Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Motor Listrik Jakarta Bandung 8 Jam Tercapai! Rekor Baru Polytron Fox Air Lewat Jalur Jonggol Meski Hujan Deras

Divka Vance Yandriana • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:00 WIB
Motor listrik Jakarta Bandung 8 jam tercapai dengan Polytron Fox Air lewat jalur Jonggol meski hujan dan tantangan jalan ekstrem.
Motor listrik Jakarta Bandung 8 jam tercapai dengan Polytron Fox Air lewat jalur Jonggol meski hujan dan tantangan jalan ekstrem.

JAKARTA – Perjalanan motor listrik Jakarta Bandung 8 jam kembali menjadi sorotan setelah kreator konten berhasil mencatatkan rekor baru menggunakan Polytron Fox Air. Rute sejauh sekitar 190 kilometer itu ditempuh hanya dalam 8 jam, lebih cepat dibanding pengalaman sebelumnya yang mencapai 11 jam. Capaian ini diraih meski menghadapi hujan, jalan rusak, hingga tantangan pengisian daya di SPKLU PLN.

Perjalanan dimulai dari Jakarta Barat menuju Bandung melalui jalur Jonggol dan Cipatat pada Jumat pagi dengan target efisiensi waktu. Dalam catatan perjalanan, pengendara menegaskan bahwa motor listrik Jakarta Bandung 8 jam ini menjadi pembuktian bahwa mobilitas jarak jauh dengan kendaraan listrik semakin memungkinkan, asalkan strategi perjalanan tepat.

“Kalau sebelumnya saya tembus 11 jam, kali ini saya push supaya bisa lebih cepat. Targetnya 6 jam, walaupun akhirnya realitanya 8 jam,” ujar kreator dalam video perjalanan tersebut.

Baca Juga: Pemkot Blitar Ancang-ancang Terapkan Sistem Parkir Elektronik


Perjalanan Jakarta Bandung 8 Jam Lewat Jalur Jonggol dan Tantangan Jalan Rusak

Perjalanan motor listrik Jakarta Bandung 8 jam ini dimulai dengan evaluasi dari pengalaman sebelumnya yang lebih lambat akibat hujan deras, kemacetan jalur Puncak, hingga waktu istirahat yang terlalu lama. Kali ini, pengendara mencoba strategi baru dengan mengoptimalkan jalur Jonggol yang dinilai lebih landai untuk efisiensi baterai.

Sepanjang perjalanan, kondisi jalan menjadi tantangan utama. Mulai dari jalan bergelombang akibat lalu lintas truk, tambalan aspal tidak merata, hingga genangan air saat hujan turun deras di wilayah Cipatat menuju Cianjur. Bahkan, beberapa titik harus dilalui dengan kecepatan rendah demi menjaga stabilitas motor listrik.

“Kalau jalur Jonggol ini memang lebih stabil dibanding Puncak. Tanjakannya tidak terlalu ekstrem, jadi baterai lebih efisien,” ungkapnya. Dalam perjalanan ini, konsumsi baterai tercatat cukup efisien, di mana sekitar 43% baterai digunakan untuk menempuh jarak 52 kilometer pada salah satu segmen awal perjalanan.

Baca Juga: Motor Baru di IIMS 2026 Banjiri Pasar, dari Triumph 400 cc hingga Italjet Dragster 700, Ini Harga dan Speknya


Strategi Charging PLN Jadi Kunci Motor Listrik Jakarta Bandung 8 Jam

Keberhasilan motor listrik Jakarta Bandung 8 jam tidak lepas dari strategi pengisian daya di berbagai titik SPKLU PLN. Salah satu titik penting adalah ULP Jonggol dan Raja Mandala yang menjadi lokasi pengisian cepat selama perjalanan menuju Bandung.

Dalam pengisian daya, kreator mencatat penggunaan fast charging 30 amp yang mampu mengisi baterai hingga penuh dalam waktu sekitar 50–60 menit. Bahkan di beberapa lokasi, pengisian dilakukan secara gratis di service center Polytron, seperti di kawasan Cikupa dan Pondok Indah.

“Charging di service center bisa sangat cepat, sekitar 1 persen per menit. Ini jauh lebih efisien dibanding charger standar,” jelasnya dalam video. Data ini memperkuat bahwa infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting dalam mendukung perjalanan jarak jauh motor listrik.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Terbaik 2026, Polytron Fox 350 hingga Volta 401 Jadi Pilihan Favorit untuk Harian

Selain itu, perjalanan juga sempat berhenti di Cilegon untuk istirahat karena faktor kelelahan. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi waktu tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga manajemen perjalanan.


Hujan Deras dan Jalan Ekstrem Tak Gagalkan Target Jakarta Bandung 8 Jam

Meski sempat diterpa hujan deras dari Jonggol hingga Cipatat, perjalanan motor listrik Jakarta Bandung 8 jam tetap berhasil diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat dari rekor sebelumnya. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penghambat utama karena mengharuskan pengendara menurunkan kecepatan dan berhenti untuk menggunakan jas hujan.

Selain cuaca, kondisi jalan yang rusak dan berlubang di beberapa titik juga menjadi tantangan serius. Namun, performa Polytron Fox Air dinilai tetap stabil di berbagai kondisi medan, termasuk jalan menanjak dan turunan ekstrem di wilayah Jawa Barat.

“Target 6 jam belum tercapai, tapi 8 jam ini sudah jadi personal best baru untuk Jakarta Bandung pakai motor listrik,” katanya.


Penutup

Rekor motor listrik Jakarta Bandung 8 jam ini menjadi bukti bahwa kendaraan listrik mulai mampu bersaing dalam perjalanan jarak jauh, meski masih dipengaruhi faktor cuaca, infrastruktur charging, dan kondisi jalan. Dengan strategi rute yang tepat serta pemanfaatan SPKLU PLN, efisiensi perjalanan dapat terus ditingkatkan.

Kreator menegaskan, target berikutnya tetap 6 jam sebagai pencapaian ideal untuk rute Jakarta–Bandung menggunakan motor listrik.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Polytron Fox R #motor listrik Polytron Fox R #motor listrik