Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Touring Motor Listrik ke Negeri di Atas Awan Citorek, Benarkah Polytron Fox-R dan Gesits Tak Kuat Nanjak?

Dinar Ananda Putri • Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:24 WIB
Touring motor listrik ke Citorek jadi ajang pembuktian Polytron Fox-R, Gesits, dan Alpha One menaklukkan tanjakan ekstrem.
Touring motor listrik ke Citorek jadi ajang pembuktian Polytron Fox-R, Gesits, dan Alpha One menaklukkan tanjakan ekstrem.

 

BLITAR KAWENTAR - Touring motor listrik menuju Citorek, Lebak, Banten, menjadi ajang pembuktian kemampuan kendaraan listrik menaklukkan tanjakan ekstrem. Perjalanan yang diikuti puluhan rider komunitas motor listrik dari Jakarta menuju “Negeri di Atas Awan” itu menguji langsung performa berbagai merek motor listrik seperti Polytron Fox-R, Gesits, Alpha One, hingga New Gova.

Touring motor listrik tersebut digelar komunitas Cosmic, Grid, dan Alpha Riding Club dengan total peserta sekitar 60–70 motor listrik. Jalur menuju Citorek dipilih karena terkenal memiliki tanjakan curam dan medan berat yang kerap dianggap sulit dilalui motor listrik.

Dalam perjalanan itu, sejumlah motor berhasil mencapai puncak tanpa kendala, sementara beberapa unit mengalami overheat hingga harus berhenti sementara di tengah tanjakan.

Baca Juga: Reforma Agraria Bukan Sekadar Sertifikat Tanah, ATR/BPN Ungkap Peran Besar Penataan Aset hingga Penyelesaian Konflik

Puluhan Motor Listrik Diuji dari Jakarta Hingga Citorek

Rombongan touring motor listrik memulai perjalanan dari kawasan PLN Cawang, Jakarta Timur, sebelum melintasi Jasinga hingga menuju Citorek, Kabupaten Lebak, Banten.

Perjalanan tersebut bukan sekadar touring biasa. Para peserta ingin membuktikan apakah motor listrik benar-benar mampu digunakan untuk perjalanan jauh dan medan menanjak.

“Fox-R kemarin pada bilang enggak mampu nanjak, sekarang kita buktiin,” ujar salah satu peserta dalam video touring tersebut.

Berbagai tipe motor listrik ikut ambil bagian. Ada Polytron Fox-R, Gesits modifikasi rantai, Alpha One, New Gova, hingga motor listrik custom dengan baterai dan controller tambahan.

Beberapa peserta bahkan membawa baterai cadangan dan mobil logistik khusus untuk mengantisipasi kebutuhan charging selama perjalanan. Mobil pendukung tersebut membawa charger, baterai tambahan, hingga perlengkapan darurat.

Salah satu rider Alpha Riding Club menyebut pihak komunitas menyiapkan dua mobil pick-up untuk berjaga jika ada motor yang mengalami kendala di tanjakan.

“Kalau emergency nanti bisa di-pick up,” ujar anggota komunitas tersebut.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Dipakai Touring 600 Km Jakarta-Lampung, Seberapa Irit dan Kuat Motor Listrik Ini?

Tanjakan Citorek Jadi Ujian Sesungguhnya Motor Listrik

Memasuki kawasan Cigelung menuju Citorek, kondisi jalan mulai dipenuhi tanjakan panjang dan curam. Di titik inilah performa motor listrik benar-benar diuji.

Beberapa motor listrik custom dengan baterai besar mampu melaju stabil. Ada juga rider yang menggunakan controller tambahan dan sistem pendingin water cooling agar motor tidak cepat panas saat menanjak.

Salah satu pengguna motor listrik modifikasi bahkan memakai baterai 72 volt 90 Ah dengan dinamo 5 kW untuk menghadapi tanjakan ekstrem.

Namun tidak semua motor mampu melibas jalur dengan mulus. Beberapa unit mengalami overheat pada dinamo dan controller akibat penggunaan gas berlebihan saat menanjak.

“Masalah utamanya bukan di motornya, tapi pengendaranya belum mengenali karakter motornya,” ujar salah satu peserta senior touring.

Motor listrik Polytron Fox-R sempat disebut mengalami kendala ketika digunakan berboncengan di tanjakan tajam. Sementara beberapa unit Alpha dan Gesits juga terlihat harus berhenti sementara untuk pendinginan.

Meski demikian, mayoritas motor listrik akhirnya berhasil mencapai Citorek setelah melakukan beberapa kali charging dan pendinginan mesin.

Di lokasi tujuan, puluhan rider langsung memanfaatkan colokan listrik untuk mengisi daya baterai. Suasana charging massal itu bahkan disebut mirip “cumi-cumi” karena kabel charger berseliweran di berbagai sudut lokasi.

Infrastruktur dan Edukasi Jadi Kunci Touring Motor Listrik

Touring menuju Citorek menunjukkan bahwa motor listrik sebenarnya mampu digunakan untuk perjalanan jauh dan medan berat. Namun, kemampuan rider memahami karakter motor disebut menjadi faktor penting.

Peserta touring menyebut penggunaan throttle secara agresif membuat suhu controller cepat meningkat. Karena itu, teknik berkendara dinilai sangat memengaruhi performa motor listrik saat touring.

Selain teknik berkendara, keterbatasan infrastruktur charging juga masih menjadi tantangan besar. Banyak peserta harus berhenti di beberapa titik PLN dan SPKLU untuk mengisi daya.

“Yang penting ada colokan listrik,” ujar salah satu rider sambil menunggu motornya terisi daya.

Meski menghadapi berbagai kendala, touring motor listrik Jakarta-Citorek tetap dianggap sukses. Puluhan rider berhasil mencapai Negeri di Atas Awan dan membuktikan bahwa kendaraan listrik perlahan mulai mampu bersaing untuk kebutuhan perjalanan jauh.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi edukasi bagi pengguna motor listrik agar lebih memahami kemampuan kendaraan, mulai dari kapasitas baterai, suhu controller, hingga teknik berkendara saat menghadapi tanjakan panjang.

Baca Juga: Reforma Agraria Bukan Sekadar Sertifikat Tanah, Ini Penjelasan ATR BPN soal Pemerataan Ekonomi hingga Penyelesaian Konflik Agraria

Editor : Dinar Ananda Putri
#Polytron Fox-R #touring motor listrik #Motor listrik nanjak #Gesits touring #Citorek Negeri di Atas Awan