BLITAR KAWENTAR – Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan serius yang perlu diwaspadai masyarakat Kabupaten Blitar.
Penyakit ini bahkan dikenal sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala, namun dapat memicu komplikasi berbahaya seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kerusakan pembuluh darah apabila tidak dikendalikan sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menjelaskan, hipertensi terjadi ketika tekanan darah seseorang berada di atas batas normal, yakni tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih.
“Hipertensi sering tidak disadari karena banyak penderita merasa sehat tanpa gejala. Padahal kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak dikontrol,” jelas dr Christine.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi. Mulai dari faktor keturunan, konsumsi garam berlebih, pola makan tinggi lemak dan kolesterol, hingga kurangnya aktivitas fisik.
Selain itu, obesitas, stres berkepanjangan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta penyakit penyerta seperti diabetes dan gangguan ginjal juga menjadi pemicu tekanan darah tinggi.
Dinkes Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan tinggi garam, serta rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga diminta menjaga berat badan ideal dan mengelola stres dengan baik melalui istirahat cukup maupun aktivitas relaksasi.
“Pencegahan hipertensi harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga penting agar kondisi kesehatan bisa dipantau sejak awal,” ujar dr. Christine.
Dinas kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok dan menghindari konsumsi alkohol demi menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
"Pemeriksaan kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat menjadi langkah penting untuk mendeteksi hipertensi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih berat," tutupnya.(kho/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah