkan Honda Mobilio, akselerasi awal Grand Livina dinilai kalah cepat. Bahkan versi L11 dengan transmisi CVT disebut terasa lebih lambat dibanding rival di kelas yang sama.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Jadi Sorotan di Italia, Disebut Fenomena Baru MotoGP hingga Dikaitkan Valentino Rossi, Ternyata Begini Faktanya

Namun karakter mobil berubah saat kecepatan sudah melewati 60 km per jam. Di kecepatan menengah hingga tinggi, Grand Livina justru terasa nyaman dan stabil digunakan untuk perjalanan jauh.

CVT dan Koil Jadi Sorotan

Kekurangan lain yang sering dikeluhkan pengguna adalah transmisi CVT pada Grand Livina L11. Transmisi ini dianggap lebih sensitif dibanding transmisi otomatis konvensional.

Baca Juga: Hasil Moto3 Catalunya: Veda Ega Pratama Finish 8 Besar, Pembalap Indonesia Tembus Posisi Empat Klasemen

Meski begitu, masalah CVT biasanya muncul akibat perawatan yang kurang maksimal, terutama keterlambatan penggantian oli transmisi.

Selain CVT, Nissan Grand Livina juga terkenal sering mengalami koil bocor. Gejalanya mesin terasa pincang dan tenaga mendadak hilang saat digunakan.

“Masalahnya sebenarnya sepele, tapi cukup ngeselin kalau muncul di tengah perjalanan,” katanya.

Baca Juga: Hasil Moto3 Catalunya: Start dari Posisi 21, Veda Ega Pratama Finis 8 Besar dan Bikin Kagum di Catalunya

Rawan Overheat dan Kaki-Kaki Bermasalah

Grand Livina juga dikenal memiliki suhu kerja mesin lebih panas dibanding mobil Jepang lain. Suhu normal mesin bisa berada di kisaran 85 hingga 99 derajat Celcius.

Kasus overheat cukup sering ditemukan, terutama pada unit yang kurang terawat. Bahkan ada kasus heat insulator knalpot terbakar karena material peredam panas yang digunakan Nissan dianggap mudah terbakar.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Bikin Italia Kagum, Pilih Hidup Sederhana Meski Diguyur Bonus Miliaran usai Tampil Ganas di Moto3

Selain mesin, sektor kaki-kaki juga menjadi perhatian. Ball joint Grand Livina disebut cukup sering rusak hingga copot dari dudukannya jika tidak rutin dicek.

Apakah Grand Livina Tidak Awet?

Meski memiliki banyak penyakit khas, bukan berarti Nissan Grand Livina adalah mobil yang tidak awet. Reviewer menilai sebagian besar masalah muncul karena usia kendaraan yang sudah tua.

Baca Juga: Hakim Danish Jadi Sorotan di Moto3 Catalunya usai Sesumbar Podium, Feda Ega Pratama Justru Dipuji Media Eropa

Grand Livina generasi pertama L10 hadir sejak 2007, sedangkan generasi L11 mulai dipasarkan pada 2013. Artinya, unit termuda Grand Livina saat ini sudah berusia lebih dari tujuh tahun.

“Mobil tua rusak itu wajar. Yang penting masih banyak Grand Livina yang sampai sekarang belum overhaul,” jelasnya.

Dengan perawatan rutin dan penggunaan yang benar, Grand Livina dinilai tetap bisa menjadi mobil keluarga yang nyaman dan tahan lama.

Baca Juga: Upgrade Polytron Fox Air Buat Touring Jarak Jauh, Ini Rahasia Anti Overheat dan Tetap Nyaman di Tanjakan

Spare Part Mahal dan Dealer Mulai Langka

Salah satu hal yang paling sering dikeluhkan pemilik Nissan Grand Livina adalah harga spare part original yang relatif mahal.

Beberapa komponen seperti sensor oksigen bahkan bisa mencapai jutaan rupiah di dealer resmi. Selain mahal, ketersediaan spare part juga kerap menjadi masalah karena harus inden cukup lama.

Baca Juga: Review Polytron Fox Air, Motor Listrik Rp20 Jutaan dengan Jarak Tempuh 130 Km dan Rasa Motor Rp40 Juta

Kondisi ini terjadi karena jaringan dealer Nissan di Indonesia sudah tidak sebanyak dulu.

Namun untungnya, saat ini spare part aftermarket Grand Livina sudah mulai banyak tersedia di pasaran sehingga pemilik memiliki alternatif lebih murah.

Masih Layak Dibeli?

Meski punya beberapa kelemahan, Nissan Grand Livina tetap dianggap layak dibeli, terutama bagi konsumen yang mencari mobil keluarga nyaman dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Review Jujur Polytron Fox-R Setelah 1 Minggu Dipakai, Suspensi Keras hingga Footstep Bikin Pegal

Suspensi empuk, handling stabil, dan kabin lega menjadi nilai jual utama mobil ini. Bahkan banyak pengguna menyebut Grand Livina terasa seperti sedan dalam bentuk MPV.

Namun calon pembeli disarankan memahami karakter mobil ini sebelum membeli. Jika hanya ingin mobil yang minim perawatan, Grand Livina mungkin bukan pilihan terbaik.

“Tapi kalau tahu cara merawatnya, mobil ini sangat recommended,” tutup reviewer.

Baca Juga: Review Jujur Polytron Fox-R Setelah 1 Minggu Dipakai, Suspensi Keras hingga Footstep Bikin Pegal

Editor : Dyah Wulandari
#Nissan Grand Livina #Mobil Bekas Nissan #Grand Livina bekas #Penyakit Grand Livina #Spare part Nissan