Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Daihatsu Ayla City Car Bekas Masih Jadi Primadona, Irit BBM, Bandel, dan Cocok untuk Pemula, Ini Alasan Banyak Orang Tetap Memilihnya

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 25 Mei 2026 | 15:24 WIB
Daihatsu Ayla city car masih diminati karena irit BBM, bandel, mudah dirawat, dan cocok untuk mobil pertama. Simak ulasannya. (PINTEREST)
Daihatsu Ayla city car masih diminati karena irit BBM, bandel, mudah dirawat, dan cocok untuk mobil pertama. Simak ulasannya. (PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Daihatsu Ayla city car generasi pertama masih menjadi salah satu mobil LCGC yang diminati karena dikenal irit bahan bakar, mudah dirawat, dan memiliki biaya operasional rendah. Meski usianya sudah lebih dari satu dekade, Daihatsu Ayla city car tetap dianggap sebagai kendaraan praktis untuk penggunaan harian, terutama bagi pemula dan keluarga kecil.

Mobil ini pertama kali diperkenalkan pada 2012 dan mulai dipasarkan secara resmi pada 2013 sebagai bagian dari program Low Cost Green Car (LCGC) yang menawarkan kendaraan hemat bahan bakar dengan harga terjangkau.

Daihatsu Ayla city car hadir dalam pilihan mesin 1.000 cc tiga silinder dan 1.200 cc empat silinder. Selama satu dekade beredar di Indonesia, model ini hanya mengalami dua kali facelift, yakni pada 2017 dan 2020, sebelum generasi keduanya meluncur pada 2023.

Baca Juga: Jangan Biarkan Sanitasi Anda Kotor Jika Tak Ingin Terjangkit Sejumlah Penyakit, Dinkes Kabupaten Blitar Imbau Lakukan Pencegahan Ini

Daihatsu Ayla City Car Dirancang untuk Mobilitas Perkotaan

Sejak awal kemunculannya, Daihatsu Ayla city car memang dirancang sebagai kendaraan kompak untuk kebutuhan masyarakat perkotaan. Dimensinya yang ringkas membuat mobil ini mudah digunakan di jalan sempit maupun area parkir yang terbatas.

Salah satu keunggulan yang banyak diapresiasi adalah ground clearance mencapai 180 mm. Angka tersebut tergolong tinggi untuk ukuran city car maupun hatchback LCGC sehingga lebih percaya diri saat melewati jalan rusak atau genangan air ringan.

Panjang bodinya sekitar 3,66 meter dengan wheelbase 2,45 meter. Kombinasi tersebut membuat radius putarnya kecil dan manuvernya mudah dilakukan, bahkan bagi pengemudi yang baru belajar mengendarai mobil.

Selain itu, kaca depan dan samping berukuran besar sehingga visibilitas pengemudi cukup baik. Pilar depan juga tidak terlalu mengganggu pandangan saat bermanuver di area padat.

Faktor inilah yang membuat Ayla sering direkomendasikan sebagai mobil pertama bagi pengguna baru yang menginginkan kendaraan sederhana namun tetap fungsional.

Mesin Sederhana tetapi Terbukti Irit dan Tahan Lama

Daihatsu Ayla city car generasi pertama menggunakan mesin 1KR berkapasitas 998 cc tiga silinder. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 65 horsepower dan torsi 86 Nm yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis empat percepatan maupun manual.

Meski tenaga yang dihasilkan tidak besar, karakter mesin ini dinilai cukup untuk penggunaan perkotaan. Akselerasinya memang tidak agresif, tetapi responsnya dianggap memadai untuk kebutuhan harian.

Keunggulan terbesar justru terletak pada efisiensi bahan bakar dan daya tahan mesin. Banyak pengguna mengakui mobil ini mampu menempuh ratusan ribu kilometer tanpa mengalami kerusakan berarti selama perawatan rutin dilakukan.

Unit yang diulas bahkan telah menempuh jarak lebih dari 128.000 kilometer dan masih digunakan sebagai kendaraan operasional sehari-hari.

Biaya perawatan yang murah juga menjadi alasan mengapa Ayla tetap diminati di pasar mobil bekas. Kapasitas oli yang kecil serta ketersediaan suku cadang yang melimpah membuat biaya kepemilikan tetap rendah.

Kelebihan dan Kekurangan Daihatsu Ayla City Car Generasi Pertama

Baca Juga: Jangan Biarkan Sanitasi Anda Kotor Jika Tak Ingin Terjangkit Sejumlah Penyakit, Dinkes Kabupaten Blitar Imbau Lakukan Pencegahan Ini

Sebagai mobil LCGC, Daihatsu Ayla city car memiliki sejumlah kelebihan yang sulit diabaikan. Kabinnya cukup lega untuk ukuran mobil kompak, bagasi mampu menampung banyak barang, serta fitur dasar seperti AC, power window, dan head unit sudah tersedia.

Mobil ini juga pernah meraih peringkat empat bintang dalam pengujian keselamatan ASEAN NCAP, sebuah pencapaian yang cukup baik untuk kendaraan di kelasnya.

Suspensinya tergolong empuk untuk penggunaan harian. Saat melaju di dalam kota maupun jalan tol dengan kecepatan sekitar 80 hingga 100 km/jam, mobil masih terasa nyaman digunakan.

Namun, Ayla generasi pertama juga memiliki beberapa kekurangan. Getaran mesin tiga silinder cukup terasa ketika mobil berhenti dalam kondisi mesin menyala. Getaran tersebut dapat dirasakan hingga ke kabin dan setir.

Selain itu, performa pada kecepatan tinggi tidak menjadi keunggulan utamanya. Di atas 80 km/jam, pengemudi perlu lebih waspada karena bobot mobil yang ringan membuat pengaruh angin samping lebih terasa.

Meski demikian, kelemahan tersebut dianggap sebanding dengan kelebihan yang ditawarkan, terutama dari sisi efisiensi, kemudahan perawatan, dan kepraktisan penggunaan.

Pada akhirnya, Daihatsu Ayla city car generasi pertama tetap menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan murah, irit, dan tangguh untuk aktivitas sehari-hari. Reputasinya sebagai mobil sederhana yang mudah dirawat membuat model ini masih banyak dicari meski generasi terbaru telah hadir di pasar otomotif Indonesia.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Daihatsu Ayla Bekas #City car murah Indonesia #mobil LCGC irit BBM #Daihatsu Ayla city car #kelebihan daihatsu ayla