BLITAR KAWENTAR - Touring motor listrik Jakarta Bali menggunakan Polytron Fox Air viral di media sosial setelah dua rider nekat menempuh perjalanan sejauh 1.333 kilometer melalui jalur Pantura. Perjalanan ekstrem itu bahkan diwarnai drama baterai hampir habis hingga tersisa 2 persen sebelum berhasil mencapai SPKLU di Jatibarang, Jawa Barat.
Touring perdana menggunakan motor listrik tersebut dilakukan kreator otomotif Jodi Motovlog HD bersama Mario Iroth pada 2024. Keduanya ingin membuktikan bahwa motor listrik tidak hanya cocok digunakan di dalam kota, tetapi juga mampu dipakai touring lintas pulau dengan jarak ribuan kilometer.
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Bali menggunakan dua unit Polytron Fox Air. Hari pertama perjalanan ditargetkan finis di Cirebon dengan total jarak sekitar 240 kilometer melalui jalur Pantura.
Touring Motor Listrik Jakarta Bali Jadi Ujian Perdana Polytron Fox Air
Sebelum touring dimulai, Jodi melakukan sejumlah persiapan pada motornya, termasuk mengganti ban menggunakan Michelin Pilot Street 2 untuk meningkatkan stabilitas dan handling selama perjalanan jarak jauh.
Menurut Jodi, penggantian ban belakang pada motor listrik ternyata lebih rumit dibanding motor konvensional karena roda belakang sudah terintegrasi dengan dinamo atau BLDC motor listrik.
“Ban belakang itu sudah jadi satu dengan dinamonya, jadi ada beberapa kabel yang harus dilepas dulu,” ujarnya dalam video touring tersebut.
Selain itu, perjalanan Jakarta-Bali disebut menjadi benchmark ekstrem bagi kemampuan motor listrik. Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 1.333 kilometer dan bahkan direncanakan masuk dalam rekor MURI.
“Ini touring perdana gua pakai motor listrik dan langsung Jakarta-Bali,” kata Jodi.
Rombongan memulai perjalanan dari Polytron Service Center Slipi, Jakarta Barat. Selama perjalanan, rider menggunakan mode Eco dan menjaga kecepatan konstan sekitar 50 kilometer per jam demi menghemat baterai.
Jodi mengaku harus mengubah kebiasaan berkendara. Jika pengguna motor bensin biasanya hanya fokus mencari SPBU, pengguna motor listrik wajib menghitung jarak tempuh dan titik pengisian daya secara disiplin.
Drama Baterai Habis Jadi Tantangan Touring Motor Listrik
Drama mulai muncul saat perjalanan memasuki wilayah Karawang menuju Cikampek. Motor Mario Iroth mengalami masalah pada roda belakang setelah penggantian ban sehingga terasa seperti tertahan rem dan membuat konsumsi baterai jauh lebih boros.
Akibatnya, baterai motor Mario turun drastis hingga tersisa sekitar 14 persen, sementara motor Jodi masih berada di angka 38 persen.
“Kapasitas baterai jadi lebih boros karena roda belakang terasa seret,” ujar Mario.
Mereka akhirnya berhenti di bengkel pinggir jalan untuk memperbaiki roda sekaligus mengisi daya darurat. Namun tantangan terbesar terjadi saat menuju Jatibarang, Indramayu.
Saat itu baterai motor Mario hanya tersisa 5 persen dengan jarak menuju SPKLU masih sekitar 16 kilometer. Keduanya lalu memutuskan bertukar motor karena gaya berkendara Jodi dianggap lebih hemat baterai.
Strategi tersebut ternyata berhasil. Dengan kecepatan stabil 20 hingga 25 kilometer per jam dan penggunaan lampu seminimal mungkin, motor akhirnya berhasil mencapai SPKLU PLN Jatibarang dengan sisa baterai hanya 2 persen.
“Intinya jangan panik, yang penting konsisten dan tangan jangan terlalu agresif,” kata Jodi.
Perjalanan itu menjadi salah satu momen paling menegangkan selama touring motor listrik Jakarta-Bali.
Cara Cas Motor Listrik di SPKLU Jadi Sorotan Penonton
Selain perjalanan touring, video tersebut juga menarik perhatian karena memperlihatkan proses pengisian daya motor listrik di SPKLU PLN.
Jodi menjelaskan pengguna cukup memakai aplikasi PLN Mobile untuk mencari lokasi SPKLU, memilih tipe charger, lalu melakukan pembayaran digital melalui GoPay atau metode lain.
Dalam perjalanan itu, mereka menggunakan adapter fast charging prototype dari Polytron. Pengisian baterai dari sekitar 50 persen hingga penuh hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.
“Kapasitas baterai Polytron Fox Air itu 3,75 kWh, jadi isi 5 kWh di SPKLU sudah lebih dari cukup,” jelasnya.
Menariknya, sisa token listrik yang tidak terpakai akan otomatis tersimpan sebagai saldo PLN Mobile sehingga tidak terbuang sia-sia.
Setelah pengisian selesai di Jatibarang, perjalanan dilanjutkan menuju Cirebon dan rombongan akhirnya tiba di hotel dengan kondisi aman. Penginapan tersebut bahkan memiliki fasilitas charging kendaraan listrik sehingga memudahkan rider melakukan pengisian ulang semalaman.
Meski penuh drama dan adaptasi, touring hari pertama Jakarta-Cirebon akhirnya sukses dilalui. Perjalanan selanjutnya menuju Semarang dan Bali disebut akan menjadi tantangan yang lebih berat bagi motor listrik Polytron Fox Air.
Editor : Dinar Ananda Putri