JAKARTA - Nissan Grand Livina facelift masih layak dibeli di pasar mobil bekas karena menawarkan kenyamanan tinggi dan konsumsi BBM irit, meski memiliki sejumlah kekurangan seperti transmisi CVT yang sensitif dan biaya perawatan lebih mahal dibanding kompetitor.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nissan Grand Livina facelift masih layak dibeli menjadi salah satu keyword populer di kalangan pencari mobil bekas. Model yang diproduksi sejak 2013 hingga sekitar 2019 ini dikenal sebagai MPV “nyaman yang terlupakan”.
Meski kalah pamor dari rival seperti Toyota Avanza atau Honda Mobilio, faktanya Nissan Grand Livina facelift masih layak dibeli bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dibanding performa.
Kronologi dan Perubahan Nissan Grand Livina Facelift
Nissan Grand Livina facelift mulai dipasarkan sekitar tahun 2013 sebagai penyempurnaan generasi sebelumnya. Perubahan paling mencolok ada pada desain eksterior yang lebih modern serta pembaruan pada dashboard dan fitur interior.
Secara teknis, mobil ini menggunakan mesin 1.5L dengan tenaga sekitar 109 PS, meningkat dibanding generasi lama yang berada di kisaran 100 PS. Teknologi dual injector dan dual CVTC juga disematkan untuk meningkatkan efisiensi dan performa.
Namun, berbeda dengan generasi sebelumnya, varian facelift ini tidak lagi menyediakan mesin 1.8L. Semua varian hanya menggunakan mesin 1.5L dengan pilihan transmisi manual dan CVT (Continuously Variable Transmission).
“Versi baru ini jauh lebih minim ngelitik dibanding versi lama,” ungkap seorang reviewer otomotif. Pada generasi sebelumnya, suara “ngelitik” memang menjadi keluhan utama pengguna.
Dari sisi dimensi, ground clearance mencapai sekitar 175 mm, cukup untuk penggunaan harian di jalan perkotaan, termasuk saat melewati genangan air ringan.
Kelebihan Utama: Nyaman dan Irit BBM
Salah satu alasan utama Nissan Grand Livina facelift masih layak dibeli adalah tingkat kenyamanan yang tinggi. Banyak pengguna menyebut mobil ini memiliki sensasi berkendara seperti sedan.
Suspensi depan menggunakan sistem MacPherson strut dengan stabilizer, sementara penggerak roda depan (FWD) membuat bantingan lebih empuk dibanding rival berpenggerak roda belakang.
Dalam uji coba, mobil ini masih stabil di kecepatan 140–150 km/jam, meski tentu tidak direkomendasikan untuk penggunaan harian. Hal ini menunjukkan kestabilan yang cukup baik di kelasnya.
Konsumsi BBM juga tergolong efisien. Dalam penggunaan normal, mobil ini mampu mencatat konsumsi sekitar 1:13 (13 km per liter), tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
“Nyaman banget, serasa naik sedan, dan irit juga,” ujar pengguna yang telah memakai mobil ini lebih dari lima tahun.
Fitur keselamatan seperti ABS, EBD, dan dual airbag juga sudah tersedia, terutama pada varian menengah ke atas seperti XV dan HWS.
Kekurangan: CVT Sensitif dan Perawatan Lebih Mahal
Di balik kelebihannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Salah satu yang paling sering disorot adalah transmisi CVT yang membutuhkan perawatan ekstra.
Pengguna disarankan mengganti oli CVT secara rutin setiap 30.000–40.000 km. Jika terlambat, risiko kerusakan meningkat dan biaya perbaikan bisa cukup tinggi.
“Kalau telat ganti oli, CVT bisa rusak dan biaya perbaikannya mahal,” ungkap mekanik dalam ulasan tersebut.
Selain itu, biaya sparepart relatif lebih mahal dibanding kompetitor seperti Toyota dan Daihatsu. Beberapa komponen bahkan harus inden karena keterbatasan jaringan dealer Nissan di Indonesia.
Isu lain yang sering muncul adalah resale value atau harga jual kembali yang dianggap kurang kuat. Namun, hal ini sebenarnya sangat bergantung pada kondisi unit dan harga jual yang sesuai pasar.
“Mobil sulit dijual biasanya karena harga tidak sesuai pasar atau kondisi kurang bagus,” jelas reviewer tersebut.
Kesimpulannya, Nissan Grand Livina facelift masih layak dibeli untuk konsumen yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi BBM, dan harga terjangkau. Meski memiliki kekurangan pada CVT dan biaya perawatan, mobil ini tetap kompetitif di kelas MPV bekas.
Dengan usia yang kini rata-rata di atas 5–10 tahun, kondisi unit sangat bergantung pada perawatan sebelumnya. Jika dirawat dengan baik, Grand Livina facelift masih bisa menjadi pilihan rasional di pasar mobil bekas.m
Editor : Axsha Zazhika