BLITAR KAWENTAR - Touring menggunakan Polytron Fox Air dari Jakarta menuju Bandung hingga kawasan Ciwidey menjadi ajang pembuktian efisiensi motor listrik untuk perjalanan jarak jauh. Dalam perjalanan total 504 kilometer selama tiga hari, biaya charging yang dikeluarkan hanya sekitar Rp40.900.
Perjalanan tersebut dilakukan melewati jalur pegunungan, tanjakan ekstrem, hingga kemacetan kawasan wisata Ciwidey. Pengendara juga sempat membawa penumpang yang membuat konsumsi baterai berubah drastis dibanding perjalanan solo.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Polytron Fox Air tetap berhasil menyelesaikan touring lintas kota tersebut dengan dukungan fast charging dan regenerative braking.
Touring Ciwidey Jadi Ujian Berat untuk Polytron Fox Air
Hari kedua perjalanan difokuskan menuju kawasan wisata Kawah Putih dan Situ Patenggang di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Tantangan utama muncul karena motor digunakan berboncengan dan harus melintasi jalur menanjak dengan lalu lintas padat.
Pengendara mengaku pola berkendara berubah total dibanding hari pertama yang lebih banyak menggunakan mode gas penuh atau “gaspol”.
“Salah satu konsekuensi pakai motor listrik di daerah pegunungan bukan masalah jarak jauh, tapi tanjakannya,” ujarnya.
Saat berangkat dari Bandung menuju PLN Ciwidey, baterai motor turun drastis dari 50 persen menjadi 12 persen hanya setelah menempuh sekitar 30 kilometer. Kondisi tersebut dipengaruhi tanjakan panjang serta beban tambahan penumpang.
Setelah melakukan charging penuh di PLN Ciwidey, perjalanan dilanjutkan menuju Kawah Putih. Namun, baru sekitar 8,5 kilometer setelah charging, kapasitas baterai kembali turun dari 100 persen menjadi 85 persen akibat medan menanjak dan kemacetan.
Pengendara menyebut motor listrik memang kurang ideal untuk perjalanan pegunungan jika harus membawa beban berat dan sering berhenti di tanjakan karena membutuhkan tenaga besar saat akselerasi awal.
Regenerative Braking Bikin Baterai Bertambah Saat Turunan
Meski konsumsi baterai boros saat menanjak, Polytron Fox Air ternyata mendapat keuntungan ketika melewati jalur turunan. Dalam perjalanan pulang dari Situ Patenggang menuju Ciwidey, kapasitas baterai justru bertambah dari 60 persen menjadi 63 persen.
Tambahan daya tersebut berasal dari fitur regenerative braking bawaan motor.
“Kalau kita melakukan pengereman, otomatis sedang melakukan pengisian baterai,” jelasnya.
Pengendara menjelaskan fitur regenerative braking memang terasa maksimal di jalur pegunungan dengan turunan panjang karena motor terus melakukan pengereman.
Sebaliknya, di jalur perkotaan atau jalan datar, efek pengisian ulang baterai dari regenerative braking disebut relatif kecil.
Selama touring, pengendara juga mengaku sempat mengalami range anxiety atau rasa khawatir kehabisan baterai di jalan. Hal itu terjadi karena karakter indikator baterai motor listrik berbeda dengan kendaraan bensin.
Ia menjelaskan saat indikator baterai mencapai 0 persen, motor listrik hanya mampu berjalan sekitar 2 kilometer sebelum benar-benar mati total.
Kondisi tersebut membuat manajemen charging menjadi faktor penting selama touring motor listrik.
Biaya Charging 504 Kilometer Hanya Rp40.900
Setelah menyelesaikan perjalanan Bandung-Jakarta melalui jalur Purwakarta, pengendara akhirnya menuntaskan touring sejauh total 504 kilometer dalam tiga hari.
Sepanjang perjalanan, ia beberapa kali melakukan charging di titik PLN seperti Ciwidey, Padalarang, dan Karawang.
Menariknya, total biaya listrik yang dikeluarkan hanya mencapai Rp40.900. Nominal tersebut mencakup seluruh kebutuhan charging selama touring Jakarta-Bandung-Ciwidey-Jakarta.
“Teruji ya, total jarak tempuh 504 kilometer menghabiskan ongkos pengisian baterai Rp40.900,” katanya.
Selain efisiensi biaya, pengendara juga memuji kenyamanan motor setelah dilakukan upgrade lampu, rem, dan shockbreaker. Menurutnya, lampu tambahan sangat membantu saat night ride atau perjalanan malam hari di jalur antarkota.
Namun, ia mengakui performa akselerasi Polytron Fox Air masih kalah dibanding motor bensin seperti Yamaha NMAX, terutama di kecepatan tinggi.
Meski begitu, untuk kebutuhan touring santai dan perjalanan jarak menengah, motor listrik ini dinilai tetap menyenangkan digunakan selama pengendara memahami karakter baterai dan titik charging.
Pengalaman tersebut membuatnya mengaku tidak kapok touring menggunakan motor listrik dan siap melakukan perjalanan jarak jauh berikutnya bersama Polytron Fox Air.
Editor : Fadhilah Salsa Bella