Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Touring ke Dieng Viral di YouTube, Biker Ini Rela Hujan dan Lewati Jalur Gelap Demi Nikmati Kabut Tebal Wonosobo

Dinar Ananda Putri • Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:24 WIB
Touring ke Dieng viral usai biker asal Bekasi membagikan perjalanan penuh hujan, kabut tebal, dan panorama indah Wonosobo.
Touring ke Dieng viral usai biker asal Bekasi membagikan perjalanan penuh hujan, kabut tebal, dan panorama indah Wonosobo.

 

BLITAR KAWENTAR - Perjalanan touring ke Dieng kembali mencuri perhatian setelah seorang kreator otomotif membagikan pengalaman riding dari Bekasi menuju Dieng, Jawa Tengah. Video tersebut memperlihatkan jalur ekstrem Pantura, hujan deras di Banjarnegara, hingga suasana malam menuju Dieng yang gelap dan berkabut tebal.

Perjalanan dimulai dari kawasan Kalimalang, Bekasi, sekitar pukul 03.00 WIB. Sang pengendara memilih jalur Pantura melewati Cikampek, Indramayu, Brebes, Purwokerto, Banjarnegara hingga akhirnya tiba di kawasan Dieng Plateau, Wonosobo. Keyword “touring ke Dieng” menjadi sorotan karena menampilkan pengalaman perjalanan panjang dengan pemandangan alam yang memukau.

Dalam video tersebut, pengendara mengaku sudah lama tidak melakukan touring akibat kesibukan. Namun kali ini ia kembali melakukan perjalanan jauh seorang diri menggunakan sepeda motor sambil mendokumentasikan suasana jalanan dan destinasi yang dilalui.

Baca Juga: Solo Riding Jakarta-Dieng Naik Motor Dua Tak Viral, Pemotor Ini Lawan Trauma dan Temukan Surga Tersembunyi di Jalur Guci

Jalur Pantura hingga Purwokerto Jadi Tantangan Awal Touring ke Dieng

Perjalanan dimulai dini hari agar terhindar dari kemacetan Jakarta dan kawasan industri Bekasi-Cikarang. Pengendara melaju santai dengan kecepatan sekitar 70 hingga 80 kilometer per jam sambil beberapa kali beristirahat di SPBU wilayah Cikampek dan Indramayu.

“Paling malas kalau di kiri kanan truk semua,” ujarnya saat melewati jalur Pantura yang dipenuhi kendaraan besar.

Sekitar pukul 05.30 WIB, ia memasuki wilayah Indramayu dengan kondisi langit mulai cerah. Dalam perjalanan tersebut, pengendara juga sempat mampir ke Stasiun Purwokerto untuk mencari informasi pengiriman motor menggunakan kereta logistik.

Menurut penjelasan petugas logistik yang ia temui, biaya pengiriman motor menuju Jakarta berkisar Rp300 ribuan dengan estimasi pengiriman dua hingga tiga hari selama musim liburan.

“Kalau mau cepat bisa kirim ke Kampung Bandan,” kata petugas yang dikutip dalam vlog tersebut.

Setelah dari Purwokerto, perjalanan dilanjutkan menuju Banjarnegara dan Wonosobo. Jalur mulai berubah menjadi pegunungan dengan tikungan dan tanjakan yang cukup panjang.

Pemandangan Brebes dan Banjarnegara Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu momen yang paling banyak disorot dalam video adalah panorama alam di wilayah Brebes menuju Banyumas. Hamparan sawah, rel kereta api, dan latar pegunungan terlihat jelas sepanjang perjalanan pagi hari.

“Cakep banget teman-teman, sejauh mata memandang kiri kanan sawah,” ucapnya saat melintas di jalur menuju Purwokerto.

Meski cuaca sempat panas terik di wilayah Banyumas, suasana berubah drastis ketika memasuki Banjarnegara. Langit mendung disusul hujan deras membuat pengendara harus berhenti selama hampir dua jam di sebuah tempat makan sambil menunggu cuaca membaik.

Hujan deras menjadi tantangan tersendiri karena waktu tempuh semakin molor. Pengendara baru tiba di Wonosobo menjelang malam hari dengan kondisi jalan licin dan berkabut.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjalanan menuju penginapan terasa cukup menegangkan karena jalur gelap dan sepi.

“Jalannya gelap sepi kayak enggak ada yang lewat,” katanya.

Meski begitu, warga sekitar disebut ramah dan kondisi kawasan wisata dinilai aman untuk wisatawan yang datang malam hari.

Baca Juga: Touring Motor Jakarta-Dieng Lewat Pantura Viral, Biker Takjub Lihat Negeri di Atas Awan hingga Tempuh 400 Kilometer

Kabut Tebal Dieng dan Homestay Murah Jadi Sorotan Wisatawan

Setibanya di Dieng, pengendara langsung menuju titik nol kilometer Dieng dan kawasan tulisan “Welcome to Dieng Wonosobo”. Lokasi tersebut menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto.

Selain menikmati panorama pegunungan, ia juga membeli oleh-oleh khas Dieng berupa syal, sarung tangan, dan pakaian hangat yang dijual di sekitar lokasi wisata.

Kabut tebal yang turun pada malam hari menjadi pengalaman paling berkesan selama touring ke Dieng. Bahkan suhu dingin mulai terasa sejak pukul 19.30 WIB.

“Dingin banget sih teman-teman,” ucapnya sambil menunjukkan suasana berkabut di kawasan dataran tinggi Dieng.

Pengendara juga memperlihatkan penginapan yang digunakan selama berada di Wonosobo. Homestay tersebut memiliki area parkir motor, kamar dengan water heater, dan area santai terbuka untuk wisatawan.

Di akhir perjalanan, ia menyebut touring ke Dieng memberikan pengalaman berbeda dibanding touring ke kota lain. Perpaduan jalur pegunungan, kabut tebal, dan panorama alam Jawa Tengah membuat perjalanan panjang terasa terbayar lunas.

“View di atas keren banget, kabutnya benar-benar tebal,” tuturnya menutup perjalanan touring tersebut.

Baca Juga: Touring Jakarta-Dieng Naik Yamaha NMAX Viral, Tanjakan Kerakalan hingga SPBU MURI Tegal Jadi Sorotan

Editor : Dinar Ananda Putri
#Touring ke Dieng #touring motor Jawa Tengah #jalur Dieng Wonosobo #kabut tebal Dieng #perjalanan Bekasi ke Dieng