BLITAR KAWENTAR - Touring motor listrik Banyuwangi-Jogja sejauh hampir 1.800 kilometer menjadi perhatian setelah seorang YouTuber otomotif nekat menjelajah Jawa Tengah menggunakan motor listrik seorang diri. Perjalanan panjang itu dimulai dari Banyuwangi menuju Yogyakarta, lalu dilanjutkan ke Dieng, Semarang, Mojokerto hingga kembali lagi ke Banyuwangi.
Touring tersebut dilakukan selama beberapa hari dengan mengandalkan jaringan SPKLU PLN di sejumlah kota besar. Meski menempuh perjalanan lintas provinsi dengan jalur pegunungan ekstrem, rider mengaku motor listrik tetap mampu diandalkan untuk perjalanan jauh.
“Jangan takut perjalanan jauh pakai motor listrik,” ujar sang rider di akhir perjalanan.
Perjalanan dimulai dengan persiapan sederhana. Motor hanya mendapat sedikit upgrade berupa lampu tambahan, kaliper rem original Nissin, crash bar, serta pemasangan box belakang untuk membawa perlengkapan touring.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil 50 Jutaan yang Masih Layak Dibeli, Murah, Irit, dan Nyaman untuk Aktivitas Harian
Touring Motor Listrik Banyuwangi-Jogja Andalkan SPKLU PLN
Rider memulai perjalanan dari Banyuwangi menuju Yogyakarta melalui jalur Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto hingga Nganjuk. Total jarak yang ditempuh pada keseluruhan touring diperkirakan mencapai 1.700 sampai 1.800 kilometer.
Sebelum berangkat, tekanan ban dicek terlebih dahulu untuk memastikan motor tetap nyaman digunakan touring jarak jauh. Tekanan ban depan diatur sekitar 28 PSI dan belakang 30 PSI agar lebih stabil saat melewati jalur panjang.
Selama perjalanan, pengisian daya dilakukan di sejumlah SPKLU PLN seperti PLN Kalisat, PLN Kraksaan, PLN Mojokerto, PLN Nganjuk, PLN Magetan, hingga PLN Purwosari Solo.
Menariknya, beberapa titik charging bahkan masih gratis. Rider mengaku hanya perlu membeli token listrik Rp5 ribu hingga Rp6.500 untuk mengisi penuh baterai motor listriknya.
“Ngisi token Rp5.000 saja cukup buat full,” katanya saat berhenti charging di wilayah Magetan.
Keberadaan SPKLU PLN menjadi faktor penting yang membuat touring motor listrik lintas kota semakin memungkinkan. Lokasi charging yang berada di pusat kota juga memudahkan rider untuk beristirahat sambil makan atau sekadar menikmati suasana daerah yang disinggahi.
Tanjakan Tawangmangu Jadi Ujian Berat Motor Listrik
Salah satu tantangan terbesar touring motor listrik ini terjadi saat rider melewati jalur Tawangmangu menuju Cemoro Sewu. Jalur tersebut dikenal memiliki tanjakan ekstrem yang biasa menjadi ujian kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, motor listrik tetap mampu melewati tanjakan panjang tersebut dengan cukup baik. Rider bahkan sempat menggunakan fitur cruise control di kecepatan sekitar 50-55 km/jam agar perjalanan lebih santai dan tidak melelahkan.
“Cruise control buat tanjakan ternyata enak banget,” ujarnya.
Perjalanan menuju kawasan pegunungan juga menghadirkan panorama alam yang menarik. Rider beberapa kali berhenti untuk menikmati pemandangan di Telaga Sarangan dan jalur pegunungan Karanganyar.
Selain itu, motor listrik juga disebut cukup nyaman digunakan untuk touring karena suara mesin yang senyap membuat perjalanan terasa lebih rileks. Namun rider tetap menekankan pentingnya menjaga kecepatan stabil agar konsumsi baterai tetap efisien.
Dalam perjalanan tersebut, beberapa kamera sempat mengalami kendala sehingga sebagian rekaman perjalanan hilang. Meski begitu, perjalanan touring tetap berlanjut hingga memasuki Solo dan Klaten sebelum akhirnya tiba di Yogyakarta pada malam hari.
Touring Motor Listrik Buktikan Perjalanan Jauh Kini Lebih Realistis
Setelah melewati Solo dan Klaten, rider akhirnya tiba di kawasan Tugu Yogyakarta sebagai penanda akhir perjalanan etape pertama dari Banyuwangi menuju Jogja.
Perjalanan panjang itu menjadi bukti bahwa motor listrik kini mulai realistis digunakan untuk touring antarkota bahkan lintas provinsi. Dengan perencanaan charging yang tepat serta gaya berkendara stabil, perjalanan ratusan kilometer dapat dilakukan tanpa kendala besar.
Rider juga menyebut biaya perjalanan menggunakan motor listrik jauh lebih hemat dibanding motor bensin. Selain itu, proses charging kini semakin mudah karena jaringan SPKLU PLN sudah tersedia di banyak kota.
Setelah tiga hari berada di Yogyakarta, touring rencananya akan dilanjutkan menuju Dieng dan Semarang sebelum kembali pulang ke Jawa Timur.
Touring motor listrik Banyuwangi-Jogja ini sekaligus memperlihatkan perubahan gaya perjalanan komunitas roda dua di Indonesia. Jika sebelumnya touring identik dengan motor bensin berkapasitas besar, kini motor listrik mulai membuktikan diri mampu diajak menempuh perjalanan ekstrem dengan biaya yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella