BLITAR KAWENTAR - Touring motor listrik kini makin diminati komunitas pengguna kendaraan listrik, terutama pengguna Polytron Fox 350 dan Polytron Fox 500. Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Vlogger KW, komunitas motor listrik membongkar berbagai perlengkapan wajib saat touring, termasuk alat charger rakitan yang mampu mengisi daya enam motor sekaligus di SPKLU.
Perangkat tersebut disebut menjadi solusi utama saat touring motor listrik ramai-ramai. Sebab, keterbatasan colokan di SPKLU sering memicu antrean panjang dan drama pengisian daya. Dengan alat buatan komunitas itu, pengendara motor listrik bisa melakukan pengisian secara bersamaan dan lebih efisien saat perjalanan jauh.
Touring motor listrik kini bukan lagi sekadar tren komunitas kecil. Pengguna Polytron Fox bahkan mengaku sudah melakukan perjalanan lintas kota seperti Jakarta, Garut, Pangandaran, hingga Lampung dengan rombongan mencapai 42 motor listrik.
Alat Charger Touring Motor Listrik Bisa Isi 6 Motor Sekaligus
Salah satu anggota komunitas bernama Abah Fuad memperkenalkan alat charger rakitan khusus touring motor listrik. Alat tersebut dibuat untuk mengatasi keterbatasan colokan pengisian di SPKLU.
“Kalau pakai charger biasa, satu colokan cuma buat satu motor. Kasihan yang lain harus antre,” ujar Abah Fuad dalam video tersebut.
Ia kemudian membuat alat distribusi daya yang mampu mengisi enam motor listrik sekaligus dalam satu titik pengisian SPKLU R4. Setiap colokan memiliki kapasitas 16 ampere dan dilengkapi sistem pengaman seperti mini MCB agar otomatis memutus arus jika overload.
Menurutnya, alat itu dibuat menggunakan kabel standar industri dengan kapasitas lebih dari 30 ampere. Total biaya materialnya sekitar Rp770 ribu hingga Rp1 juta tergantung spesifikasi kabel dan konektor yang digunakan.
Komunitas touring motor listrik mengaku alat tersebut sangat membantu ketika touring besar. Dalam perjalanan ke Pangandaran yang diikuti 36 motor listrik, mereka membagi peserta menjadi tiga kloter dan masing-masing membawa alat charger serupa.
“Dulu kalau ngecas bareng itu penuh drama. Sekarang lebih tertib dan bisa on time,” katanya.
Fast Charging Polytron Jadi Andalan Touring Jarak Jauh
Selain alat distribusi daya, komunitas touring motor listrik juga menggunakan fast charging Polytron untuk mempercepat pengisian baterai saat perjalanan jauh.
Perangkat fast charging tersebut dikombinasikan dengan alat bernama joiner yang memungkinkan dua charger digunakan sekaligus dalam satu motor. Sistem ini membuat pengisian daya lebih cepat dibanding charger standar bawaan motor.
“Kalau charger ori 5 amp ditambah fast charging 11 amp jadi total 16 amp, masih aman,” jelas Abah Fuad.
Teknik tersebut disebut sangat membantu saat touring malam hari atau ketika peserta harus mengejar waktu perjalanan. Dalam touring ke Lampung dan Pangandaran, perangkat fast charging menjadi penyelamat ketika SPKLU motor mengalami gangguan.
Komunitas bahkan sempat memanfaatkan SPKLU mobil listrik R4 untuk pengisian motor listrik menggunakan converter khusus. Dengan metode itu, satu titik pengisian mobil dapat dipakai beberapa motor sekaligus.
Harga fast charging Polytron sendiri disebut berada di kisaran Rp2,6 juta. Meski cukup mahal, perangkat itu dianggap penting bagi pengguna aktif motor listrik, termasuk pengemudi ojek online.
“Kalau buat ojol sangat direkomendasikan pakai fast charging, jangan charger standar terus,” ujar salah satu anggota komunitas.
Kabel dan Peralatan Touring Jadi Faktor Penting
Selain charger dan converter, komunitas touring motor listrik juga menekankan pentingnya penggunaan kabel berkualitas. Mereka menyarankan pengguna memakai kabel minimal 3x2,5 mm dengan ground untuk keamanan saat pengisian daya.
Menurut mereka, banyak pengguna masih memakai kabel roll biasa yang mudah panas ketika dipakai untuk beberapa motor sekaligus. Kondisi itu berpotensi menyebabkan korsleting hingga kebakaran.
“Kalau kabelnya kecil terus dipakai banyak motor, biasanya anget lalu jeglek,” kata Abah Fuad.
Karena itu, beberapa anggota komunitas memilih membuat kabel extension sendiri menggunakan standar industri agar lebih aman untuk touring jarak jauh.
Fenomena touring motor listrik sendiri terus berkembang seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia. Komunitas pengguna kini mulai menemukan berbagai inovasi sederhana untuk mendukung perjalanan jauh, mulai dari converter, joiner, hingga sistem charging bersama.
Dengan dukungan teknologi charging yang semakin praktis, touring motor listrik kini dinilai semakin realistis dilakukan, bahkan untuk perjalanan antarkota dengan puluhan peserta sekaligus.
Editor : Dinar Ananda Putri