BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama sukses membuat paddock Moto3 Eropa geger setelah tampil luar biasa pada Moto3 Catalunya 2026.
Start dari posisi ke-20, pembalap Honda Team Asia itu mampu finis kedelapan dan mendapat pujian langsung dari legenda MotoGP Dani Pedrosa.
Penampilan Veda Ega Pratama dianggap sebagai salah satu comeback terbaik musim ini.
Pembalap asal Gunung Kidul tersebut memperlihatkan kombinasi kecepatan, strategi ban, dan kecerdasan balap yang membuat rival-rival Eropa mulai terancam.
Kini, Veda datang ke GP Italia Mugello dengan modal besar sebagai penghuni lima besar klasemen dunia Moto3 2026.
Dani Pedrosa Kagum dengan Kecerdasan Balap Veda Ega
Legenda MotoGP Dani Pedrosa menjadi salah satu sosok yang terang-terangan memberikan apresiasi terhadap performa Veda Ega di Catalunya.
Pedrosa menilai pembalap Indonesia berusia 17 tahun itu memiliki kematangan balap yang jarang dimiliki rookie Moto3.
Menurutnya, Veda sangat cerdas dalam menjaga ritme lomba dan tidak egois saat melakukan overtake. Hal itu terlihat ketika Veda sengaja menurunkan tempo balapan demi menjaga kondisi ban sebelum kembali menyerang di lap-lap akhir.
“Dia sangat dewasa saat mengeksekusi overtake. Itu kualitas pembalap profesional,” ujar Pedrosa.
Strategi tersebut terbukti efektif. Setelah sempat naik drastis ke posisi sembilan, Veda memilih menjaga ritme agar grip ban depan tidak habis terlalu cepat.
Saat rival lain mulai kehilangan performa akibat ban aus, Veda tetap mampu mempertahankan kecepatannya hingga finis di posisi kedelapan.
Statistik Veda Ega Lebih Konsisten dari Rival Asia Tenggara
Penampilan Veda di Catalunya juga memunculkan perbandingan dengan rival Asia Tenggara asal Malaysia, Hakim Danish.
Secara hasil akhir, Hakim memang finis satu tingkat di depan Veda di posisi ketujuh. Namun banyak pengamat menilai performa Veda jauh lebih impresif karena harus memulai balapan dari posisi ke-20.
Sementara Hakim Danish memulai race dari posisi ke-10 dan sempat masuk grup lima besar sebelum akhirnya gagal podium akibat kesalahan pengereman pada lap terakhir.
Dari sisi klasemen, perbedaan keduanya juga cukup jauh. Veda kini berada di posisi kelima dunia dengan 58 poin, sedangkan Hakim Danish masih tercecer di posisi ke-11.
Data top speed Moto3 Catalunya 2026 turut menunjukkan persaingan ketat. Veda mencatat kecepatan maksimal 247,1 km/jam saat FP2, sedangkan Hakim Danish menyentuh angka 248,2 km/jam ketika balapan utama.
Namun banyak analis menilai kekuatan utama Veda bukan hanya top speed, melainkan kemampuan pengereman dan kontrol sasis yang lebih stabil.
Mugello Jadi Ujian Besar Veda Ega Pratama
Usai tampil impresif di Catalunya, fokus Veda kini tertuju ke GP Italia Mugello yang berlangsung pada 29-31 Mei 2026.
Sirkuit Mugello dikenal sebagai salah satu trek paling menantang di Moto3 karena memiliki lintasan lurus sepanjang 1,1 kilometer dan tikungan cepat berkarakter agresif.
Untuk menghadapi balapan tersebut, Veda menjalani latihan fisik intensif bersama Honda Team Asia. Fokus utamanya adalah memperkuat otot inti dan ketahanan lengan agar terhindar dari arm pump.
Selain itu, tim juga membedah data telemetri demi memperbaiki kelemahan saat kualifikasi. Catalunya menjadi evaluasi besar karena Veda harus kehilangan banyak waktu akibat start dari posisi belakang.
Menariknya, Mugello justru menjadi salah satu trek favorit Veda. Musim lalu di ajang Red Bull Rookies Cup, ia berhasil menyapu bersih dua kemenangan di sirkuit tersebut.
Saat ini, Veda juga masih memimpin klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 dengan keunggulan 16 poin dari Brian Uriarte.
Jika mampu kembali naik podium di Mugello, peluang Veda untuk menembus tiga besar klasemen dunia semakin terbuka sekaligus memperkuat statusnya sebagai wonder kid baru Indonesia di ajang Moto3.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan