Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jangan Biarkan Sanitasi Anda Kotor Jika Tak Ingin Terjangkit Sejumlah Penyakit, Dinkes Kabupaten Blitar Imbau Lakukan Pencegahan Ini

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:02 WIB
Ilustrasi sanitasi buruk. (Gemini AI)
Ilustrasi sanitasi buruk. (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar terus menggencarkan edukasi mengenai pentingnya penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit berbasis lingkungan. Melalui program tersebut, masyarakat diajak membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat mulai dari lingkungan keluarga.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, mengatakan STBM menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan risiko penularan penyakit akibat sanitasi yang buruk. Menurutnya, terdapat lima pilar utama dalam program STBM yang harus diterapkan secara konsisten oleh masyarakat.

‎Pilar pertama yakni menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan, terutama di sungai, kebun, maupun area terbuka. “Lingkungan yang bersih dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Jika sanitasi dijaga dengan baik, risiko penyakit juga bisa ditekan,” ujarnya.

Baca Juga: Honda Jazz vs Toyota Yaris Bekas, Mana Hatchback Rp80 Jutaan Paling Irit dan Nyaman di 2025 ?

‎Pilar kedua adalah kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) menggunakan air mengalir. Masyarakat diimbau membiasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, sebelum mengolah makanan, hingga setelah beraktivitas.

‎Selain itu, dinkes juga menekankan pentingnya pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga secara higienis. Air yang digunakan untuk minum dan memasak harus dipastikan bersih, sementara makanan perlu disimpan di tempat tertutup agar terhindar dari kontaminasi.

‎Pilar berikutnya yakni pengelolaan sampah rumah tangga. Warga diminta mulai memilah sampah organik dan anorganik serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Baca Juga: Mobil Hatchback Bekas Rp80 Jutaan 2025, Ini Pilihan Paling Hemat Pajak hingga BBM yang Banyak Diburu

Tak kalah penting, pengelolaan limbah cair rumah tangga juga menjadi perhatian dalam STBM. ”Limbah dari dapur, kamar mandi, maupun cucian diharapkan tidak dibuang sembarangan agar tidak mencemari lingkungan sekitar," katanya.

‎Dr. Christine menambahkan, penerapan lima pilar STBM tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membantu menurunkan risiko penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga penyakit berbasis sanitasi lainnya.

“STBM dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jika kebiasaan hidup bersih diterapkan bersama-sama, maka lingkungan sehat dan masyarakat kuat bisa terwujud,” tandasnya.(kho/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#stbm #sanitasi #kesehatan #dinkes kabupaten blitar #penyakit