BLITAR KAWENTAR - Touring menggunakan Polytron Fox kembali menarik perhatian setelah seorang YouTuber membagikan pengalaman perjalanan ke kawasan Ci Panas sambil menguji performa baterai motor listriknya. Dalam perjalanan tersebut, motor digunakan membawa tiga orang dengan total beban sekitar 170 kilogram dan tetap menyisakan baterai 30 persen setelah melewati medan menanjak.
Perjalanan dimulai sejak pagi hari dengan kondisi baterai penuh 100 persen. Pengendara sengaja melakukan transit lebih dulu di Service Center (SC) Bogor untuk melakukan pengisian daya cepat atau fast charging sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan pegunungan.
Pengalaman touring ini sekaligus menjadi pembuktian kemampuan motor listrik Polytron Fox saat digunakan jarak menengah dengan beban berat dan kondisi jalan menanjak terus-menerus.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil 50 Jutaan yang Masih Layak Dibeli, Murah, Irit, dan Nyaman untuk Aktivitas Harian
Fast Charging Disebut Jadi Kunci Touring Motor Listrik Jarak Jauh
Dalam video tersebut, pengendara menjelaskan alasan memilih fast charging sebelum memulai touring. Ia menyebut pengisian daya standar pada motor listrik bisa memakan waktu hingga empat jam sehingga kurang efektif untuk perjalanan jauh.
Menurutnya, penggunaan fast charging aftermarket sudah cukup umum di kalangan pengguna Polytron Fox. Bahkan beberapa YouTuber otomotif disebut pernah melakukan perjalanan jauh hingga Jogja dan Bali menggunakan perangkat fast charging.
“Kalau ke Bali enggak pakai fast charging, ngecasnya bisa makan waktu puluhan jam,” ujarnya dalam video.
Ia memperkirakan pengisian daya menggunakan fast charging hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga penuh. Dalam perjalanannya kali ini, proses charging di SC Bogor bahkan disebut berlangsung sangat cepat karena hanya ditinggal makan sebentar sebelum baterai kembali 100 persen.
Pengendara juga menepis anggapan bahwa fast charging menjadi penyebab baterai cepat drop. Menurutnya, kondisi baterai yang bermasalah lebih disebabkan faktor bawaan atau kondisi sel baterai itu sendiri, bukan semata-mata karena penggunaan fast charging.
SC Bogor yang digunakan dalam perjalanan ini disebut memiliki charger 40 ampere yang dinilai cukup cepat untuk mendukung kebutuhan touring motor listrik.
Baterai Polytron Fox Tersisa 30 Persen Setelah Lewati Tanjakan
Setelah pengisian penuh di Bogor, perjalanan dilanjutkan menuju Ci Panas dengan kondisi jalan yang didominasi tanjakan. Motor digunakan membawa tiga orang termasuk seorang anak kecil, dengan total beban sekitar 170 kilogram.
Meski menghadapi medan berat, motor listrik Polytron Fox tetap mampu mencapai lokasi tujuan tanpa kendala berarti. Sesampainya di Ci Panas, indikator baterai menunjukkan sisa daya sekitar 30 hingga 32 persen.
“Halo guys, ini sudah sampai Ci Panas, baterai sisa 30 persen karena medannya nanjak terus,” kata pengendara.
Hasil tersebut dianggap cukup impresif mengingat perjalanan dilakukan dengan beban berat dan kondisi jalan yang menguras daya baterai lebih besar dibanding jalan datar.
Touring ini juga menunjukkan bahwa efisiensi baterai motor listrik sangat dipengaruhi gaya berkendara, medan jalan, serta bobot kendaraan yang dibawa. Pada jalur menanjak, konsumsi daya memang cenderung meningkat drastis dibanding penggunaan harian di perkotaan.
Touring Motor Listrik Mulai Banyak Diuji untuk Perjalanan Wisata
Fenomena touring motor listrik kini semakin ramai dilakukan komunitas otomotif di Indonesia. Selain menguji jarak tempuh, perjalanan semacam ini juga menjadi ajang pembuktian kemampuan kendaraan listrik untuk kebutuhan wisata dan perjalanan antarkota.
Polytron sendiri belakangan aktif mendukung berbagai kegiatan touring motor listrik, termasuk perjalanan lintas pulau yang melibatkan sejumlah kreator otomotif dan YouTuber.
Penggunaan fast charging menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perjalanan jauh. Dengan waktu charging lebih singkat, pengguna dinilai bisa lebih fleksibel mengatur perjalanan tanpa harus berhenti terlalu lama.
Selain infrastruktur charging, kesiapan baterai dan pemilihan rute juga menjadi perhatian utama pengguna motor listrik saat touring. Jalur dengan banyak tanjakan seperti kawasan pegunungan terbukti lebih cepat menguras daya dibanding rute perkotaan biasa.
Meski begitu, hasil touring menuju Ci Panas ini menunjukkan motor listrik Polytron Fox masih mampu memberikan performa cukup baik untuk perjalanan wisata jarak menengah dengan kondisi beban berat sekalipun.
Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penggunaan motor listrik untuk touring kini mulai dianggap realistis, terutama jika didukung fast charging dan perencanaan perjalanan yang tepat.
Editor : Fadhilah Salsa Bella