Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Moto3 Jadi Sorotan Media Italia, Aksi Gila di Catalunya Bikin Dunia Tercengang Jelang Mugello 2026

Axsha Zazhika • Senin, 25 Mei 2026 | 18:00 WIB
Veda Ega Pratama Moto3 Jadi Sorotan Media Italia, Aksi Gila di Catalunya Bikin Dunia Tercengang Jelang Mugello 2026 (Gemini AI)
Veda Ega Pratama Moto3 Jadi Sorotan Media Italia, Aksi Gila di Catalunya Bikin Dunia Tercengang Jelang Mugello 2026 (Gemini AI)

 

JAKARTA - Veda Ega Pratama Moto3 kembali menjadi sorotan media internasional setelah tampil sensasional di Catalunya 2026. Pembalap muda Indonesia itu mencuri perhatian usai melakukan comeback luar biasa dari posisi ke-20 hingga finis di posisi kedelapan, membuat namanya kini diperbincangkan luas jelang seri Moto3 Mugello 2026.

Veda Ega Pratama Moto3 langsung mencuri perhatian publik Eropa berkat performa agresif, konsisten, dan penuh keberanian. Dalam balapan Moto3 Catalunya 2026, ia sukses menyalip 12 pembalap dalam satu race, sebuah pencapaian langka di kelas paling kompetitif dalam balap motor dunia tersebut.

Aksi Veda Ega Pratama Moto3 bahkan disebut sebagai salah satu performa terbaik rookie musim ini. Media Italia menyebutnya sebagai “rookie paling menjanjikan” setelah melihat kemampuannya bertarung wheel to wheel dengan pembalap top Eropa.

Baca Juga: Pemkot Blitar Mulai Siapkan Langkah Antisipatif Tekan Belanja Pegawai sesuai Ketentuan

Comeback Gila Veda di Catalunya Jadi Titik Balik

Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026 menjadi momen krusial dalam perjalanan kariernya. Memulai balapan dari posisi ke-20, pembalap berusia 17 tahun itu menunjukkan mental baja dengan terus merangsek ke depan.

Dalam balapan tersebut, Veda berhasil finis di posisi kedelapan, yang berarti ia menyalip total 12 pembalap sepanjang race. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam race pace serta kemampuan membaca situasi balapan.

“Balapan di Catalunya sangat sulit, penuh overtake dan perubahan posisi. Tapi Veda tampil tenang dan konsisten,” ujar manajer tim Honda Asia, Hiroshi Aoyama.

Baca Juga: Hipertensi Bisa Berujung Fatal Jika Kalian Jarang Olahrga Rutin hingga Jaga Pola Makan sejak Usia Muda

Tak hanya agresif, gaya balap Veda juga dinilai bersih. Ia mampu melakukan manuver tanpa banyak kontak, sebuah kualitas penting di kelas Moto3 yang terkenal brutal. Bahkan, kecepatan motornya sempat menyentuh angka 246 km/jam, menandakan adaptasi yang semakin matang di level dunia.

Kunci Performa: Manajemen Ban dan Konsistensi

Kesuksesan Veda Ega Pratama Moto3 di Catalunya tidak lepas dari strategi cerdas dalam mengelola ban. Dalam balapan Moto3, daya tahan ban depan menjadi faktor krusial, terutama saat pertarungan berlangsung ketat hingga lap akhir.

Veda mengungkapkan bahwa ia sengaja tidak terlalu agresif di awal balapan. Strategi ini terbukti efektif ketika pembalap lain mulai kehilangan grip di lap-lap akhir.

“Kalau terlalu memaksakan di awal, ban cepat habis. Saya mencoba menjaga ritme,” menjadi prinsip yang ia pegang sepanjang balapan.

Baca Juga: Serapan Belanja Pemkot Blitar Rendah Disorot DPRD, Wali Kota Mas Ibin Angkat Bicara

Pendekatan ini membuat performanya justru meningkat di fase akhir race. Grafik lap time menunjukkan stabilitas yang tinggi, bahkan saat sebagian besar pembalap mengalami penurunan performa.

Hasil di Catalunya juga berdampak langsung pada klasemen. Veda kini berhasil menembus posisi lima besar klasemen sementara Moto3 2026, sekaligus memimpin klasemen rookie of the year. Ini menjadi bukti bahwa konsistensi lebih berharga dibanding sekadar satu podium.

Peluang Besar di Mugello, Dapat Perhatian Valentino Rossi

Menjelang Moto3 Mugello 2026, peluang Veda Ega Pratama semakin terbuka. Sirkuit Mugello dikenal sebagai trek cepat dengan lintasan lurus panjang yang bisa menghasilkan kecepatan tinggi.

Baca Juga: Honda EM1 Electric 2026 Makin Viral! Skuter Listrik Ini Disebut Paling Stabil di Kelas Premium, Tapi Benarkah Cocok untuk Jalanan Indonesia?

Menariknya, Mugello bukan trek asing bagi Veda. Pada musim sebelumnya, ia pernah meraih double winner di ajang Red Bull Rookies Cup di sirkuit yang sama. Modal ini menjadi keuntungan besar dibanding rookie lainnya.

Sorotan terhadap Veda juga semakin besar setelah muncul kabar bahwa legenda MotoGP Italia, Valentino Rossi, ikut memperhatikan performanya di paddock.

Meski belum ada konfirmasi resmi, beberapa media menyebut Rossi memberikan perhatian khusus setelah melihat aksi comeback Veda di Catalunya. Hal ini semakin memperkuat posisi Feda sebagai rising star baru di Moto3.

Namun, tantangan tetap ada. Salah satu kelemahan Veda masih berada di sesi kualifikasi. Ia beberapa kali gagal mencatatkan waktu terbaik, sehingga harus start dari posisi belakang.

Baca Juga: Yadea 9 Reviews 2026 Jadi Perdebatan! Skuter Listrik Ini Disebut Paling Worth It, Tapi Ada Juga yang Bilang Kurang Nendang di Tanjakan

Jika mampu memperbaiki performa kualifikasi, peluang podium bahkan kemenangan di Mugello akan semakin terbuka lebar.

Veda Ega Pratama Moto3 kini bukan lagi sekadar pembalap rookie. Dengan performa impresif di Catalunya dan posisi kuat di klasemen, ia telah menjelma menjadi ancaman nyata di grid Moto3 2026.

Dengan usia baru 17 tahun, torehan finis dari posisi ke-20 ke posisi ke-8 menjadi bukti kualitasnya. Dukungan media internasional hingga perhatian dari Valentino Rossi semakin menegaskan potensinya sebagai bintang masa depan.

Mugello 2026 akan menjadi panggung berikutnya. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan memperbaiki kualifikasi, bukan tidak mungkin Veda akan mencetak sejarah baru bagi Indonesia di ajang Moto3.

Editor : Axsha Zazhika
#Veda Ega Pratama Moto3 #Moto3 Catalunya 2026 #rookie moto3 terbaik #Moto3 Mugello 2026 #Valentino Rossi Feda Pratama