BLITAR KAWENTAR - Touring motor listrik Polytron Fox Air menuju Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah menjadi perjalanan terjauh yang dilakukan kreator konten otomotif Koko Serba Bisa. Perjalanan lebih dari 1.000 kilometer itu dilakukan selama lima hari dengan kondisi baterai yang disebut sudah soak, namun motor listrik tersebut tetap mampu melaju tanpa kendala berarti.
Touring dimulai dari Jakarta Barat menuju Dieng melalui jalur selatan Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Sementara perjalanan pulang direncanakan lewat jalur Pantura. Dalam video dokumentasi perjalanan itu, Koko Serba Bisa menguji langsung performa Polytron Fox Air tanpa mengirit baterai dan tetap menggunakan mode gaspol sepanjang perjalanan.
Ia mengaku perjalanan tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa motor listrik masih mampu dipakai touring jarak jauh meski kondisi baterai tidak lagi prima. “Saya ternyata memakai baterai yang kondisinya sudah drop atau soak sejak terakhir saya jelajah Lampung. Tapi tetap aman dan nyaman sampai Dieng,” ujarnya dalam video.
Touring Motor Listrik Polytron Fox Air Dimulai dari Jakarta ke Bandung
Perjalanan dimulai pukul 06.00 WIB dari kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Koko Serba Bisa memilih jalur Jonggol menuju Rajamandala sebelum masuk Kota Bandung. Target awalnya adalah memecahkan rekor perjalanan Jakarta-Bandung menggunakan motor listrik dalam waktu enam jam.
Namun target tersebut kembali meleset. Ia baru tiba di Bandung sekitar pukul 13.09 WIB atau delapan jam setelah keberangkatan. Catatan waktu itu sama seperti rekor sebelumnya yang pernah ia buat menggunakan motor listrik yang sama.
Selama perjalanan, beberapa kali ia melakukan pengisian daya di PLN Jonggol dan Rajamandala. Dalam salah satu sesi charging, motor mengalami kode error E1 yang menandakan baterai overheat. Meski demikian, pengisian daya tetap bisa dilanjutkan hingga 30 ampere.
“Jakarta-Bandung dengan motor listrik masih delapan jam. Belum bisa pecahin rekor baru,” katanya.
Kondisi jalan yang menanjak di kawasan Cipatat hingga Lembang juga membuat konsumsi baterai lebih boros. Pada salah satu etape, baterai berkurang 59 persen hanya untuk menempuh jarak sekitar 56 kilometer.
Jalur Selatan Jadi Tantangan Touring Motor Listrik
Setelah keluar dari Bandung, perjalanan dilanjutkan menuju Nagreg, Tasikmalaya, hingga arah Ciamis melalui jalur selatan Jawa Barat. Jalur tersebut dipilih karena menawarkan panorama pegunungan dan kondisi jalan yang lebih menantang untuk menguji performa motor listrik.
Koko Serba Bisa mengaku baru pertama kali melewati jalur selatan menggunakan motor. Ia menyebut suasana jalan menuju Garut dan Tasikmalaya terasa menyenangkan meski dipenuhi kendaraan besar seperti truk dan bus antarkota.
“Jalur selatan ternyata asik banget. Sudah lama pengin lewat sini dan akhirnya kesampaian juga,” ujarnya.
Menariknya, suhu udara yang lebih dingin di kawasan Nagreg membuat performa baterai lebih stabil. Pengisian daya 30 ampere berjalan tanpa muncul error overheat seperti sebelumnya.
Saat melewati turunan panjang Nagreg, konsumsi baterai bahkan menjadi sangat hemat karena sistem regenerative braking membantu mengisi ulang daya secara otomatis. Dalam salah satu catatan perjalanan, motor hanya menghabiskan tiga persen baterai untuk jarak 10 kilometer.
Touring semakin menantang ketika hujan deras mengguyur kawasan Tasikmalaya. Jalanan tergenang banjir dan visibilitas menurun drastis. Meski begitu, perjalanan tetap dilanjutkan hingga titik pengisian daya berikutnya di wilayah UP3 Tasikmalaya.
Baterai Soak dan Error Overheat Tak Menghentikan Perjalanan
Salah satu sorotan utama touring ini adalah kondisi baterai Polytron Fox Air yang sudah mengalami penurunan performa sejak perjalanan sebelumnya ke Lampung. Meski demikian, motor listrik tersebut tetap mampu menempuh perjalanan jauh dengan kondisi jalan naik turun ekstrem.
Koko Serba Bisa menyebut kondisi baterai drop mulai terasa saat motor digunakan dalam mode sport di tanjakan panjang. Kecepatan motor menurun dan error E1 beberapa kali muncul akibat suhu baterai meningkat.
Selain faktor baterai, tekanan angin ban dan bobot barang bawaan juga memengaruhi kenyamanan berkendara. Ia membawa perlengkapan konten seperti drone dan alat perekam dalam top box belakang sehingga handling motor terasa berbeda dibanding penggunaan harian.
Meski menghadapi berbagai kendala teknis, touring tetap berlangsung aman hingga mendekati wilayah Jawa Tengah. Perjalanan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa motor listrik kini mulai mampu digunakan untuk touring lintas kota, asalkan perencanaan charging dilakukan dengan matang.
Touring motor listrik jarak jauh seperti ini juga menunjukkan perkembangan infrastruktur SPKLU di Pulau Jawa yang semakin memadai. Beberapa titik pengisian daya PLN di jalur selatan menjadi penopang utama perjalanan lebih dari 1.000 kilometer tersebut.
Baca Juga: Touring Polytron Fox ke Ci Panas Bawa 3 Penumpang, Baterai Tersisa 30 Persen Meski Lewati Tanjakan
Editor : Dinar Ananda Putri