BLITAR KAWENTAR - Sebuah curhatan pengguna motor listrik Polytron Fox 350 viral di media sosial setelah mengungkap pengalaman kurang menyenangkan selama memakai motor tersebut. Dalam video yang diunggah di YouTube, pengguna mengaku mengalami berbagai masalah mulai dari indikator error, motor mendadak mati, hingga setang motor putus saat digunakan.
Pemilik motor menegaskan bahwa semua yang disampaikan merupakan pengalaman pribadi selama menggunakan Polytron Fox 350 selama kurang lebih tiga bulan. Ia juga menyebut tidak memiliki niat menjatuhkan pihak tertentu, melainkan hanya berbagi pengalaman agar calon pembeli lebih siap sebelum membeli motor listrik.
Motor listrik Polytron Fox 350 tersebut dibeli pada 20 November 2025 dengan harga sekitar Rp16,5 juta menggunakan sistem sewa baterai. Unit motor diterima pada awal Desember 2025 dan pengguna langsung membayar biaya sewa baterai selama satu tahun.
“Awalnya aman dan masih bahagia dapat motor baru,” ujarnya dalam video.
Namun setelah beberapa bulan pemakaian, berbagai masalah mulai muncul.
Indikator Error Muncul Setelah Dipakai 5 Kilometer
Masalah pertama mulai dirasakan pada Februari 2026 setelah motor digunakan sekitar 1.500 kilometer. Pengguna mengaku indikator huruf “M” di panel motor sering menyala ketika motor digunakan.
Akibatnya, motor tiba-tiba tidak bisa digas dan harus berhenti beberapa saat sebelum kembali normal.
“Biasanya kejadian setelah dipakai sekitar 5 kilometer,” katanya.
Pengguna mengaku tidak pernah menggunakan motor dalam kecepatan tinggi. Kecepatan rata-rata hanya sekitar 30 hingga 40 km/jam untuk kebutuhan harian.
Setelah melapor ke service center, pengguna diminta membawa motor ke pusat servis di Jember yang berjarak sekitar 70 kilometer dari rumahnya. Namun karena motor sering mogok di jalan, pengguna merasa keberatan membawa motor sejauh itu.
Setelah meminta home service, teknisi akhirnya datang dan mengganti salah satu komponen di bawah jok motor. Awalnya masalah terlihat selesai, tetapi pada malam harinya indikator “M” kembali muncul.
Service Center Dinilai Kurang Praktis
Keluhan lain yang disorot pengguna adalah lokasi service center yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Bahkan untuk pengambilan STNK dan BPKB, pengguna harus datang langsung ke Jember karena dokumen tidak bisa dikirim.
Menurutnya, salah satu alasan membeli motor listrik adalah karena minim perawatan rutin. Namun ketika muncul masalah, proses penanganan justru dinilai cukup merepotkan.
“Katanya motor listrik minim servis, tapi sekalinya servis harus keluar kota,” ujarnya.
Pihak service center disebut tetap meminta motor dibawa langsung ke bengkel resmi karena alat diagnosa tidak bisa dibawa teknisi ke rumah.
Pengguna mengaku khawatir karena motor bisa mati mendadak di jalan sewaktu-waktu.
Setang Motor Putus Saat Dipakai
Masalah paling serius terjadi ketika motor mencapai jarak tempuh sekitar 1.500 kilometer. Pengguna mengaku setang motor tiba-tiba putus saat digunakan.
“Bukan longgar, bukan oblak, tapi putus,” katanya.
Beruntung saat kejadian motor sedang melaju pelan karena sebelumnya pengguna sudah merasa khawatir dengan kondisi motor yang sering bermasalah.
Menurut pengakuannya, pihak teknisi menyebut kasus tersebut merupakan kejadian pertama. Bagian setang yang rusak kemudian langsung diganti oleh teknisi yang datang ke rumah pengguna.
Namun persoalan indikator error “M” masih belum terselesaikan hingga video dibuat.
Pengguna Akui Motor Tetap Hemat
Meski kecewa dengan pengalaman servis dan masalah teknis yang muncul, pengguna tetap mengakui bahwa motor listrik Polytron Fox 350 cukup hemat dari sisi biaya operasional.
Ia mengaku tidak perlu membeli bahan bakar dan biaya penggunaan harian memang jauh lebih murah dibanding motor bensin.
Namun menurutnya, penghematan tersebut justru tergantikan dengan rasa khawatir dan emosi akibat masalah yang terus muncul.
“Memang hemat sih enggak beli BBM, cuma emosinya jadi boros,” katanya sambil bercanda.
Jadi Sorotan Pengguna Motor Listrik
Curhatan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan pengguna motor listrik lain di media sosial. Banyak yang ikut berdiskusi soal pentingnya layanan purna jual, ketersediaan service center, hingga kualitas komponen motor listrik di Indonesia.
Pengguna juga menegaskan bahwa pengalamannya bersifat subjektif dan tidak mewakili seluruh pengguna Polytron Fox 350. Ia mengakui bisa saja pengguna lain mendapatkan unit dengan kondisi yang lebih baik.
Namun ia tetap mengingatkan calon pembeli agar mempertimbangkan lokasi service center, kesiapan layanan aftersales, dan kenyamanan penggunaan sebelum membeli motor listrik.
“Pastikan service center dekat, mental kuat, dan sabarnya tanpa batas,” ujarnya.
Editor : Fadhilah Salsa Bella