JAKARTA - Nissan Grand Livina bekas masih layak dibeli meski sering disebut “penyakitan”, asalkan pemilik memahami karakter mobil dan melakukan perawatan yang tepat. Mobil MPV ini tetap diminati karena kenyamanan tinggi dan konsumsi BBM irit, meski memiliki beberapa kelemahan khas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nissan Grand Livina bekas masih layak dibeli menjadi topik yang sering dicari calon pembeli mobil second. Harga yang semakin terjangkau membuat mobil ini masuk radar, terutama bagi konsumen dengan budget terbatas.
Namun, di balik kelebihannya, muncul berbagai keluhan seperti mesin ngelitik, performa kurang responsif, hingga biaya sparepart yang relatif mahal. Lantas, apakah Nissan Grand Livina bekas masih layak dibeli di tengah berbagai isu tersebut?
Penyakit Umum Nissan Grand Livina yang Sering Dikeluhkan
Salah satu masalah paling sering muncul pada Nissan Grand Livina adalah mesin “ngelitik”. Gejala ini biasanya terdengar saat putaran rendah dan bisa mengganggu kenyamanan berkendara.
Menurut pengalaman pengguna, “ngelitik itu hampir selalu ada, tapi bisa diminimalisir dengan perawatan rutin seperti bersihin throttle body, EGR, dan pakai BBM minimal RON 92.” Pernyataan ini menegaskan bahwa masalah tersebut bukan sepenuhnya cacat fatal, melainkan faktor perawatan.
Selain itu, ada karakter unik pada mesin Livina, yakni respons gas yang terasa “ngedrop” saat perpindahan gigi tidak pas. Hal ini sering dianggap sebagai kekurangan, padahal lebih tepat disebut karakter mesin.
Masalah lain yang cukup umum adalah coil bocor. Jika terjadi, mobil akan terasa pincang. Meski terdengar serius, perbaikannya relatif sederhana jika hanya bagian selongsong yang rusak.
Tak ketinggalan, sektor kaki-kaki juga menjadi perhatian. Beberapa pengguna mengeluhkan komponen seperti ball joint yang mudah aus, terutama pada unit dengan usia di atas 7–10 tahun.
Biaya Perawatan dan Sparepart Jadi Pertimbangan
Faktor yang sering membuat orang ragu adalah harga sparepart. Dibandingkan merek Jepang lain seperti Toyota atau Honda, komponen Nissan cenderung lebih mahal dan terkadang sulit didapat.
Sebagai contoh, sensor oksigen untuk Livina generasi L11 bisa mencapai sekitar Rp5 jutaan di dealer. Sementara komponen serupa pada mobil lain bisa hanya sekitar Rp1–2 jutaan.
Baca Juga: Cerita Produsen Tempe di Tengah Melambungnya Harga Kedelai hingga Plastik
Selain harga, ketersediaan juga jadi isu. Banyak pengguna mengeluhkan harus inden hingga dua minggu untuk komponen tertentu. Hal ini dipengaruhi oleh jaringan dealer Nissan yang kini tidak sebanyak dulu di Indonesia.
Meski begitu, solusi alternatif tersedia melalui sparepart aftermarket yang lebih mudah ditemukan dengan harga lebih terjangkau.
Ada juga faktor teknis lain yang perlu diperhatikan, seperti sistem AC. Grand Livina hanya memiliki pendingin utama di depan, sehingga baris ketiga sering terasa kurang dingin, terutama saat cuaca panas.
Baca Juga: Layanan Hemodialisis di Rumah Sakit Blitar Bertambah, Kebutuhan Darah Meningkat
Kelebihan: Nyaman, Irit, dan Masih Worth It Dibeli
Di balik kekurangannya, Grand Livina punya keunggulan yang membuatnya tetap diminati. Salah satunya adalah kenyamanan berkendara yang sering disebut “rasa sedan”.
“Nyaman banget, buat perjalanan jauh enggak capek,” ujar salah satu pengguna yang pernah menggunakan Livina untuk perjalanan lintas kota.
Dari sisi konsumsi BBM, mobil ini juga tergolong irit. Dalam satu pengalaman perjalanan Semarang–Bogor, konsumsi bahan bakarnya bahkan lebih hemat dibanding mobil sekelasnya.
Selain itu, kabin Livina cukup kedap dan suspensinya empuk, membuatnya cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Untuk pilihan mesin, tersedia varian 1.5L dan 1.8L. Banyak pengguna menyarankan varian 1.8L untuk mengurangi gejala “ngedrop” di putaran bawah, meski konsumsi BBM sedikit lebih boros.
Namun perlu diingat, Grand Livina yang beredar saat ini umumnya sudah berusia minimal 7 tahun (L11) hingga lebih dari 15 tahun (L10 sejak 2007). Artinya, kondisi sangat bergantung pada riwayat perawatan.
Kesimpulannya, Nissan Grand Livina bekas masih layak dibeli bagi yang memahami karakter mobil dan siap melakukan perawatan rutin. Mobil ini menawarkan kenyamanan tinggi dan efisiensi bahan bakar, namun membutuhkan perhatian lebih pada mesin dan sparepart.
Dengan harga yang kini semakin terjangkau, Livina bisa menjadi pilihan menarik di pasar mobil bekas. Seperti diungkap salah satu pengguna, “seribu kelebihan Livina kadang kalah sama sepuluh kekurangannya, tapi kalau paham cara rawatnya, mobil ini enggak akan mengecewakan.”
Editor : Axsha Zazhika