BLITAR KAWENTAR - Motor listrik kini semakin diminati masyarakat Indonesia, terutama untuk kebutuhan harian di perkotaan. Salah satu yang sedang ramai dibahas adalah Polytron Fox 200, motor listrik mungil yang diposisikan sebagai kendaraan praktis untuk kaum hawa. Namun setelah dicoba langsung dalam penggunaan sehari-hari, motor ini ternyata punya performa yang cukup mengejutkan.
YouTuber otomotif Muhammad Rizki membagikan pengalamannya menggunakan Polytron Fox 200 selama beberapa hari. Awalnya ia mengaku sempat meremehkan kemampuan motor listrik tersebut. Namun setelah dipakai untuk aktivitas harian hingga perjalanan ke Jakarta, pandangannya berubah.
“Tadinya gua underestimate sama motornya, ternyata cukup kencang dan nyaman,” ujarnya.
Polytron Fox 200 memang dirancang sebagai motor listrik compact untuk mobilitas perkotaan. Dimensinya lebih pendek dibanding Honda Scoopy dan bobotnya ringan sehingga mudah dikendalikan, terutama untuk pengendara perempuan.
Tak heran jika Polytron memasarkan motor ini dengan istilah “motor macan” alias mama cantik. Dengan ukuran yang kecil dan handling ringan, Fox 200 dinilai cocok untuk kebutuhan antar anak sekolah, belanja, hingga aktivitas kerja sehari-hari.
Dimensi Compact dan Nyaman Dipakai Harian
Salah satu hal yang paling disorot dari Polytron Fox 200 adalah desainnya yang compact. Posisi duduk motor ini memang dibuat lebih rendah sehingga ramah untuk pengendara dengan tinggi sekitar 157 hingga 165 cm.
Namun untuk pengguna dengan tinggi di atas 170 cm, posisi duduk terasa agak jongkok karena baterai ditempatkan di bawah dek kaki.
Meski begitu, reviewer menilai ergonominya tetap nyaman untuk penggunaan harian jarak dekat hingga menengah. Ditambah lagi, jok motor terasa empuk dan suspensi belakangnya cukup nyaman, terutama saat digunakan berboncengan.
“Suspensi belakangnya juara sih menurut gua. Ayunannya enak banget,” kata Rizki.
Suspensi belakang bahkan bisa diatur tingkat kekerasannya sesuai kebutuhan pengendara. Saat digunakan berdua, motor tetap terasa stabil dan nyaman di jalan bergelombang.
Performa Motor Listrik Tak Bisa Diremehkan
Meski tampil mungil, Polytron Fox 200 ternyata punya performa yang cukup responsif untuk penggunaan dalam kota.
Motor listrik ini memiliki dua mode berkendara, yaitu Drive dan Sport. Pada mode Drive, kecepatan maksimal dibatasi hingga 50 km/jam. Sedangkan mode Sport memungkinkan motor melaju hingga lebih dari 70 km/jam.
Dengan bobot pengendara sekitar 100 kilogram, reviewer mengaku masih bisa mencapai kecepatan 71 km/jam dan motor terasa tetap bertenaga untuk menyalip kendaraan lain di jalan perkotaan.
“Buat nyusul-nyusul di kemacetan enak banget respons gasnya,” ujarnya.
Fox 200 juga diuji di tanjakan dalam kondisi berhenti total dan motor masih mampu melaju dengan baik. Namun ketika dipakai berboncengan dengan total bobot mencapai 180 kilogram, motor membutuhkan momentum tambahan saat melibas tanjakan curam.
Meski demikian, reviewer menilai kondisi tersebut masih wajar mengingat bobot yang dibawa cukup besar.
Handling Ringan tapi Kurang Mantap di Kecepatan Tinggi
Karena dimensinya yang kecil dan ringan, Polytron Fox 200 terasa sangat lincah untuk selap-selip di kemacetan. Namun ada catatan ketika motor dipacu dalam kecepatan tinggi.
Menurut reviewer, saat motor melaju di atas 50 km/jam, handling mulai terasa sedikit melayang sehingga rasa percaya diri saat berkendara cepat berkurang.
“Kalau sudah 65 sampai 70 km/jam rasanya agak enggak napak,” katanya.
Meski begitu, karakter tersebut dianggap tidak menjadi masalah besar karena target utama motor ini memang pengguna harian yang lebih mengutamakan kenyamanan dibanding kecepatan tinggi.
Baca Juga: Review Motor Listrik Indomobil Tirano Buat Touring Bogor, Torsi Galak tapi Baterai Jadi Sorotan
Konsumsi Baterai Dinilai Cukup Irit
Polytron Fox 200 dibekali baterai 1,9 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 85 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Dalam pengujian normal dari Kabupaten Bogor menuju Jakarta sejauh sekitar 30 kilometer, baterai berkurang sekitar 40 persen. Artinya, estimasi jarak tempuh realistis motor ini berada di kisaran 70 kilometer lebih.
“Menurut gua cukup lah buat motor dengan baterai sekecil ini,” ujar reviewer.
Motor ini juga sudah mendukung fast charging di jaringan charging Polytron. Dalam pengujian, pengisian dari sekitar 30 persen ke 65 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
Namun reviewer menemukan bahwa saat baterai menyentuh angka 6 persen, tenaga motor langsung turun drastis dan kecepatan dibatasi.
Cocok untuk Pengguna Perkotaan
Secara keseluruhan, Polytron Fox 200 dinilai cocok untuk pengguna yang membutuhkan motor listrik praktis, ringan, dan hemat biaya operasional.
Bagasi besar yang mampu memuat helm, performa cukup responsif, serta kenyamanan suspensi menjadi nilai jual utama motor ini.
Bagi pengguna perempuan atau siapa saja yang membutuhkan kendaraan ringkas untuk aktivitas harian di perkotaan, Polytron Fox 200 menjadi salah satu motor listrik yang layak dipertimbangkan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella