Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Minat Penari Tradisional di Blitar Turun, Disbudpar Siapkan Strategi khusus Bagi Generasi Muda

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 26 Mei 2026 | 13:10 WIB
 Fajar Rahmad Ali Wardana/Radar Penataran
TERUS DILESTARIKAN: Pegiat seni, Dhimas Pramuka, mengenalkan Tari Emprak kepada generasi muda.
Fajar Rahmad Ali Wardana/Radar Penataran TERUS DILESTARIKAN: Pegiat seni, Dhimas Pramuka, mengenalkan Tari Emprak kepada generasi muda.

BLITAR KAWENTAR - Di tengah menjamurnya tari modern dan koreografi atraktif dari berbagai daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar tetap menjaga eksistensi Tari Emprak sebagai identitas budaya lokal.

Di sisi lain, minat generasi muda terhadap tari tradisional khususnya Tari Emprak menjadi tantangan serius.

Staf Teknis Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Novita Mijil mengatakan, Tari Emprak hingga kini masih aktif diperkenalkan dalam berbagai agenda resmi pemerintah maupun kegiatan seni budaya.

Baca Juga: Rekomendasi HP 3 Jutaan Kamera Bagus 2026, Hasil Foto Makin Tajam, Redmi Note 15 5G dan Samsung Galaxy A26 Jadi Sorotan

Disbudpar terus mendorong sanggar tari di Blitar agar tetap menjadikan Tari Emprak sebagai salah satu materi pertunjukan maupun tari pembuka dalam berbagai acara.

”Tentu langkah pelestarian tari lokal ini tidak mudah. Sebab, saat ini banyak penari muda cenderung tertarik pada tari modern atau tari daerah lain yang dinilai lebih energik dan atraktif,” ungkapnya.

Meyakinkan teman-teman penari supaya tetap terus belajar Tari Emprak, jelas dia, menjadi tantangan tersendiri. Sebab, Tari Emprak memiliki karakter tradisional yang kuat karena berkembang dari budaya tayub dan tarian bernuansa Mataraman.

Baca Juga: Rekomendasi HP 3 Jutaan Kamera Bagus 2026, Hasil Foto Makin Tajam, Redmi Note 15 5G dan Samsung Galaxy A26 Jadi Sorotan

Dengan karakter itu, sebagian generasi muda merasa tari tersebut kalah menarik dibandingkan tarian modern yang diiringi alunan musik cepat dan gerakan dinamis.

Maka dari itu, sanggar selaku garda depan dalam melestarikan tari-tarian tradisional harus berani berkembang dan lebih kreatif. Banyak sanggar memiliki beragam genre tari sehingga materi yang dipilih sering mengikuti minat para penari muda.

Meski demikian, disbudpar memastikan Tari Emprak masih terus dihidupkan dalam sejumlah agenda budaya daerah. Bahkan, pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar tahun lalu, Tari Emprak digunakan sebagai tari pembuka utama.

Baca Juga: Rekomendasi HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2026, Performa Ngebut untuk Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire

”Disbudpar juga sempat menggelar Festival Tari Emprak untuk memperluas pengenalan tarian tersebut kepada masyarakat. Ada beberapa sanggar tari yang berminat untuk mempelajari tari ini,” ungkapnya.

Selain festival, dukungan pelestarian juga dilakukan lewat fasilitasi penampilan tari dalam event pemerintah. Ketika ada kebutuhan tari pembuka, disbudpar berupaya mengarahkan penggunaan Tari Emprak.

Namun, hingga kini Tari Emprak belum masuk secara masif sebagai materi ekstrakurikuler formal di sekolah-sekolah.

Baca Juga: 5 HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2026, POCO M7 Pro 5G hingga TECNO POVA 7 Siap Libas Game Populer Tanpa Bikin Dompet Menjerit

Novita berharap Tari Emprak tetap diminati, baik oleh pelaku seni maupun masyarakat penikmat budaya. Sebab, tanpa regenerasi penari muda, tari khas Blitar tersebut dikhawatirkan perlahan kehilangan panggung di daerahnya sendiri.

”Harapan kami, Tari Emprak tetap diminati, baik oleh pelaku maupun penikmat seni,” tandasnya.(jar/c1/sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#generasi muda #tari emprak #tari tradisional #Minat #Disbudpar Kabupaten Blitar