Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Touring 504 Km Pakai Polytron Fox Air, Ini Hasil Uji Jarak Tempuh dan Biaya yang Mengejutkan

Divka Vance Yandriana • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:09 WIB
Touring Polytron Fox Air 504 km buktikan efisiensi tinggi, biaya Rp40 ribu, tapi tantangan tanjakan tetap terasa.
Touring Polytron Fox Air 504 km buktikan efisiensi tinggi, biaya Rp40 ribu, tapi tantangan tanjakan tetap terasa.

JAKARTA - Motor listrik Polytron Fox Air kembali menjadi sorotan setelah digunakan dalam perjalanan touring Jakarta–Bandung–Ciwidey–Purwakarta dengan total jarak mencapai 504 kilometer selama tiga hari. Dalam pengujian tersebut, motor listrik ini mencatat konsumsi biaya pengisian hanya sekitar Rp40.900, namun juga menunjukkan tantangan besar pada medan tanjakan dan beban boncengan yang memengaruhi daya tahan baterai secara signifikan.


Touring 504 Km: Polytron Fox Air Diuji di Rute Jakarta–Bandung–Ciwidey

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Bandung dan dilanjutkan ke kawasan wisata Ciwidey seperti Kawah Putih dan Situ Patenggang, sebelum akhirnya kembali ke Jakarta melalui jalur Purwakarta. Total jarak tempuh dalam tiga hari mencapai 504 km, menjadikannya salah satu pengujian jarak jauh ekstrem untuk motor listrik di kelasnya.

Pada hari pertama, motor digunakan untuk perjalanan santai dengan estimasi jarak sekitar 100 km menuju Ciwidey. Namun, kondisi berubah saat motor membawa penumpang tambahan dan melewati jalur menanjak. Dalam kondisi tersebut, kapasitas baterai turun drastis hingga tersisa sekitar 12% setelah menempuh perjalanan sekitar 30 km menuju titik pengisian di PLN Ciwidey.

Baca Juga: Didorong Masalah Asmara, Pria asal Kalimantan Selatan Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Blitar

“Kalau tanjakan dan boncengan, konsumsi baterai jauh lebih cepat turun,” ungkap pengendara dalam pengujian tersebut.


Konsumsi Baterai dan Tantangan Tanjakan di Kawasan Pegunungan

Pengujian menunjukkan bahwa Polytron Fox Air sangat dipengaruhi oleh kondisi medan. Saat melewati jalur Ciwidey yang dominan tanjakan dan macet, baterai dapat turun dari 100% ke 85% hanya dalam jarak sekitar 8–9 km.

Kondisi ini menegaskan bahwa penggunaan motor listrik di daerah pegunungan memiliki tantangan tersendiri, bukan pada jarak tempuh, tetapi pada beban kerja motor saat menanjak. Pengendara bahkan menyebut bahwa performa terasa jauh lebih berat saat membawa penumpang.

Baca Juga: Penjualan Mobil April 2026 Bikin Geger, BYD dan Jaecoo Ancam Dominasi Toyota di Indonesia

Meski demikian, motor ini tetap memiliki keunggulan pada sistem pengisian daya. Di beberapa titik, pengisian dilakukan di SPKLU PLN dengan waktu tunggu yang dimanfaatkan untuk beristirahat dan makan. Namun, sempat terjadi kendala teknis pada proses pengisian yang menyebabkan charging tidak selesai secara normal dan harus dialihkan ke akun serta port lain.


Regenerative Braking Jadi Penyelamat Saat Turunan

Salah satu fitur yang memberikan keuntungan signifikan adalah regenerative braking. Dalam perjalanan turun dari kawasan wisata, baterai yang sebelumnya berada di 60% justru meningkat menjadi 63% setelah menempuh turunan sekitar 12 km.

Fitur ini bekerja otomatis setiap kali pengendara melakukan pengereman. Energi yang dihasilkan saat deselerasi dikembalikan ke baterai, meskipun efeknya di jalan perkotaan relatif kecil.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Terbaik dan Awet 2026, Jarak Tempuh Tembus 140 Km, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Namun, dalam kondisi jalan pegunungan yang panjang dan sering melakukan pengereman, efek regeneratif menjadi lebih terasa dan mampu menambah beberapa persen daya baterai secara gratis.


Pengalaman Touring: Charging, Range Anxiety, dan Efisiensi Biaya

Dalam perjalanan pulang menuju Jakarta via Purwakarta, pengendara mengaku sempat mengalami range anxiety atau kekhawatiran kehabisan baterai di jalan. Hal ini dipicu pengalaman sebelumnya saat baterai 0% hanya mampu bertahan sekitar 2 km sebelum motor benar-benar mati.

Meski begitu, secara keseluruhan perjalanan tetap berjalan lancar dengan beberapa kali pengisian di SPKLU PLN. Salah satu pengisian bahkan memakan waktu sekitar 1,5 jam sebelum motor kembali digunakan untuk melanjutkan perjalanan malam.

Menariknya, dari total perjalanan 504 km tersebut, biaya listrik yang dihabiskan hanya sekitar Rp40.900, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar motor konvensional untuk jarak serupa.

Pengendara menyimpulkan bahwa Polytron Fox Air menawarkan efisiensi tinggi untuk touring jarak jauh, meskipun masih membutuhkan penyesuaian gaya berkendara, terutama di medan tanjakan dan kondisi boncengan.

“Secara biaya sangat hemat, tapi untuk medan pegunungan perlu adaptasi,” demikian kesimpulan dari pengujian tersebut.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Polytron Fox R #motor listrik Polytron Fox R #motor listrik