JAKARTA - Perdebatan soal mobil diesel bekas paling layak dibeli kembali ramai setelah kanal YouTube Dokter Mobil membandingkan dua Low MPV diesel yang sempat menarik perhatian pasar Indonesia, yakni Chevrolet Spin Diesel dan Suzuki Ertiga Diesel. Dalam ulasannya, Chevrolet Spin Diesel disebut masih lebih menarik dibanding rivalnya karena tenaga lebih besar dan karakter mesin yang dinilai lebih nyaman dipakai harian.
Keyword “Chevrolet Spin Diesel” menjadi sorotan utama karena mobil ini dianggap memiliki performa cukup baik di kelas MPV diesel murah. Meski begitu, pengguna tetap diminta memahami kelemahan teknis dan ketersediaan sparepart sebelum memutuskan membeli unit bekasnya.
Dalam video tersebut, Dokter Mobil menilai Chevrolet sebenarnya bukan produsen mesin diesel sembarangan. Mesin diesel Chevrolet Spin disebut cukup pintar dan modern untuk ukuran mobil keluarga pada masanya. Namun, masalah muncul ketika banyak pemilik tidak lagi melakukan perawatan sesuai standar setelah jaringan ATPM Chevrolet di Indonesia berhenti beroperasi.
“Chevrolet bukan pembuat mesin diesel yang bodoh. Mesin dieselnya cukup pintar,” ungkap Dokter Mobil dalam tayangan tersebut.
Chevrolet Spin Diesel Dinilai Lebih Bertenaga
Chevrolet Spin Diesel menggunakan mesin 1.300 cc turbo diesel yang dikenal cukup responsif untuk penggunaan dalam kota. Konsumsi BBM mobil ini juga tergolong irit, berada di kisaran 1:14 hingga 1:15 untuk pemakaian harian.
Menurut Dokter Mobil, performa Chevrolet Spin Diesel memang tidak bisa disamakan dengan Toyota Innova Diesel yang memiliki kapasitas mesin lebih besar. Namun, untuk ukuran MPV kompak, tenaganya dianggap cukup memuaskan.
Selain itu, desain interior Chevrolet Spin juga disebut lebih baik dibanding beberapa kompetitor di kelasnya. Meski kabinnya terasa sempit, fitur dan kenyamanan dinilai masih kompetitif.
Masalah utama Chevrolet Spin Diesel justru ada pada sektor pendingin mesin dan AC. Dokter Mobil mengungkapkan mobil ini pernah mengalami recall akibat masalah dryer AC. Selain itu, pemilik juga harus memperhatikan penggunaan coolant sesuai spesifikasi bawaan pabrik.
Salah Pakai Coolant Bisa Bikin Sensor Rusak
Dokter Mobil menjelaskan banyak pemilik Chevrolet Spin Diesel mengganti coolant dengan produk biasa demi menghemat biaya servis. Padahal, mesin diesel Chevrolet membutuhkan spesifikasi coolant tertentu karena berkaitan dengan sensor di sistem pendinginan.
Jika salah menggunakan coolant, kerak dan endapan bisa muncul dalam sistem pendingin. Akibatnya sensor menjadi rusak dan performa mesin terganggu.
“Setelah satu tahun biasanya mulai muncul masalah karena coolant tidak sesuai spesifikasi,” jelasnya.
Selain itu, masalah lain yang cukup sering dikeluhkan adalah sulitnya mencari sparepart Chevrolet Spin di Indonesia. Karena status mobil sudah tidak dipasarkan resmi, pemilik harus memiliki jaringan supplier sendiri agar lebih mudah mendapatkan komponen.
Suzuki Ertiga Diesel Lebih Irit, Tapi Tenaga Kurang
Di sisi lain, Suzuki Ertiga Diesel juga mendapat perhatian karena konsumsi BBM yang sangat irit. Mobil ini bahkan disebut mampu mencapai efisiensi hingga 1:18.
Suzuki menggunakan teknologi diesel direct injection pada Ertiga Diesel. Sistem ini membuat pembakaran lebih sempurna karena semprotan injektor langsung masuk ke ruang bakar.
Namun, teknologi tersebut justru dianggap memiliki potensi masalah lebih banyak dibanding diesel konvensional.
Problem Direct Injection Jadi Sorotan
Dokter Mobil menjelaskan injektor direct injection lebih mudah mengalami kerak karena posisinya berada langsung di ruang bakar. Tekanan balik dari proses kompresi membuat ujung injektor lebih cepat kotor dan mampet.
Selain itu, valve intake juga lebih mudah dipenuhi kerak karena tidak terkena semprotan bahan bakar seperti sistem injeksi biasa.
Akibatnya, perawatan Suzuki Ertiga Diesel menjadi lebih rumit dan membutuhkan perhatian ekstra. Meski mesin Suzuki dinilai cukup bandel, jumlah bengkel dan teknisi yang benar-benar memahami karakter mesin diesel tersebut masih terbatas.
Masalah lain yang sering dikeluhkan pengguna adalah tenaga saat menanjak yang dianggap kurang responsif. Hal ini karena mesin Ertiga Diesel memang lebih difokuskan untuk efisiensi bahan bakar dibanding performa.
Chevrolet Spin Diesel Jadi Pilihan Utama
Pada akhir pembahasan, Dokter Mobil mengaku lebih memilih Chevrolet Spin Diesel dibanding Suzuki Ertiga Diesel. Alasannya karena tenaga Chevrolet dinilai lebih memadai dan tidak menggunakan sistem direct injection yang dianggap lebih berisiko dalam jangka panjang.
Meski demikian, calon pembeli mobil diesel bekas tetap diminta memeriksa kondisi asap knalpot dan blow by mesin sebelum membeli unit. Asap hitam masih dianggap normal pada mobil diesel, tetapi asap putih bisa menjadi tanda kerusakan serius hingga turun mesin.
“Kalau asap putih, biasanya harus turun mesin,” tegasnya.
Editor : Dyah Wulandari