BLITAR KAWENTAR - Touring menggunakan Polytron Fox Air dari Jakarta menuju Bandung kini mulai banyak dicoba pengguna motor listrik. Salah satu YouTuber otomotif membuktikan kemampuan Polytron Fox Air untuk perjalanan jarak jauh dengan konsep “anti eco”, yakni tetap gaspol tanpa berkendara hemat baterai sepanjang perjalanan.
Dalam perjalanan hari pertama menuju Bandung, motor listrik tersebut dipakai melintasi jalur Bogor-Puncak-Cianjur hingga Bandung dengan kondisi hujan deras, tanjakan panjang, dan lalu lintas padat. Meski begitu, perjalanan tetap berhasil diselesaikan dengan beberapa kali charging di titik PLN.
Pengendara juga menguji langsung konsumsi baterai Polytron Fox Air saat dipakai agresif di jalur pegunungan, termasuk saat melawan arus one way Puncak.
Touring Polytron Fox Air Dimulai dari Jakarta Menuju Puncak
Perjalanan dimulai pada Jumat, 5 September sekitar pukul 11.00 siang dari Jakarta Barat. Sebelum berangkat, pengendara menyiapkan berbagai perlengkapan touring mulai dari fast charger, converter charging mobil, jas hujan, pompa ban, hingga dua kamera GoPro.
Motor yang digunakan adalah Polytron Fox Air dengan baterai penuh 100 persen dan odometer sekitar 5.800 kilometer.
Berbeda dengan gaya berkendara hemat baterai yang biasa dilakukan pengguna motor listrik, kali ini pengendara justru memilih konsep “gaspol” atau berkendara agresif sepanjang perjalanan.
“Saya enggak mau pakai eco ataupun irit-irit. Pokoknya gaspol semaksimal mungkin,” ujarnya.
Kecepatan cruising di jalur arteri disebut stabil di kisaran 65 hingga 70 km/jam. Dalam kondisi tersebut, konsumsi baterai cukup tinggi. Setelah menempuh sekitar 40 kilometer menuju Parung, kapasitas baterai tersisa sekitar 68 persen.
Pengendara juga mengungkap salah satu kelemahan Polytron Fox Air saat dipakai touring cepat, yakni getaran pada stang meski suspensi depan dan belakang sudah di-upgrade menggunakan komponen aftermarket.
Tanjakan Puncak Jadi Tantangan Berat Motor Listrik
Tantangan terbesar muncul saat memasuki jalur Puncak menuju Cipanas. Medan menanjak membuat konsumsi baterai meningkat drastis dibanding jalur datar.
Setelah charging di PLN Bogor dengan biaya sekitar Rp4 ribuan untuk tambahan daya 2,1 kWh, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Puncak.
Saat memasuki tanjakan panjang, baterai motor terkuras jauh lebih cepat. Pengendara mengaku baru memahami bahwa medan pegunungan menjadi tantangan utama kendaraan listrik.
“Kalau lagi nanjak tetap makan listrik karena torsinya harus lebih besar,” katanya.
Dengan sisa baterai sekitar 50 persen, motor hanya mampu menempuh sekitar 35 kilometer di jalur menanjak. Padahal sebelumnya di jalur datar, kapasitas serupa mampu dipakai hingga hampir 60 kilometer.
Meski begitu, Polytron Fox Air masih mampu melaju hingga 60 km/jam di beberapa tanjakan ketika mode sport diaktifkan.
Pengendara juga memanfaatkan fitur cruise control untuk menjaga kecepatan konstan saat menanjak. Sistem tersebut memungkinkan motor mempertahankan kecepatan sekitar 40 km/jam secara otomatis tanpa perlu menarik gas terus-menerus.
Selain soal baterai, jalur Puncak yang sedang one way turun membuat perjalanan semakin menantang karena banyak motor nekat melawan arus.
Hujan Deras dan Charging PLN Jadi Bagian Penting Touring
Setelah melewati Puncak dan Cianjur, perjalanan menuju Bandung diwarnai hujan deras sepanjang puluhan kilometer. Kondisi tersebut sempat membuat kamera GoPro dan kabel audio mengalami gangguan akibat kemasukan air.
Namun, pengendara menyebut motor listrik justru memiliki kelebihan saat menerobos hujan karena tidak perlu khawatir mesin kemasukan air seperti motor konvensional.
Charging beberapa kali dilakukan di titik PLN seperti PLN CMC dan PLN Raja Mandala. Bahkan petugas keamanan di PLN Raja Mandala disebut membantu memindahkan mobil agar motor listrik bisa charging di area yang lebih terlindung dari hujan.
Pengendara juga memuji fasilitas ruang tunggu PLN yang dianggap nyaman bagi pengguna kendaraan listrik.
“Pelayanan PLN buat yang nunggu ngecas motor listrik the best,” ujarnya.
Perjalanan akhirnya berakhir di Bandung sekitar pukul 22.00 malam dengan kondisi baterai tersisa sekitar 60 persen setelah menempuh sekitar 40 kilometer dari titik charging terakhir.
Meski memakan waktu hampir 11 jam dari Jakarta ke Bandung, pengendara mengaku perjalanan tidak terlalu melelahkan karena waktu charging bisa dimanfaatkan untuk istirahat.
Touring ini sekaligus menunjukkan bahwa motor listrik seperti Polytron Fox Air kini mulai realistis dipakai perjalanan jarak jauh, meski tetap membutuhkan strategi charging dan pemahaman karakter baterai terutama di jalur pegunungan.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest