JAKARTA - Review Nissan Grand Livina bekas kembali jadi sorotan karena mobil ini disebut sangat nyaman namun kerap kalah populer dibanding kompetitornya. Dalam ulasan terbaru, terungkap bahwa Grand Livina menawarkan kenyamanan tinggi, tetapi memiliki beberapa catatan penting yang sering jadi bahan perdebatan di kalangan konsumen.
Mobil low MPV ini masih banyak dicari di pasar mobil bekas, terutama untuk rentang harga Rp60 juta hingga Rp80 jutaan. Review Nissan Grand Livina bekas ini sekaligus menjawab berbagai “momok” yang beredar, mulai dari isu mesin, biaya perawatan, hingga perbandingannya dengan Avanza dan Xenia.
Sejak pertama diluncurkan sekitar 2007 hingga versi pembaruan 2013, Grand Livina dikenal sebagai mobil keluarga dengan penggerak roda depan (FWD). Karakter ini membuatnya berbeda dari mayoritas kompetitor yang menggunakan penggerak roda belakang.
Kenyamanan Jadi Kelebihan Utama, Cocok untuk Penggunaan Kota
Dalam review Nissan Grand Livina bekas, aspek kenyamanan menjadi poin paling menonjol. Suspensi yang empuk serta karakter penggerak depan membuat mobil ini terasa lebih halus saat dikendarai, terutama di jalan aspal dan tol.
“Kalau soal nyaman, ini lebih unggul dari kompetitornya,” ujar reviewer dalam video tersebut.
Mobil ini juga dinilai stabil di kecepatan tinggi. Bahkan disebut mampu melaju hingga 140 km/jam dengan kondisi tetap stabil, meski hal tersebut tidak disarankan untuk penggunaan harian.
Dari sisi konsumsi bahan bakar, Grand Livina tergolong cukup irit. Dalam kondisi normal, konsumsi BBM berada di kisaran 1:12 hingga 1:13. Angka ini masih kompetitif untuk mobil 1.500 cc di kelasnya.
Namun, ada catatan penting terkait ground clearance yang hanya sekitar 175 mm. Hal ini membuat mobil kurang ideal untuk jalanan desa atau medan berbatu. “Kalau di kota enak, tapi kalau sering lewat jalan jelek, lebih cocok Avanza atau Xenia,” jelasnya.
Isu Mesin dan Perawatan, Ternyata Tidak Separah yang Dibayangkan
Salah satu stigma terbesar dalam review Nissan Grand Livina bekas adalah soal mesin dan biaya perawatan. Banyak yang menganggap mobil ini mahal dirawat, terutama dibanding kompetitor Jepang lainnya.
Namun faktanya, sebagian besar komponen memiliki harga yang relatif sama. Perbedaan mencolok hanya pada bagian busi dan ignition coil (koil).
Baca Juga: Motor Listrik Volta Mandala Jadi Sorotan, Pakai Sistem Battery Swap dan Bisa Tempuh Hingga 180 KM
Harga satu busi original bisa mencapai Rp150 ribu per unit. Artinya, untuk satu set (4 buah) bisa mencapai Rp600 ribu. Bandingkan dengan kompetitor yang hanya sekitar Rp20 ribu per buah.
“Ini yang bikin orang menganggap mahal, padahal komponen lain hampir sama,” jelas reviewer.
Selain itu, penggunaan sparepart non-original (KW) sangat tidak disarankan. Penggunaan busi atau koil palsu justru bisa menyebabkan mesin pincang atau tidak optimal.
Untuk transmisi manual, masalah relatif minim. Sementara versi matic, terutama generasi lama, dikenal memiliki gejala “ngelitik” saat tanjakan. Namun, pada generasi lebih baru, masalah ini disebut sudah diminimalkan.
Baca Juga: Motor Listrik Sundra Future Disebut Mirip Vespa, Harga Rp16 Jutaan tapi Punya Jarak Tempuh 85 Km
Perawatan rutin seperti penggantian oli dan pengecekan radiator juga sangat berpengaruh. Kesalahan kecil seperti penggunaan tutup radiator yang tidak sesuai (misalnya 1.1 bar вместо 0.9 bar) bisa menyebabkan overheat.
Layak Dibeli atau Tidak? Ini Kesimpulan untuk Calon Konsumen
Dalam review Nissan Grand Livina bekas, mobil ini dinilai sangat layak untuk dibeli, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan.
Dengan harga pasar sekitar Rp70 jutaan, Grand Livina menawarkan value yang cukup tinggi. Interior cukup lega untuk 7 penumpang, bahkan jok belakang bisa dilipat rata lantai—fitur yang tidak dimiliki semua kompetitor.
Baca Juga: Layanan Hemodialisis di Rumah Sakit Blitar Bertambah, Kebutuhan Darah Meningkat
Namun, mobil ini lebih cocok untuk penggunaan di perkotaan. Untuk penggunaan ekstrem seperti jalan berbatu atau tanjakan curam, mobil dengan penggerak belakang masih lebih unggul.
Soal resale value atau harga jual kembali, sebenarnya tidak bermasalah selama harga mengikuti pasar dan kondisi mobil terjaga. “Bukan mobilnya yang susah dijual, tapi biasanya karena harganya tidak sesuai pasar,” tegasnya.
Di sisi lain, pajak tahunan berkisar Rp2 juta hingga Rp3 jutaan tergantung wilayah. Angka ini masih tergolong wajar untuk mobil di kelasnya.
Sebagai penutup, Grand Livina adalah pilihan menarik bagi konsumen yang ingin mobil bekas nyaman dengan harga terjangkau. “Kalau cari nyaman, ini recommended. Tapi harus siap dengan karakter dan perawatannya,” pungkas reviewer.
Editor : Axsha Zazhika