BLITAR KAWENTAR - Review Polytron Fox R kembali menjadi sorotan setelah kanal Automotive TV mengulas langsung performa dan kenyamanan motor listrik tersebut. Motor listrik Polytron Fox R dinilai menarik karena menawarkan harga relatif murah di kisaran Rp20 jutaan, tetapi tetap memiliki kecepatan hingga 97 km/jam dan jarak tempuh lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Motor listrik ini disebut cocok untuk kebutuhan harian di perkotaan. Namun, di balik harga ekonomis dan desain ala skutik maxi, terdapat sejumlah kekurangan yang dianggap cukup mengganggu saat digunakan sehari-hari.
Polytron Fox R sendiri menjadi salah satu motor listrik yang cukup banyak ditemui di jalanan, terutama sejak tren kendaraan listrik berkembang di Indonesia sepanjang 2024 hingga 2026.
Performa Polytron Fox R Dinilai Kencang untuk Harian
Dalam ulasan Automotive TV, Polytron Fox R menggunakan motor penggerak bertenaga 3.000 watt dengan dua mode berkendara, yakni mode D dan mode S. Pada mode D, motor listrik ini mampu mencapai kecepatan sekitar 64 km/jam, sedangkan mode sport bisa menembus 97 km/jam di speedometer.
“Untuk harian dalam kota, 64 km/jam sudah cukup banget. Buat nyalip juga masih aman,” ujar Rangga Kosala dalam video review tersebut.
Akselerasi motor listrik ini juga tergolong kompetitif. Berdasarkan pengujian menggunakan alat Racebox, Polytron Fox R mampu melesat dari 0-60 km/jam dalam waktu sekitar 7,76 detik.
Untuk daya jelajah, baterai berkapasitas 3,7 kWh diklaim mampu menempuh hingga 130 kilometer. Namun saat dites dengan gaya berkendara agresif di kecepatan rata-rata 60 km/jam, jarak tempuh riil berada di angka sekitar 101 kilometer.
Motor listrik Polytron Fox R juga dibekali sistem penggerak hub motor langsung di roda belakang. Sistem tersebut membuat tenaga tersalur lebih instan tanpa menggunakan fan belt seperti beberapa motor listrik lain.
Selain itu, waktu pengisian daya dari 0 hingga 100 persen disebut membutuhkan sekitar lima jam menggunakan charger bawaan 840 watt.
Baca Juga: SUV Irit Terbaik 2026, Toyota Rush hingga Honda BR-V Jadi Mobil SUV Paling Hemat BBM di Indonesia
Kekurangan Polytron Fox R Mulai Riding Position hingga Respons Gas
Meski punya performa menarik, reviewer menemukan sejumlah kekurangan pada Polytron Fox R. Salah satu yang paling disorot adalah respons throttle atau tarikan gas yang dianggap memiliki jeda cukup terasa.
Saat pengendara menutup gas lalu kembali menarik throttle, motor disebut mengalami delay hampir satu detik sebelum tenaga kembali muncul.
“Pas habis ngerem terus buka gas lagi itu kosong dulu baru jalan. Agak ngagetin,” kata reviewer dalam tayangan tersebut.
Kekurangan lain terdapat pada posisi berkendara. Jarak antara jok dan dek kaki dinilai terlalu sempit sehingga membuat posisi kaki seperti jongkok. Kondisi itu membuat pengendara cepat pegal ketika digunakan jarak jauh.
Reviewer bahkan menyebut banyak pengguna Polytron Fox R yang menambahkan footstep tambahan agar posisi kaki lebih nyaman saat touring atau perjalanan harian.
Selain riding position, suspensi depan juga dianggap kurang nyaman karena travel terlalu pendek. Ketika melewati polisi tidur atau jalan rusak, suspensi depan terasa mudah mentok.
Dari sisi fitur, Polytron Fox R sebenarnya sudah menggunakan lampu LED, reverse mode, USB charger, hingga panel digital. Namun tampilan speedometer dinilai masih sangat sederhana dan belum memiliki menu pengaturan lengkap.
Harga Murah Jadi Daya Tarik Utama, Tapi Ada Biaya Sewa Baterai
Keunggulan utama Polytron Fox R tetap berada pada sektor harga. Motor listrik ini dijual sekitar Rp20,5 juta on the road Jabodetabek setelah program subsidi motor listrik berakhir.
Namun harga tersebut belum termasuk kepemilikan baterai. Polytron menerapkan sistem sewa baterai sebesar Rp200 ribu per bulan.
Skema ini membuat harga motor menjadi lebih murah di awal pembelian, tetapi pengguna harus membayar biaya rutin selama motor digunakan.
Jika dihitung, biaya sewa baterai mencapai Rp2,4 juta per tahun. Meski begitu, pengguna mendapat keuntungan berupa garansi baterai seumur hidup selama masa sewa masih aktif.
Reviewer menilai sistem tersebut tetap menarik bagi pengguna aktif seperti ojek online, kurir, atau pekerja dengan mobilitas tinggi.
Apalagi biaya operasional motor listrik ini tergolong sangat rendah. Berdasarkan simulasi pengujian, biaya listrik Polytron Fox R hanya sekitar Rp56 per kilometer. Angka itu jauh lebih murah dibanding motor bensin yang rata-rata mencapai Rp150 per kilometer.
Di luar kekurangan pada kenyamanan dan detail finishing bodi, Polytron Fox R tetap dianggap sebagai salah satu motor listrik entry level paling menarik di pasar Indonesia saat ini.
Dengan kombinasi harga murah, performa kencang, dan jarak tempuh cukup jauh, motor listrik ini dinilai cocok untuk penggunaan harian di kawasan perkotaan.
Editor : Dinar Ananda Putri