Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Touring Motor Listrik Jakarta-Dieng 1.000 Km Viral, Koko Serba Bisa Bongkar Kondisi Baterai Polytron Fox Air yang Sudah Soak

Divka Vance Yandriana • Jumat, 22 Mei 2026 | 20:48 WIB
Touring motor listrik Jakarta-Dieng viral usai Koko Serba Bisa buktikan Polytron Fox Air tetap kuat meski baterai soak.
Touring motor listrik Jakarta-Dieng viral usai Koko Serba Bisa buktikan Polytron Fox Air tetap kuat meski baterai soak.

JAKARTA - Touring motor listrik Jakarta-Dieng sejauh lebih dari 1.000 kilometer yang dilakukan YouTuber Koko Serba Bisa mendadak viral setelah ia membuktikan Polytron Fox Air tetap mampu diajak perjalanan ekstrem meski kondisi baterainya sudah soak. Perjalanan selama lima hari itu dilakukan pada awal Desember 2025 melalui jalur selatan Jawa hingga Dieng, Banjarnegara.

Perjalanan dimulai dari Jakarta Barat menuju Jonggol, Rajamandala, Bandung, Nagreg, Tasikmalaya hingga Jawa Tengah. Menariknya, Koko mengaku tetap menggunakan gaya berkendara gaspol tanpa berusaha menghemat baterai motor listriknya.

“Touring kali ini adalah perjalanan terjauh yang pernah saya lakukan bersama motor listrik,” ujar Koko dalam videonya.

Baca Juga: ⁠Ini Penampakan Hewan Kurban di Blitar Hasil Bantuan Presiden Prabowo Subianto

Ia juga mengungkapkan bahwa baterai Polytron Fox Air miliknya sebenarnya sudah mengalami penurunan performa sejak perjalanan sebelumnya ke Lampung. Namun motor tersebut tetap mampu menempuh perjalanan panjang tanpa kendala besar.

Jalur Selatan Jawa Jadi Ujian Touring Motor Listrik

Berbeda dengan kebanyakan rider yang memilih Pantura, Koko justru mengambil jalur selatan Jawa yang terkenal memiliki banyak tanjakan dan tikungan ekstrem. Dari Jakarta, ia menargetkan bisa mencapai Bandung dalam waktu enam jam menggunakan motor listrik.

Namun target tersebut belum tercapai. Koko akhirnya tiba di Bandung setelah perjalanan delapan jam akibat beberapa kali berhenti charging di PLN Jonggol dan Rajamandala.

Baca Juga: SMKN 1 Kademangan Blitar Kembali Gelar Job Fair 2026, Buka Ribuan Lowongan Pekerjaan

“Jakarta-Bandung naik motor listrik ternyata masih mentok delapan jam,” katanya.

Di perjalanan menuju Rajamandala, konsumsi baterai Polytron Fox Air tergolong cukup tinggi. Untuk menempuh jarak sekitar 75 kilometer, baterai terkuras hingga menyisakan 10 persen saja.

Kondisi semakin berat ketika indikator error E1 muncul akibat baterai overheat saat motor dipacu terus menerus dalam kondisi tanjakan dan cuaca panas.

“E1 itu terakhir saya alami sebelum baterainya soak,” ungkapnya.

Baca Juga: Polytron Fox R 2025 Resmi Hadir dengan 3 Warna Baru, Motor Listrik Murah Ini Makin Stylish dan Cocok Buat Touring

Meski begitu, Koko tetap melanjutkan perjalanan dan bahkan terus memacu motor di mode sport ketika melintasi jalur pegunungan Cipatat hingga Bandung.

Baterai Soak Tetap Tembus Dieng dan Tasikmalaya

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah pengakuan Koko soal kondisi baterai Polytron Fox Air miliknya yang sudah drop. Meski begitu, ia mengaku motor tetap nyaman digunakan untuk touring lintas provinsi.

Saat melintasi Lembang menuju Nagreg, kondisi cuaca yang lebih dingin justru membuat performa charging menjadi lebih stabil. Pengisian daya 30 ampere disebut berjalan lancar tanpa muncul error E1.

“Karena suhu udaranya adem, charging jadi aman,” jelasnya.

Koko juga memperlihatkan bagaimana jalur selatan Jawa ternyata sangat mendukung efisiensi motor listrik ketika melewati turunan panjang. Bahkan dalam beberapa kondisi, baterai motor tetap berada di angka 100 persen karena terbantu regenerative braking.

Ia mencatat konsumsi baterai yang cukup irit saat melintasi Nagreg menuju Tasikmalaya. Dalam perjalanan 10 kilometer, baterai hanya berkurang sekitar 3 persen.

Selain membahas baterai, Koko juga menyoroti kenyamanan berkendara di luar Jakarta. Menurutnya, etika berkendara di Bandung dan wilayah Jawa Barat jauh lebih tertib karena pengendara jarang membunyikan klakson berlebihan.

“Kalau di Jakarta baru lampu hijau satu detik aja langsung diklaksonin,” ujarnya.

Hujan Deras dan Jalan Pegunungan Jadi Tantangan Terbesar

Memasuki Tasikmalaya, perjalanan touring motor listrik ini mulai diuji cuaca buruk. Koko harus menerobos hujan deras hingga banjir saat menuju lokasi charging di UP3 Tasikmalaya.

Ia bahkan memperlihatkan genangan air cukup tinggi di beberapa titik jalan kota. Meski begitu, motor listrik Polytron Fox Air tetap bisa melaju normal tanpa kendala teknis berarti.

Koko juga mengakui jalur selatan Jawa memberikan pengalaman touring yang jauh lebih menarik dibanding jalur Pantura. Pemandangan pegunungan, sawah, hingga jalan berkelok membuat perjalanan terasa lebih seru meski penuh tantangan.

“Jalur selatan ternyata asik banget dan enggak membosankan,” katanya.

Selain itu, ia juga terus memantau tekanan angin ban dan performa motor karena membawa banyak perlengkapan touring seperti drone, kamera, dan peralatan dokumentasi di top box belakang.

Touring Jakarta-Dieng menggunakan motor listrik ini sekaligus menjadi bukti bahwa kendaraan listrik kini semakin layak digunakan untuk perjalanan jauh. Meski kondisi baterai sudah soak, Polytron Fox Air tetap mampu menembus ribuan kilometer dengan dukungan SPKLU yang semakin banyak tersedia di jalur antarkota.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Polytron Fox R #motor listrik Polytron #motor listrik