BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap internasional setelah namanya dikabarkan masuk radar VR46 Racing Team milik legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Rumor tersebut mencuat usai performa impresif Veda di Moto3 2026 dan Red Bull Rookies Cup yang membuat paddock Eropa mulai memberi perhatian besar kepada pembalap muda asal Gunung Kidul itu.
Keyword “Veda Ega Pratama VR46” bahkan ramai diperbincangkan di media sosial dan forum MotoGP internasional dalam beberapa hari terakhir.
Banyak penggemar mulai berspekulasi apakah rider binaan Honda Team Asia tersebut akan menjadi bagian dari proyek pembinaan pembalap muda VR46 di masa depan.
Musim debut Moto3 2026 menjadi titik penting dalam perjalanan karier Veda.
Pembalap berusia 17 tahun itu tampil konsisten sejak awal musim dengan mengoleksi poin penting dalam lima seri pertama.
Performa Veda Ega Pratama Bikin Tim Italia Mulai Melirik
Nama Veda Ega Pratama mulai mendapat perhatian serius setelah mencetak sejarah di GP Brasil 2026. Saat itu, ia sukses finis podium ketiga dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di Moto3 World Championship.
Tak berhenti di sana, Veda kembali tampil kompetitif di GP Prancis dengan finis posisi keempat. Konsistensi tersebut membuat banyak pengamat mulai menempatkannya sebagai salah satu talenta muda terbaik Moto3 musim ini.
Penampilan paling mencolok terjadi di seri Catalunya 2026. Meski start dari posisi ke-20 usai gagal lolos Q2, Veda mampu melakukan comeback sensasional hingga finis posisi kedelapan. Aksi overtaking agresif namun bersih membuat banyak tim Eropa mulai melirik potensinya.
“Veda menunjukkan race craft luar biasa untuk pembalap seusianya,” tulis salah satu pengamat MotoGP di forum internasional yang membahas performa rider Asia musim ini.
Rumor VR46 dan Ducati Menguat Setelah Statistik Veda Meningkat
Rumor ketertarikan VR46 Racing Team mulai berkembang setelah sejumlah media otomotif Eropa mengaitkan nama Veda dengan proyek akademi pembalap milik Valentino Rossi. Tim VR46 selama ini dikenal sukses melahirkan rider kompetitif seperti Marco Bezzecchi dan Luca Marini.
Selain VR46, Ducati juga disebut ikut memantau perkembangan Veda Ega Pratama untuk kebutuhan jangka panjang MotoGP. Gaya balap agresif Veda dianggap cocok dengan karakter motor Eropa yang membutuhkan keberanian saat duel di lintasan.
Sebelum tampil di Moto3, Veda lebih dulu mencatat prestasi gemilang dengan menjuarai Asia Talent Cup 2023 dan finis runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Catatan tersebut menjadi alasan mengapa namanya kini mulai disejajarkan dengan rider muda elite dunia.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari VR46 maupun manajemen Veda terkait rumor tersebut. Informasi yang beredar masih sebatas spekulasi media dan komunitas paddock MotoGP.
Mugello Bisa Jadi Panggung Besar Berikutnya untuk Veda
Perhatian publik kini tertuju pada Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello yang berlangsung pada 29–31 Mei mendatang. Lintasan sepanjang 5,2 kilometer itu menjadi salah satu trek favorit Veda sejak tampil di Red Bull Rookies Cup.
Pada musim 2024, Veda pernah finis posisi kelima dan kedelapan di Mugello. Setahun berselang, performanya meledak dengan menyapu bersih dua kemenangan sekaligus atau double winner di lintasan legendaris Italia tersebut.
Dalam race kedua musim 2025, Veda bahkan mencatat waktu 26 menit 44,347 detik dengan top speed mencapai 227,8 km/jam. Statistik itu menjadi bukti bahwa gaya balap agresifnya sangat cocok dengan karakter trek Mugello yang memiliki lintasan lurus panjang dan tikungan cepat.
“Sekarang saya tahu saya bisa melakukannya. Akhir pekan yang fantastis,” ujar Veda usai meraih kemenangan di Mugello musim lalu.
Modal positif lainnya datang dari hasil GP Catalunya 2026 saat ia mampu finis delapan besar meski memulai balapan dari posisi belakang. Banyak penggemar MotoGP percaya Mugello bisa kembali menjadi panggung spesial bagi wonder kid Indonesia tersebut untuk menciptakan kejutan baru.
Jika rumor VR46 benar-benar menjadi kenyataan, maka Veda Ega Pratama berpeluang mencetak sejarah besar sebagai salah satu pembalap Indonesia yang masuk proyek elite MotoGP Eropa.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan